<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398</id><updated>2012-01-28T18:08:23.293-08:00</updated><category term='Unik'/><category term='Tugas'/><category term='Islami'/><title type='text'>Ilham Mustafa</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>166</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-1863399064221277729</id><published>2012-01-28T18:06:00.002-08:00</published><updated>2012-01-28T18:08:23.306-08:00</updated><title type='text'>Hati? Siapa yang Tahu</title><content type='html'>&lt;h1 class="headline_artikel"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; font-size: 16px; "&gt;Oleh : Ilham Mustafa                  &lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="isi_artikel"&gt; &lt;p&gt; Aku yang bukan jurusan pendidikan, tidak akan mungkin rasanya menjadi  ‘guru’. Ini juga tidak pernah terbayangkan. Sungguh, ini masih belum ada  dalam perencanaanku. Tapi inilah hidup, penuh rahasia. Sehingga sipa  yang tahu kehidupan, siapa tahu hari esok. Hanya Allah yang tahu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Sejak wisuda oktober lalu, sampai sekarang, jujur semua ini masih terasa  galau. Entahlah, ini belum juga bisa dirasakan dengan hati yang bersih,  jiwa yang siap menerima keadaan. Kuakui keadaan ini membuatku  benar-benar bingung. Keinginan yang sebetulnya tidak tahu juga apa  tujuannya. Mungkinkah ini cobaan, atau ujian atau musibah. aku belum  tahu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Waktu terus berjalan, tanpa permisi. Sampai menkan tuts keybord inipun,  waktu terus berjalan, tak mengenal kata ‘Pause’. Ini sangat menakutkan  bagi yang memiliki target esok hari yang belum terkejar. Tapi ini sangat  diharapkan oleh orang yang menunggu. Seolah orang itu berharap “waktu  cepatlah berlalu.” Yang lucu bagi orang yang tak memiliki impian, arah  ataupun kegiatan, mereka seolah tidak tahu lagi fungsi waktu. Pertukaran  siang dan malam seolah tak dipedulikan. Pergantian waktu seolah  diabaikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Inilah fenomena kehidupan, kadang suka, kada duka. Tapi galau juga  membuat suasana hati yang tak terduga. AKu belum tau juga mana padanan  kata yang cocok antara galau dan bingung. Karena aku merasa terkadang  merasa galau dan bingung juga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Hati? siapa yang tahu. Ini seolah tidak bisa dibantah. Dari sikap dan etika. Tapi terserah.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-1863399064221277729?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/1863399064221277729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=1863399064221277729' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/1863399064221277729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/1863399064221277729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2012/01/hati-siapa-yang-tahu.html' title='Hati? Siapa yang Tahu'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-2826482396796694997</id><published>2012-01-28T18:06:00.001-08:00</published><updated>2012-01-28T18:06:50.345-08:00</updated><title type='text'>Hadiah dari sebuah kejujuran</title><content type='html'>&lt;h1 class="headline_artikel"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; font-size: 16px; "&gt;“Apakah kapak emas ini punyamu? tanya peri.&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="isi_artikel"&gt; &lt;p&gt; “Bukan ini bukan punyaku” kata doraemon&lt;/p&gt; &lt;p&gt; “Kamu jujur sekali,  karena kamu jujur aku hadiahkan Kapak emas ini untukmu” Seraya peri memberikan kpak emas itu ke Doraemon.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Doraemon dan Nobita juga mempraktekkan ke danau itu,,&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Dsst,dst..  Kalau ingin cerita lebih lanjut tonton aja Doraemon.. hehe&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Jadi intinya, kejujuran itu memang penting. Kalau sudah pamrih berarti  itu tidak lagi dinamakan jujur.  Susah juga sebenarnya membayangkan dan  membuat tips tentang jujur ini. Tetapi hati pasti tau mana yang benar  dan salah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Kata orang asal, berdetak saja jantung itu sudah bisa dikatakan seorang  tidak jujur. Bahkan sekarang ada alat untuk mendeteksi kejujuran. Oh,,  apakah sepenting dan semahal itukah kejujuran?&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Sebetulnya mudah, hanya berkata sesuai dengan hati nurani. Itulah yang  idealis. Tetapi untuk menjadi orang idealis, sangat-sangat susah. Karena  budaya hedonis pragmatis yang mayoritas dianut oleh masyarakat kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Jujur sebetulnya menjadi fenomena.  Karena kalau saja seluruh maling  jujur maka penjara akan penuh semua. haha,, itu tidak bisa kita  bayangkan. Misalnya Gayus, Nazarudin, atau Miranda berkata jujur. Maka  tidak perlu memakan waktu yang lama di dalam persidangan. Ya kan??&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Jadi, apa ya hadiah dari sebuah kejujuran buat koruptor????????&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-2826482396796694997?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/2826482396796694997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=2826482396796694997' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/2826482396796694997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/2826482396796694997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2012/01/hadiah-dari-sebuah-kejujuran.html' title='Hadiah dari sebuah kejujuran'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-6714830956541618131</id><published>2012-01-27T20:40:00.000-08:00</published><updated>2012-01-27T20:45:34.862-08:00</updated><title type='text'>Andai tidak macet (Meminimalisir kecelakaan lalu lintas)</title><content type='html'>&lt;h1 class="headline_artikel"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; font-size: 16px; "&gt;Terlambat, sebuah kata yang dialamatkan bagi  orang pemalas.  Tapi, hal ini tidak selalu terjadi bagi pemalas. Kenapa?  coba kita lihat pemandangan negeri ini. Disaat ekonomi rakyta menjerit,  orang berpacu-pacu meningkatkan strata kehidupannya.  Salah satu  peningkatan strata kehidupan di masyarakat adalah dengan membeli mobil.  Sehingga ini menyebabkan macet. Jadi kata-kata terlambat, tidak bisa  dialamatkan saja kepada pegawai, karena memang kondisi jalan yang tak  menentu.&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="isi_artikel"&gt; &lt;p&gt; Saya membayangkan, “andai negeri ini tidak macet,” alangkah indahnya  hidup. Mobil berjalan sesuai standar, dan motor berjalan sesuai lajur.  Tapi ini yang menjadi sikap anak bangsa kita, hal yang terjadi di tugu  tani, merupakan salah satu ketidak sabaran pengemudi. Mungkin juga orang  yang mengemudi ingin cepat sampai, karena macet dia mengambil resiko  dengan menyali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Kejadian di tugu tani yang memakan korban nyawa, bisa jadi karena macet.  Kita tidak bisa tahu yang sebenarnya, karna ini merupakan kuasa tuhan.  Bisa jadi Afriani Susanti mengambil jalan untuk pejalan kaki karena  mungkin itu jalan satu-satunya. Atau mungkin karena macet Afriani  susanti ugal-ugalan. Itu mungkin saja terjadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Kecelakaan itu, memang banyak menimbulkan kontroversi. Terlepas dari  itu, kita juga berharap pemerintah untuk menginteropeksi diri. Dengan  bentuk pengamanan jalan raya. Juga harus diukur berapa ruas jalan. Kalau  kita melihat jalan untuk pejalan kaki, di negara lain sudah ada  pembatas antara jalan raya dengan pejalan kaki. mungkin ini bisa menjadi  solusi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Selanjutnya, pemerintah juga harus menghentikan impor mobil. Kaena mobil  adalah penyumbang kemacetan terbesar selain motor. Kita berharap ke  depan, kemacetan tidak ada lagi. Semoga pemerintah bisa memperbaiki  infrastruktur jalan, dst…&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Ilham Mustafa&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Sabtu, 28 Januari 2012&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-6714830956541618131?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/6714830956541618131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=6714830956541618131' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/6714830956541618131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/6714830956541618131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2012/01/andai-tidak-macet-meminimalisir.html' title='Andai tidak macet (Meminimalisir kecelakaan lalu lintas)'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-2117611891739520815</id><published>2012-01-23T08:28:00.000-08:00</published><updated>2012-01-23T08:51:53.341-08:00</updated><title type='text'>Mengejar Impian;Seolah makan buah simalakama</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Oleh: Ilham Mustafa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Sudah tiga bulan sejak wisuda. Aku merasa belum menemukan apa yang dicari sebenarnya. Aku seolah terjebak dengan daerah kediaman kecilku, Batusangkar. Entah, ini yang menjadi pilihan saat ini, atau bukan. Aku masih merasa ragu. Pekerjaan yang ditanya setiap orang setelah wisuda, hanya bisa kujawab dengan selorohan. Entah kapan seperti ini? aku belum tau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Waktu terus berjalan. Aku mengibaratkannya “alam semesta bergerak cepak, dalam ragaku yang bergerak lambat.” Setidaknya ini mengambarkan diriku saat ini. Waktu begitu cepat berlalu, namun belum satu jua yang pasti, kutemukan dalam hidupku. Benar kata orang “idealisme hanya sampai mahasiswa.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;2011 telah berlalu, sekarang di tahun 2012 aku mesti mengejar impianku. Entah bagaimana caranya, yang penting berusaha. Sebetulnya gerakku meskipun agak lambat, tetapi menurutku satu dua ada juga yang bermamfaat. Pernah juga ku melamar pekerjaan, itupun atas rekomendasi. Ada juga tes yang telah kulalui, kini hanya menunggu hasil. Tetapi gerak seperti saat ini sangat menyebalkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Gerak-gerak menyebalkan ini, harus dilawan dengan semangat. Meskipun memiliki beberapa kendala. Sampai saat ini aku masih ragu untuk memutuskan. Yang jelas aku harus S2. Jangan sampai karena pekerjaan, ini ditinggalkan. Aku sangat takut menghadapi saat-saat seperti ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Ketika bertanya peluang kepada teman-teman. Mereka selalu bilang aku lebih banyak memiliki jaringan dan peluang. Kalau sudah begitu aku hanya tersenyum. Seraya berkata, “mudah-mudah saja begitu.” Entah ini doa atau ejekan, aku juga tidak tau persisnya. Karena hati siapa yang tahu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Pekerjaan sebetulnya bisa dibuat. Tetapi ini yang masih belum kubaca dan kusiasati. Jika ku me&lt;i&gt;review &lt;/i&gt;kembali tulisan terakhirku menjadi pemred di suara kampus “sarjana harus kreatif” dan “sarjana belum siap bersaing”. Memang benar adanya. Banyak teman-teman termasuk diriku yang belum mampu mengembangkan ilmunya. Entah kenapa? Banyak pekerjaan yang diambil semata-mata karena tidak memiliki pilihan. Apakah hidup terlalu sulit? Menurutku tidaklah seperti itu. Hanya saja strategi dan keberanian belum ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Berjalan dan terus berjalan sampai akhirnya aku menemukan. Semua resahku hanya di hati. Status sarjana ini hanya sebagai gengsi. Aku yakin nanti ini harus diubah dari pola pikir kita semua. Tiada strata tetapi pikirkan kita adalah manusia. Seorang manusia yang hidup memiliki persoalan, permasalahan dan lika-liku yang bergelombang. Tidak selamanya hidup manis dan bahagia, tetapi harus dilalui juga dengan berbagai cobaan. Allah telah menggariskan dalam al-Quran bahwasanya nanti Allah akan memberi cobaan kepada hambanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Semoga impian yang kubuat dan apa yang kuharapkan. Bisa terwujud di tahun ini. Semoga hati ini tidak galau lagi, dan bersiap untuk bekerja, meski tanpa kantor dan pimpinan. Oh. Alangkah indah hidup kita yang mengatur, tanpa diperintah. Kerja seperti ini sangat mengasikkan. Kita bisa melihat Orang yang sederhana. Memiliki&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;rumah reot, namun belum tentu menyedihkan. Bahkan orang itu bisa jadi bahagia dengan kesederhanaan. Maka apa yang dipesankan oleh Allah dalam al-Quran untuk menjadi orang pertengahan, bisa terwujud. Sehingga menjadi anggun dalam bersikap, dan berkedaan. Semoga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;NB : Hidup penuh rahasia dan teka-teki&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-2117611891739520815?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/2117611891739520815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=2117611891739520815' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/2117611891739520815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/2117611891739520815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2012/01/mengejar-impianseolah-makan-buah.html' title='Mengejar Impian;Seolah makan buah simalakama'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-5050259903690096109</id><published>2011-12-25T20:34:00.000-08:00</published><updated>2011-12-25T20:38:57.477-08:00</updated><title type='text'>Kisruh tak berujung</title><content type='html'>&lt;div&gt;Kisruh&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perih, pilu, sedih, duka &lt;/div&gt;&lt;div&gt;tak pelak menjadi cambuk &lt;/div&gt;&lt;div&gt;bagiku dan bagimu &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Disini kumengulangi &lt;/div&gt;&lt;div&gt;sebuah parode pilu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang membuat takut&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;kini kumemulai kisruh itu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;tubuhku  terguncang&lt;/div&gt;&lt;div&gt;menjadi keganasanmu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (24/12)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tanah ini&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tanah ini tanahku &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tempat lahir dan tumbuh besar keluargaku &lt;/div&gt;&lt;div&gt;kenapa kau rebut &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Demi kepentingan rupiahmu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mesuji, Lampung  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-5050259903690096109?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/5050259903690096109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=5050259903690096109' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/5050259903690096109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/5050259903690096109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/12/kisruh-tak-berujung.html' title='Kisruh tak berujung'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-5915714657157819629</id><published>2011-12-25T20:26:00.000-08:00</published><updated>2011-12-25T20:27:31.503-08:00</updated><title type='text'>2012 menanti</title><content type='html'>Alam semesta bergerak cepat&lt;br /&gt;Dalam ragaku yang bergerak lambat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-5915714657157819629?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/5915714657157819629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=5915714657157819629' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/5915714657157819629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/5915714657157819629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/12/2012-menanti.html' title='2012 menanti'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-8026588774139003184</id><published>2011-11-16T08:04:00.001-08:00</published><updated>2011-11-16T08:28:30.878-08:00</updated><title type='text'>Catatatan Kuliah Part I : Pencarian jati diri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kuliah,,, jadi Maha-Siswa....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang yang maha bebas, akan ditemui di zaman kuliah. Setidaknya itulah pengalamanku selama empat tahun menjadi mahasiswa. Tahun 2007 silam aku tamat dari MAN2 Batusangkar. Seperti orang kebanyakan aku juga ingin menjadi maha. Beberapa perguruan tinggi menjadi incaranku. Mulai dari yang di luar negeri, luar daerah, sampai dekat rumah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya pilihanku jatuh di IAIN IB Padang. Bisa dibilang begitu, karena memang pilihan lain memiliki hambatan meskipun sudah diterima. Ya, Jadi di IAIN IB Padanglah akhirnya aku berlabuh selama empat tahun. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengembaraanku di kampus, diawali dengan penyakit. Ya sakit, yang membuatku tidak bisa mengikuti orientasi mahasiswa baru. Disatu sisi asik tidak susah payah, disisi lain tidak bisa mendapatkan pengalaman. ya,, kira2 begitulah.. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teman-teman yang kutemui di kampus, banyak yang unik. Kebanyakan teman yang masuk kuliah lebih tua dariku. (Itu karena aku lebih cepat sedikit masuk sekolah). Unik disini maksudnya, karena berasal dari berbagai daerah, jadi banyak perbedaan mulai dari bahasa, budaya dan etika. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum menceritakan lebih lanjut, aku ingin memperkenalkan dulu jurusanku di IAIN. Jurusanku yaitu program khusus atau bisa disebut juga International Class di Fakultas Ushuluddin. Jurusan ini pada waktu itu berbeasiswa. Mahasiswa diberi fasilitas asrama, uang dan bebas biaya kuliah. Alhamdulillah juga aku bisa lulus di jurusan ini, meskipun-meskipun....??!!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah sekilas jurusanku. Teman-teman yang berada di jurusanku, dari pertama kali masuk sampai hari ini sudah tamat, aku mengakui seluruh teman-teman yang satu angkatan denganku adalah orang-orang luar biasa. yang pintar dan memiliki berbagai kemampuan. Sehingga aku bisa terbawa arus 'pandai' juga. Mudah-mudahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akibat sekelas dengan orang yang semuanya pintar, juga membuat diriku kadang minder. kadang takut salah, kadang juga termotivasi, seolah-olang ingin mengatakan 'saya juga mampu'.  itulah sekilas dilema yang ada di kampus. Yang paling menjadi ironi adalah jatah yang diberikan pihak kampus. Nah, jatah ini waktu itu aku juga sempat bingung, karena memang waktu awal kuliah aku belum memiliki banyak aktivitas dan organisasi. Jadi aku hanya mengambil jatah, untuk hal-hal yang tak bermamfaat. sepertti tidur, main-main dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal yang membuat diriku masih susah beradaptasi di kampus adalah masa transisi atau peralihan dari sekolah ke kampus. Sistemnya sangat berbeda. Kalau disekolah mulai dari hal kecil diatur, nah kalau dikampus, semuanya kitalah yang mengatur. Ya, istilahnya harus bisa pandai-pandai membagi waktu. Jadi intinya awal-awal di kampus merupakan masa pencarian jati diri. Mau jadi orang yang luar biasa atau biasa-biasa saja, tergantung bagaimana usaha dan kemampuan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;^^^^^^&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebetulnya masih banyak yang diceritakan dari pengalaman di kampus. Cuman bingkai-bingkai ini belum sempat aku catat semua karena beberapa kendala, jadi ini dulu kilas balik ku awal-awal menjadi mahasiswa.Semoga bermamfaat,,,,!!! &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-8026588774139003184?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/8026588774139003184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=8026588774139003184' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/8026588774139003184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/8026588774139003184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/11/catatatan-kuliah-part-i-pencarian-jati.html' title='Catatatan Kuliah Part I : Pencarian jati diri'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-9060286049367961438</id><published>2011-10-20T21:32:00.000-07:00</published><updated>2011-10-20T21:34:28.139-07:00</updated><title type='text'>SUARA AZAN (masih blum tratur)</title><content type='html'>Suara azan menggema,&lt;br /&gt;mengajak untuk bergerak..&lt;br /&gt;bangkit tuk memenuhi kewajiban..&lt;br /&gt;melesat lebih cepat..&lt;br /&gt;agar dapat kebajikan yg lebih,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memaknainya.&lt;br /&gt;pernah merasakannya.&lt;br /&gt;hati yg trasa berat..&lt;br /&gt;untk menyembah ke hadiratNya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merdunya suara azan di asyar ini..&lt;br /&gt;ku bertekad tuk bersujud ke hadhiratNya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sholat wk lei.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-9060286049367961438?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/9060286049367961438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=9060286049367961438' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/9060286049367961438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/9060286049367961438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/10/suara-azan-masih-blum-tratur.html' title='SUARA AZAN (masih blum tratur)'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-2889484130617461302</id><published>2011-08-17T08:24:00.001-07:00</published><updated>2011-08-17T08:24:51.275-07:00</updated><title type='text'>Bagurau Buko Basamo jo sanak nan sa BP</title><content type='html'>&lt;p&gt;Oleh : Ilham Mustafa&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Jika suatu hari kita tidak bertemu lagi ambil saja hikmahnya. Ini hanya  sebuah cerita yang datang dari sebuah pengalaman yang bukan ada  apa-apanya. Tapi kawan/sanak cobalah dibaca, disimak dan sama kita  renungkan.. (Disini saya tidak ingin menggurui atau menceramahi ^_^) &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Ramadhan tiba tak terasa saja. Karena hari berlalu dengan kesibukan dan  kelalaian. Saya mencoba ini dan itu. Belajar kesana kemari. Membuat  sesuatu. Kadang saya juga tidur panjang seperti tidak ada yang terjadi.  Bingung melangkah ke depan. Tidak tahu yang akan dibuat. Disini saya  hanya ingin bercerita,mengenang semua yang berlalu. Saya hanya ingin  mengatakan semester ini adalah semester (Semester 8) yang paling  mencekam. Itu bagi saya. Bagaimana dengan kawan-kawan? apakah  grasah-grusuh seperti saya juga kawan-kawan rasakan? &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Entahlah, jawaban itu hanya ada pada diri masing-masing. Ada yang merasa  enjoy dan ada yang merasa takut dan lain sebagainya. Saya yakin grasah  grusuh yang terjadi ini semua kembali kepada saya. kenapa saya lalai?  "Sudahlah ini semua berlalu." sebuah kata yang tidak sedikitpun menurut  saya bisa membangkitkan semangat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Semuanya butuh penilaian. Saya bisa menerima ketika sebuah kesalahan itu  langsung dilemparkan kepada saya. Bukan dengan menyatakan dalam bentuk  ambigu. Tapi terserahlah. Itu telah berlalu. Sekarang saya mencoba untuk  menatap masa depan. Skripsi harus dibuat dan munaqasyah harus dihadang.  Insyaallah wisuda tahun ini. Mohon doanya...!! &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berbagai keluh kesah, telah saya sampaikan. Ini hanya sebagian. Kalau  dibuat cerita bisa sampai bosan para pembacanya.. HIHI... Saya kalau  sudah sampai pada titik bosan, ada-ada saja yang ingin diperbuat. Ingin  berkumpul dengan kawan dekat. ini itulah dan sebagainya. Pokoknya ingin  membuat diri merasa senang dan bisa berbagi keluh kesah. Kawan, Saya  sungguh bersyukur bisa berkumpul hari ini (17/08/2011). Kebetulan di  hari kemerdekaan, Buka bersama dengan sanak-sanak IMATAR 07 (nan sa BP).&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Tidak terlalu banyak cerita yang ada, Tapi jadilah untuk sekedar bersenda gurau. okelah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masih mau mendengarkan sanak..!!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Karena belum ada yang terbatuk-batuk, okelah saya akan melanjutkan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Buka bersama (buko basamo) yang dilaksanakan tadi cukup berkesan. Entah  bagi saya saja, atau kawan-kawan lain merasakan. Saya tidak tau. Tapi  tidak apalah. Buka bersama ini pada awalnya direncanakan ditempat yang  agak2 elit. Tapi memang dasar kebiasaan molor. Jadi tempat sudah di  booking semuanya. Maka akhirnya saya, Ade, Ikes dan Jaya mencari tempat  lain. sehingga terpilihlah bofet belakang olo menjadi tempat buka  bersama. Dikontak ini itu akhirnya datang jugalah Johari jamal, Indra,  Yon, Erita, Oon dan Sri. Kemudian datang juga Dede, Okta dan kawannya  Imam. hm.. okelah.. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Di bofet itu, tempat itu hanya terasa milik kami. Maaf kepada yang  disebelah karena terganggu.. hehe.. maklum 13 dari anggota mayoritas  semuanya bicara. ada yang komen ayam gledeklah, air tehlah, makanan yang  telat. Air yang kurang. cuci tangan antrian dan lain sebagainya. haha..  ada juga yang menggoda orang yang duduk di sebelah. aduh ada-ada saja  ulahnya. Sembari menanti makanan datang ada juga yang berinisiatif untuk  sholat ternyata tak ada tempat sholat. ih.. akhirnya kami menungggu,  meskipun ada yang tampak kelaparan.. hihi... makanan datang ada juga  yang berulah.. lagi2 buat tawa kami meledak-ledak.. Bagi yang tidak  sempat hadir bisa kita ulng ilain kesempatan.. hihi.. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Sebetulnya bagi saya, buka bersama ini ajang melepas suntuk. Melepas  semua yang ada meskipun malam nanti juga akan disibukkan dengan yang  namanya SKRIPSI, Wadau kalimat itu lagi.. Ye lah2. Mudah-mudahan sanak  nan sa BP semua wisuda tepat waktu dan di waktu yang tepat.. amin... &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Mungkin hanya sampai disitu..bagi yang ingin menambah silahkan komen dibawah ini...&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salam:&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Ilham Mustafa &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-2889484130617461302?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/2889484130617461302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=2889484130617461302' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/2889484130617461302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/2889484130617461302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/08/bagurau-buko-basamo-jo-sanak-nan-sa-bp.html' title='Bagurau Buko Basamo jo sanak nan sa BP'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-2978074185912403347</id><published>2011-08-07T03:54:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T03:57:40.545-07:00</updated><title type='text'>Hadist Adabun Nabawi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;11.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن أبي هريرة رضى الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: مظل الغنى ظلم، وإذا أتبع أحدكم على ملىء فليتبع. وراه البخاري ومسلم والنسائى وابن ماجه.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;12.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن أبي هريرة رضي الله عنه: أنّ رجلاً قال للنبيِّ صلى الله عليه وسلم: أَوْصِني، قال«لاَ تَغْضَبْ»، فَرَدَّدَ مِرَارًا، قال «لاَ تَغْضَبْ»رواه البخاري.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;13.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن أبى هريرة رضى الله عنه عن النبى صلى الله عليه وسلم قال: من أخذ أموال الناس بريد اداءها أدى الله عنه، ومن أخذها يريد إتلافها أتلفه الله. رواه البخاري وابن ماجة وغيرهما.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt; font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;14.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن أبى هريرة رضى الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: فظل الغنى ظلم، وإذا أتبع أحدكم على ملىء فليتبع. رواه البخارى ومسلم والنسائي وابن ماجه.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;15.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال النبي صلى الله عليه وسلم: الساعي على الأرملة والمسكين كالمجاهد فى سبيل الله. رواه البخاري ومالك وغيرهما.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;16.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن أبي هريرة قال: قال النبي صلى الله عليه وسلم: تجد من شرار الناس يوم القيامة عند الله ذا الوجهين، الذي يأتي هؤلاء بوجه وهؤلاء بوجه. رواه مسلم وأبو داود.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;17.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: لا يلدغ المؤمن من جحر واحد مرتين. رواه الشيخان وأبو داود وابن ماجه.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;18.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن جابر بن عبد الله رضى الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: رحم الله رجلا سمحا إذا باع، وإذا اشترى، وإذا اقتضى. وفى رواية ((وإذا قضى)) روية البخارى والترمذى وابن ماجة.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;19.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن انس بن مالك رضى الله عنه عن النبى صلى الله عليه وسلم قال: مامن مسلم يغرس غرسا أو يزرع زرعا فيأكل طير أو إنسان أو بهيمة، إلا كان له به صدقة. رواه البخارى بهذا اللفظ فى كتاب المزارعة فى باب الغرس والزرع. وراه مسلم أيضا والترمذي.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;20.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;وعن أم المؤمنين أم عبد الله عائشة رضي الله عنها قالت: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم «من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد»رواه البخاري مسلم، وفي رواية لمسلم: «من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد».&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;21.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;وعن أبي رقية تميم بن أوس الداري - رضي الله عنه - قال: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال «الدين النصيحة»، قلنا: لمن يا رسول الله؟ قال «لله،ولكتابه، ولرسوله، ولأئمة المسلمين، وعامتهم»رواه مسلم.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;22.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن أبي حمزة أنس بن مالك رضي الله عنه خادم رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحبه لنفسه»رواه البخاري و مسلم.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;23.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;وعن ابن مسعودٍ رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «لاَ يَحِلُ دَمُ امرئٍ مُسْلِمٍ إِلاَّ بِإِحْدى ثَلاَثٍ: الثَّيْبُ الزَّانِي، وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ، وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ الْمُفَارِقُ لِلجَمَاعَةِ»رواه البخاري ومسلم&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt; font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;24.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;وعن أبي مَسعودٍ عُقْبَة بنِ عَمرٍ الأنصاري البدري رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم«إنَّ مِمّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُولَى: إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ» رواه البخاري.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;25.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن أبي عَمرٍ وقيل: أبي عَمرَة سفيان بنِ عبدِ الله رضي الله عنه قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللّهِ قُلْ لِي فِي الإِسْلاَمِ قَوْلاً, لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحدا غَيْرَكَ. قَالَ «قُلْ آمَنْتُ بِالله ثُمّ اسْتَقِمْ » رواه مسلم.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;26.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;وعن أبي سعيدٍ الخُدْري رضي الله عنه قَالَ: سمعتُ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم يقول: «مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرا فَلْيُغَيّرْهُ بِيَدِهِ. فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ. فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ. وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ»رواه مسلم.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;27.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن أنس بن مالك رضى الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: انصر أخاك ظالما أو مظلوما. قالوا: يارسول الله هذا تنصره مظلوما، فكيف ننصره ظالما ؟ فقال: تأخذ فوق يديه. رواه البخاري ومسلم والترمذي.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;28.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن أبى موسى الأشعري رضى الله عنه عن النبى صلى الله عليه وسلم قال: المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضا. ثم شبك بين أصابعه. رواه البخاري ومسلم والترمذي.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;29.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن عبد الله بن عباس رضى الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم بعث معاذ إلى اليمن، فقال: أتق دعوة المظلوم، فإنها ليس بينها وبين الله حجاب. رواه البخاري ومسلم.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;30.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن عائشه رضى الله عنها أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: من ظلم قيد شبر من الأرض طوقه من سبع أرضين. رواه البخاري ومسلم.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;31.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن أبى بكرة رضي الله عنه قال: قال النبي صلى الله عليه وسلم: ألا أنبئكم بأكبر الكبائر؟ ثلاثا قالو: بلى يارسول الله، قال: الإشراك بالله، وعقوق الولدين. وجلس وكان متكئا فقال: ألا وقول الزور. قال: فما زال يكررها حتى قلنا: ليته سكت. رواه البخاري ومسلم والترمذي والنسائي.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;32.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن عبد الله بن عمر عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: السمع والطاعة على المرء المسلم فيما أحب وكره مالم يؤمر بمعصية، فإذا أمر بمعصية فلا سمع ولا طاعة. رواه البخاري.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt; font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;33.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن عامر بن أبي موسى عن أبيه قال: لما بعثه رسول الله صلى الله عليه وسلم ومعاذ بن جبل إلى اليمن قال لهما: يسر ولا تعسرا، وبشرا ولا تنفرا، وتطاوعا ولا تختلفا. رواه البخاري.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt; font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;34.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أطعموا الجائع، وعودوا المريض، وفكوا العاني. رواه البخاري.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;35.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن عائشة رضي الله عنها قالت: سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول: الأرواح جنود مجندة، فما تعارف منها وما تناكر منها اختلف. رواه البخاري وكذلك مسلم عن أبي هريرة.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;36.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن سهل بن سعد عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: أنا وكافل اليتيم فى الجنة هكذا. وقال بإصبعيه السبابة والوسطى. رواه البخاري ومسلم ومالك وأبو داود والترمذي والنسائي.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;37.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن شريح قال: قال النبي صلى الله عليه وسلم: والله لايؤمن، والله لا يؤمن، والله لايؤمن. قيل: ومن يارسول الله؟ قال: الذي لا يأمن جاره بوائقه. رواه البخاري ومسلم وأحمد وغيرهم.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt; font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;38.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن عبد الله بن عمرو أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يقول: إن خياركم أحسنكم أخلاقا. وفى رواية: إن من خير كم أحسنكم خلقا. رواه البخاري.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;39.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن خذيفة قال: سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول: لا يدخل الجنة قتات. وفى رواية: نمام. رواه الشرخان وأبو داود الترمذي والنسائي.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right:14.45pt; margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; text-indent:36.0pt;line-height:normal;mso-list:l0 level1 lfo1;direction:rtl; unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;40.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;عن عمران بن حصين قال: قال النبي صلى الله عليه وسلم: الحياء لا يأتي إلا بخير. رواه البخاري ومسلم وأحمد.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-2978074185912403347?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/2978074185912403347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=2978074185912403347' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/2978074185912403347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/2978074185912403347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/08/hadist-adabun-nabawi.html' title='Hadist Adabun Nabawi'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-8085268353093145107</id><published>2011-08-02T02:42:00.000-07:00</published><updated>2011-08-02T02:43:46.090-07:00</updated><title type='text'>Help Me</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi: embed"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Tantawi jauhari&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi: embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;mso-ansi-font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;اعلم أن هذه القصة جاءت هنا لأممام ماقبلها. ذلك أن الله في أول السورة أرانا أن آياته كلها عجب وقال لنا إن قصة أهل الكهف وقصة يوسوف بنسبة لآيات الله شىء قليل فآيات الله لا تتناهى فلا تقتصروا &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;على أنباء القرون الخالية والأمم الماضية وسير الصالحين والأمم ماهم إلا بعض ملكى والبعض المذكور قليل بالنسبة لهذه الأرض السماء المحيطة بهما . فايكم أن تضيعوا حياتكم فى ذلك بل اقرءوها للايمان ثم ادرسوا هذا الكون المحيط بكم دراسة عليمة ولا تقفوا عند الشهوات فان زينة الحياة الدنيا فانية إلى آخر ما تقدم.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi: embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;mso-ansi-font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;ولقد ظهر هذا المعنى في حديث الشيخين المتقدم إذ جاء فيه أن علم موسى وعلم الخضر فى جانب علم الله كما أخذ الطائر فى البحر.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi: embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;mso-ansi-font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;هذا تصريح من جانب الحضرة النبوية بما ذكرناه سابقا ، فإن الخضر موسى لم يخرجا عن كونهما مخلوقين نبيين ولهما قصص وحكايات وأعاجيب، فقال الخضر والموسى على الناس أن لايقفوا عند حد ماسمعوا لأن لانسمعهم إلا على قدر الهداية العامة فنحن أشبه بالهدى الخريت الذى يهدى الناس إلى سبيل وعلى الناس أن يسيروا فليس الذى يهدى الطريق هو المقصود بل الأرض والسماء أو سع منه المسافر يسافر لأغراض غير الدليل وإنما عليه أن يتبع الدليل فعلمى وعلمك قليل وعلم الله كشير إشارة إلى ما ذكره الله أول سورة (( أم حسبت أن أصبح ÷ن أصحاب الكهف والرقيم كانوا من آياتنا عجبا) فجعل آيات الله فى السموات والأرض عجاءها أبدع من قصص أهل الكهف كذلك علم موسى وعلم الخضر أقل من علم السموات والأرض وهو المستمد من علم الله. فعلم موسى و علم الخضر يدلان على علم الله و نحن ندرس مخلوقات الله لنتوصل إلى الحقائق.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi: embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;mso-ansi-font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;إن علم الأنبياء الذى يلقونه إلينا إجماليا وقراءة هذا الكون تفصيل وليس عل الأنبياء أن يعلونا غير ما هو أصل الدين وعلينا نحن التفصيل بعقولنا والنظر فى خلق ربنا. والأنبياء بما أرشدوا إليها صاروا هم المعلمين لها وإن لم يكن مباشرة. فاذ قال الله (خلق السموات والأرض بالحاق) فعلينا أن نبحث لنصل إلى الحقائق ولسنا نصل إلى ماأنيرت به بصائر الأنبياء ولكن نصل إلى ما تحتمله عقولنا (( وفوق كل ذى علم عليم)&lt;span style="mso-tab-count: 4"&gt;                               &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-tab-count:5"&gt;                                        &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-tab-count:5"&gt;                                        &lt;/span&gt;________________________________________&lt;span style="mso-tab-count:10"&gt;                                                                                &lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi: embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;mso-ansi-font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;أى علما لايكتنه كنهه ولا يقادر قدره وهو علم الغيوب وأسرار العلوم الخفية، وذكر (لدنا) قيل لأن العلم من أخص صفاته تعالى الذاتية وقد قالوا : إن القدرة لاتتعلق بشىء مالم تتعلق الارادة وهى لاتتعلق مالم يتعلق العلم فالشىء يعلم أو لافيراد فتتعلق به القدرة فيوجد.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi: embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;mso-ansi-font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;وذكر أنه بفهم من فحوى (من لدن) أو من تقديمه على (علما) اختصاص ذلك بالله تعالى كأنه قيل علما يختص بنا ولايعلم إلا بتوقيفين ، وفى اختيار (علمناه) على آتيناه من الاشارة إلى تعظيم أمر هذا العلم ما فيه ، وهذا التعليم يحتمل أن يكون بواسطة الوحى المسموع بلسان الملك وهو القسم الأول من أقسام الوحى الظهرى كما وقع لنبينا صلى الله عليه وسلم فى اخباره عن الغيوب الذى أوحاه الله تعالى إليه فى القرآن الكريم ، وأن يكون بواسطة الوحى الحاصل باشارة الملك من غير بيان بالكلام وهو القسم الثانى من ذلك ويسمى بالنفث كما فى حديث إن روح القدس نفث فى روعى أنه لن تموت نفس حتى تستكمل رزقها فاتقوا الله تعالى واجملوا فى الطالب والالهام على ما يشير اليه بعض عبارات القوم من هذا النوع ، ويثبتون له ملكا يسمونه ملك الالهام ، ويكون للانبياء عليهم السلام ولغيرهم بالاجماع ، ولهم فى الوقوف على المغيبات طرق تتشعب من تزكية الباطن.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi: embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;mso-ansi-font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;والآياة عندهم أصل فى اثبات العلم الدين ، وشاع اطلاق علم الحقيقة والعلم الباطن عليه ولم يرتض بعضهم هذا الاطلاق ، قال العارف بالله تعالى الشيخ عبد الوهاب الشعرانى عليه الرحمة فى كتابة المسمى بالدرر المنشورة فى بيان زبد العلوم المشهورة ما لفظه : وأما وبدة علم التصوف الذى وضع القوم فيه رسائلهم فهو نتيجة العمل بالكتاب و السنة فمن عمل بما علم تكلم بما تكلموا وصار جميع ما قالوه بعض ما عنده لأنه كلما ترقى العبد فى باب الأدب مع الله تعالى دق كلامه على الافهام ، حتى قال بعضهم لشيخه : إن كلام أخى فلان يدق على فهمه فقال : أن لك قميصين وله قميص واحد فهو أعلى مرتبت منك، وهذا هو الذي دعا الفقهاء ونحوهم من أهل الحجاب إلى تسمية علم الصوفية با العلم الباطن وليس ذلك بباطن إذ الباطن إنما هو علم الله تعالى وأما جميع ما علمه الخلق على اختلاف طبقاتهم فهو من العلم الظاهر لأنه ظهر للخلق فاعلم ذلك انتهى.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi: embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;mso-ansi-font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;والحق أن اطلاق العلم الباطن اصطلاحا على ما وقصوا عليه صحيح ولامشاحة فى الاصطلاحا، ووجهه أنه غير ظاهر على أكسر الناس ويتوقف حصوله على القوة القدسية دون المقدمات الفكرية وإن كان كل علم يتصف بكونه باطنا وكونه ظاهرا بالنسبة للجاهل به والعالم به، وهذا كاطلاق العلم الغريب على علم الاوفاق والطلسمات والجفر وذلك لقلة وجوده والعارفين به فاعرف ذلك . وزعم بعضهم أن لأحكام العلم الباطن وعلم الحقيقة مخالفة لأحكام الظاهر وعلم الشريعة وهوزعم باطل عاطل وخيال فاسد كاسد، وسيأتى إن شاء الله تعالى نقل نصوص القوم فيما يرده وانه لا مستند لهم فى قصة موسى والخضر عبيهما السلام.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi: embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;mso-ansi-font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;وقرأ أبو زيد عن أبى عمرو (لدنا) بتخفيف النون وهى إحدى اللغات فى لدن.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi: embed"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;Allusi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi: embed"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi: embed"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;___________________________________________________________________&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;mso-ansi-font-size: 12.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span lang="AR-SA" style="display:none;mso-hide:all"&gt;ن أ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi: embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;mso-ansi-font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi: embed"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;arrazi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi: embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;mso-ansi-font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;المسألة الأولى :&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;color:black"&gt;في الآية مسائل :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;color:black"&gt;المسألة الأولى : قوله : { فَوَجَدَا عَبْدًا مّنْ عِبَادِنَا } فيه بحثان :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;color:black"&gt;البحث الأول : قال الأكثرون إن ذلك العبد كان نبياً واحتجوا عليه بوجوه . الأول : أنه تعالى قال : { آتيناه رَحْمَةً مّنْ عِندِنَا } والرحمة هي النبوة بدليل قوله تعالى : { أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبّكَ } [ الزخرف : 32 ] وقوله : { وَمَا كُنتَ تَرْجُو أَن يلقى إِلَيْكَ الكتاب إِلاَّ رَحْمَةً مّن رَّبّكَ } [ القصص : 86 ] والمراد من هذه الرحمة النبوة ، ولقائل أن يقول نسلم أن النبوة رحمة أما لا يلزم أن يكون كل رحمة نبوة .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;color:black"&gt;الحجة الثانية : قوله تعالى : { وَعَلَّمْنَاهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا } وهذا يقتضي أنه تعالى علمه لا بواسطة تعليم معلم ولا إرشاد مرشد وكل من علمه الله لا بواسطة البشر وجب أن يكون نبياً يعلم الأمور بالوحي من الله . وهذا الاستدلال ضعيف لأن العلوم الضرورية تحصل ابتداء من عند الله وذلك لا يدل على النبوة .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;color:black"&gt;الحجة الثالثة : أن موسى عليه السلام قال : { هَلْ أَتَّبِعُكَ على أَن تعلمني } [ الكهف : 66 ] والنبي لا يتبع غير النبي في التعليم وهذا أيضاً ضعيف ، لأن النبي لا يتبع غير النبي في العلوم التي باعتبارها صار نبياً أما في غير تلك العلوم فلا .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;color:black"&gt;الحجة الرابعة : أن ذلك العبد أظهر الترفع على موسى حيث قال له : { وَكَيْفَ تَصْبِرُ على مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْراً } وأما موسى فإنه أظهر التواضع له حيث قال : { لا أَعْصِى لَكَ أمْراً } وكل ذلك يدل على أن ذلك العالم كان فوق موسى ، ومن لا يكون نبياً لا يكون فوق النبي وهذا أيضاً ضعيف لأنه يجوز أن يكون غير النبي فوق النبي في علوم لا تتوقف نبوته عليها . فلم قلتم إن ذلك لا يجوز فإن قالوا لأنه يوجب التنفير . قلنا فارسال موسى إلى التعلم منه بعد إنزال الله عليه التوراة وتكليمه بغير واسطة يوجب التنفير ، فإن قالوا : إن هذا لا يوجب التنفير فكذا القول فيما ذكروه .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;color:black"&gt;الحجة الخامسة : احتج الأصم على نبوته بقوله في أثناء القصة : { وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِى } ومعناه فعلته بوحي الله ، وهو يدل على النبوة . وهذا أيضاً دليل ضعيف وضعفه ظاهر .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;color:black"&gt;الحجة السادسة : ما روي أن موسى عليه السلام لما وصل إليه قال السلام عليك ، فقال وعليك السلام يا نبي بني إسرائيل . فقال موسى عليه السلام من عرفك هذا؟ قال : الذي بعثك إلي . قالوا وهذا يدل على أنه إنما عرف ذلك بالوحي والوحي لا يكون إلا مع النبوة ، ولقائل أن يقول : لم لا يجوز أن يكون ذلك من باب الكرامات والإلهامات .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi: embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color:black"&gt;البحث الثاني : قال الأكثرون إن ذلك العبد هو الخضر ، وقالوا إنما سمي بالخضر لأنه كان لا يقف موقفاً إلا أخضر ذلك الموضع ، قال الجبائي قد ظهرت الرواية أن الخضر إنما بعث بعد موسى عليه السلام من بني إسرائيل . فإن صح ذلك لم يجز أن يكون هذا العبد هو الخضر . وأيضاً فبتقدير أن يكون هذا العبد هو الخضر ، وقد ثبت أنه يجب أن يكون نبياً فهذا يقتضي أن يكون الخضر أعلى شأناً من موسى صاحب التوراة ، لأنا قد بينا أن الألفاظ المذكورة في هذه الآيات تدل على أن ذلك كان يترفع على موسى ، وكان موسى يظهر التواضع له إلا أن كون الخضر أعلى شأناً من موسى غير جائز لأن الخضر إما أن يقال إنه كان من بني إسرائيل أو ما كان من بني إسرائيل ، فإن قلنا : إنه كان من بني إسرائيل ( فقد ) كان من أمة موسى لقوله تعالى : حكاية عن موسى عليه السلام أنه قال لفرعون : (أرسل معنا بني إسرائل لم يجز أن يكون أفضل من موسى لقوله تعالى لبني إسرائيل : (وأني فضلتكم عل العالمين) (البقرة 47) وهذه الكلمات تقوي قول من يقول : إن موسى هذا غير موسى صاحب التورة.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi: embed"&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:18.0pt"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi: embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;mso-ansi-font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;المسألة الثالثة : قوله : (وعلمناه من لدنا علما ) يفيد أن تلك العلوم حصلت عنده من عند الله من غير واسطة، والصوفية سموا العلوم الحاصلة بطريق المكاشفات العلوم اللدنية، و للشيخ أبي حمد الغزلى رسالة في إثبات العلوم اللدنية ، وأقول تحقيق الكلام فى هذا الباب أن نقول : إذا أدركنا أمرا من الأمور وتصورنا حقيقة من الحقائق فإما أن نحكم عليه بحكم وهو التصديق أو لا نحكم وهو التصور، وكل واحد من هذين القسمين فإما أن يكون نظريا حاصلا من غير كسب وطلب ، وإما أن يكون كسبيا ، أم العلوم النظرية فهي تحصل فى النفس والعقل من غير كسب وطلب ، مثل تصورنا الألم و اللذة ، والوجود والعدم ، ومثل تصديقنا بأن النفي و الإثبات لا يجتمعان ولايرتفعان ، وأن الواحد نصف الاثنين . وأما العلوم الكسبية فهي التي لا تكون حاصلة في جوهر النفس ابتداء بل لابد من طريق يتوصل به إلى اكتساب تلك العلوم، وهذا الطريق على قسمين : أحدهما : أن يتكلف الإنسان تركب تلك العلوم البديهية النظرية حتى يتوصل بتركبها إلى استعلام المجهولات. وهذا الطريق هو المسمى بالنظر والتفكر والتدبر والتأمل والتروي والاستدلال ، وهذا النوع من تحصيل العلوم هو الطريق الذي يتم إلا بالجهد والطلب . والنوع الثانى : أن يسعى الإنسان بوسطة الرياضيات والمجاهدات فى أن تصير القوى الحسية والخيالية ضعيفة فإذا ضعفت قويت القوة وأشرقت الأنوار الإلهية فى جوهر العقل ، وحصلت المعارف وكلمات العلوم من غير واسطة سعي وطلب فى التفكير و التأمل، وهذا هو المسمى بالعلوم اللدنية، إذا عرفت هذا فنقول : جواهر النفس الناطقة مختلفة بالمهية فقد تكون النفس نفسا مشرقة نورانيى إلهية علوية قليلة التعلق بالجواذب البدنية والنوازع الجسمانية فلا جرم كانت أبدا شديدة الاستعداد لقبول الجلايا القدسية ولأنوار الإلهية، فلا جرم فاضت عليها من عالم الغيب تلك الأنوار على سبيل الكمال والتمام ، وهذا هو المراد باللعلم اللدني وهو المراد من قوله (آتيناه رحمة من عندنا وعلمناه من لدنا علما) وأما النفس التى ما بلغت في صفاء الجواهر وإشراق العنصور فهي النفس الناقصة البليدة التي لا يمكنها تحصيل المعارف والعلوم إلا بمتوسطة بشري يحتال في تعلمه والقسم الأول بالنسبة إلى القسم الثانى كا الشمس بالنسبة إلى الأضواء الجزئية وكالبحر باللنسبة إلى الجدوال الجزئية والكاالروح الأعظم بالنسبة إلى الأرواح الجزئية . فهذا تنبيه قليل على هذا المأخذ، ووراءه أسرار لايمكن ذكرها فى هذا الكتاب. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi: embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;mso-ansi-font-size:12.0pt; font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-8085268353093145107?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/8085268353093145107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=8085268353093145107' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/8085268353093145107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/8085268353093145107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/08/help-me.html' title='Help Me'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-6517079930686134025</id><published>2011-07-30T23:47:00.000-07:00</published><updated>2011-07-31T00:26:30.007-07:00</updated><title type='text'>Marhaban Ya Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-5-7xUK6jjj0/TjT68LbUnBI/AAAAAAAAAQY/QvD3XNysx_o/s1600/marhaban%2Bya%2BRamadhan.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: left;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px; " src="http://3.bp.blogspot.com/-5-7xUK6jjj0/TjT68LbUnBI/AAAAAAAAAQY/QvD3XNysx_o/s400/marhaban%2Bya%2BRamadhan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5635404945513815058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Besok Ramadhan Tiba,&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Mari Saling berjabat tangan, saling memaafkan..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Untuk wujudkan Ramadhan yang berkah,,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Insyaallah,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Mendapat rahmah dari Allah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" dir="RTL" style="font-size: 18pt; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٨٣&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align: left;direction: rtl; unicode-bidi: embed; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;183. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:18.0pt"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;Ilham Mustafa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-6517079930686134025?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/6517079930686134025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=6517079930686134025' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/6517079930686134025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/6517079930686134025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/07/marhaban-ya-ramadhan.html' title='Marhaban Ya Ramadhan'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-5-7xUK6jjj0/TjT68LbUnBI/AAAAAAAAAQY/QvD3XNysx_o/s72-c/marhaban%2Bya%2BRamadhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-7620483541371053187</id><published>2011-07-27T23:20:00.000-07:00</published><updated>2011-07-27T23:21:40.137-07:00</updated><title type='text'>TAFSIR MUQARAN</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;line-height: 150%; "&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;A.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Pengertian Tafsir Muqaran&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Secara etimologi, Tafsir muqaran adalah panduan dari dua kata yang mengandung makna yang tersendiri, yang terdiri dari kata tafsir dan muqaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Secara etimologi, kata tafsir merupakan masdar dari kata fassara yaitu: &lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" dir="RTL" style="font-size:18.0pt;mso-ansi-font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" dir="RTL" style="font-size:18.0pt;mso-ansi-font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;فسر – يفسر -تفسيرا&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;Yang berarti menjelaskan (&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" dir="RTL" style="font-size: 18.0pt;mso-ansi-font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" dir="RTL" style="font-size:18.0pt; mso-ansi-font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;الابانة&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; membuka, (&lt;span lang="AR-SA" dir="RTL" style="font-size:18.0pt;mso-ansi-font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;الكشف&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), mengungkapkan maksud atau maknanya (&lt;span lang="AR-SA" dir="RTL" style="font-size:18.0pt; mso-ansi-font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;إظهار المعنى&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;), dan menerangkan (&lt;span lang="AR-SA" dir="RTL" style="font-size:18.0pt;mso-ansi-font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language: EN-US"&gt;التبين&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;).&lt;a style="mso-footnote-id:ftn1" href="file:///D:/My%20Document/mision.docx#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character:footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;mso-bidi-font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Sedangkan dalam Lisan al-a’rab dijelaskan bahwa kata al-Fasr berarti menyingkap sesuatu yang tertutup, sedangkan kata tafsir menyingkapkan maksud sesuatu lafal yang sulit.&lt;a style="mso-footnote-id:ftn2" href="file:///D:/My%20Document/mision.docx#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character:footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;mso-bidi-font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Dalam al-Quran dinyatakan :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" dir="RTL" style="margin-top:0cm;margin-right: 36.0pt;margin-bottom:0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;mso-add-space: auto;text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;mso-ansi-font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;وَلا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا (٣٣)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;mso-bidi-font-size:18.0pt; line-height:150%"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;33. tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya[1067].&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;mso-bidi-font-size:18.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;Maksud dari kalimat yang terakhir paling baik penjelasan dan perinciannya. Kemudian sebagian ulama berpendapat kata tafsir adalah kata yang terbalik, yang berasal dari kata ‘safara’ yang juga berarti menyingkap (&lt;i&gt;al-Kasyaf)&lt;/i&gt;,&lt;a style="mso-footnote-id:ftn3" href="file:///D:/My%20Document/mision.docx#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character:footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;mso-bidi-font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; sedangkan menurut ar-Raghib, kata “al-Fasr” dan “as-Safr” adalah dua kata yang berdekatan makna lafaznya, tetapi yang pertama menunjukkan arti menampakkan (menzhahirkan) makna yang ma’qul (abstrak), sedangkan yang kedua untuk menampakkan benda kepada penglihatan mata.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;Berdasarkan penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kata tafsir artinya menjelaskan dan menyingkapkan maksud lafaz yang sulit dipahami secara sederhana. Secara terminologi, tafsir mempunyai banyak pengertian yang dikemukakan oleh para ulama, diantaranya :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left:54.0pt;mso-add-space:auto; text-align:justify;text-indent:-18.0pt;line-height:150%;mso-list:l0 level1 lfo2"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;1.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;al-Zarkasyi, dalam al-Burhan fiulum al-Quran mengemukakan pengertian tafsir sebagi berikut:&lt;a style="mso-footnote-id:ftn4" href="file:///D:/My%20Document/mision.docx#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character:footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;mso-bidi-font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;line-height:150%; direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt; mso-ansi-font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;علم يفهم له كتاب الله المنزل على نبيه محطد صلى الله عليه وسلم وبيان معانيه واستخرج احكامه وحكمه&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Artinya: ilmu untuk memahami kitab Allah yang diturunkan kepada Muhammad saw, menjelaskan makna-maknanya serta menggali hukum-hukum dan hikmahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left:54.0pt;mso-add-space:auto; text-align:justify;text-indent:-18.0pt;line-height:150%;mso-list:l0 level1 lfo2"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;2.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Menurut &lt;i&gt;Abu Hayyan&lt;/i&gt;, dalam al-Bahr al-Muhith, dia mengemukakan definisi tafsir sebagai berikut:&lt;a style="mso-footnote-id:ftn5" href="file:///D:/My%20Document/mision.docx#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character:footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;mso-bidi-font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt; line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt;mso-ansi-font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-ansi-language:EN-US"&gt;علم يبحث عن كيفية النطق بألفاظ القرآن ومدلولاتها وأحكامها الإفرادية والتركيبية، ومعانيها التى تحمل عليها حلة التركيب وتتمات لذلك.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;Artinya : ilmu yang membahas tentang cara mengucapkan lafaz-lafaz al-Quran tentang petunjuk hukum-hukumnya baik ketika berdiri sendiri maupu&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;ketika tersusun dari makna-makna yang dimungkinkan baginya ketika tersusun serta hal-hal lain yang melengkapinya:.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;Abu Hayyan menjelaskan unsur-unsur yang terkandung dalam definisi tersebut, ia menjelaskan bahwa kata ‘ilmu adalah sejenis kata yang meliputi segala macam ilmu, kalimat yang membahas cara mengucapkan lafal al-Quran adalah ilmu Qiraat. Petunjuknya adalah pengertian yang ditunjukkan oleh lafal-lafal itu. Dan yang dimaksud disini adalah ilmu bahasa yang diperlukan dalam ilmu ini. Kalimat hukum-hukumnya baik ketika berdiri sendiri maupun ketika tersusun, meliputi tasyrif (syaraf), ilmu I’rab, ilmu bayan, ilmu badi’, kalimat makna-maknanya yang dimungkinkan baginya ketika tersusun, meliputi pengertian yang hakiki dan majazi, sebab suatu susunan kalimat terkadang menurut lahirnya menghendaki suatu makna tetapi untuk membawanya ke makna lahir itu terdapat penghalang sehingga tarkib tersebut mesti dibawa kepada makna yang bukan makna lahir yaitu majaz, dan kalimat-kalimat hal lain yang meliputi tentang nasekh, asba al-nuzul, kisah-kisah yang dapat menjelaskan sebagian yang kurang jelas dalam al-Quran, dan lain sebagainya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;Kedua defini diatas sama-sama menerangkan pengertian tafsir sebagai upaya memahami kitab Allah swt, menerangkan makna-makna serta mengambil hukum-hukum dan hikmah-hikmahnya. Meskipun definisi yang diungkapkan oleh abu hayyan sangat luas dan rinci, tetapi dari kata ilmu yang disebutkan oleh al-Zarkasyi barangkali telah terhimpun di dalamnya berbagai ilmu yang disampaikan oleh Abu Hayyan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;Tetapi bila dianalisa kembali pengertian yang diatas belum cukup, karena dalam menafsirkan merupakan upaya untuk memahami al-Quran berdasarkan kemampuan manusia, maka bila dilihat dari pengertian yang diberikan oleh Khalil Usman al-Sabti, adalah:&lt;a style="mso-footnote-id:ftn6" href="file:///D:/My%20Document/mision.docx#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;mso-bidi-font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:Calibri;mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:EN-US; mso-bidi-language:AR-SA"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;line-height:150%; direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt; mso-ansi-font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;علم يبحث عن احوال القرأن من حيث دلالته على مراد الله تعالى بقدر الطاقة البشرية&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Artinya : ilmu yang membahas tentang hal-hal yang berhubungan dengan al-Quran dari segi indikasi-indikasinya untuk memahami maksud Allah Swt, sesuai dengan kemampuan manusia”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Bisa dilihat lagi definisi yang diberikan oleh Muhammad Husein al-Dzahabi, hampir sama yang diberikan oleh Khalil Usman al-Sabti, yaitu:&lt;a style="mso-footnote-id:ftn7" href="file:///D:/My%20Document/mision.docx#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character:footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;mso-bidi-font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align:justify;line-height:150%; direction:rtl;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-size:18.0pt; mso-ansi-font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;علم يفهم عن مراد الله تعالى بقدر الطاقة البشرية&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Artinya : ilmu yang membahas tentang maksud Allah swt berdasarkan kemampuan manusia”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Dari definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa esensi dan tujuan tafsir adalah upaya untuk memahami al-Quran, memahami makna dan menerangkan maksudnya dengan mempergunakan berbagai macam ilmu yang diperlukan serta berdasarkan pada batas kemampuan dan kesanggupan manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Kata muqaran adalah masdar dari kata, &lt;span lang="AR-SA" dir="RTL" style="font-size:18.0pt; mso-ansi-font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:EN-US"&gt;قارن – بقارن –مقارن &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;yang mempunyai arti : perbandingan (comparative)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Ali Hasan al-Aridhl, memberikan definisi tafsir muqaran adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;“metode yang ditempuh oleh seorang mufasir dengan cara mengambil sejumlah ayat-ayat al-Quran kemudian mengemukakan penafsiran para ulama terhadap ayat-ayat tersebut, baik mereka itu ulama salaf maupun kalaf yang metode kecendrungan mereka berbeda0beda baik penafsiran mereka berdasarkan riwayat yang berasal dari Rasulullah saw, para sahabat atau tabiin (bil al-Ma’tsur) atau berdasarkan rasio (ijtihad/ tafsir bil al-Ra’yi) dan mengungkapkan pendapat mereka sertaa membandingkan segi-segi dan kecendrungan masing-masing yang berbeda dalam menafsirkan al-Quran”&lt;a style="mso-footnote-id:ftn8" href="file:///D:/My%20Document/mision.docx#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character:footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;mso-bidi-font-size: 18.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Kemudian ulama yang lain juga menyatakan tafsir muqaran adalah :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;“metode tafsir yang membandingkan ayat al-Quran yang satu dengan yang lainnya, yaitu ayat-ayat yang mempunyai kemiripan redaksi dalam dua masalah atau kasus yang berbeda atau lebih, dan memiliki redaksi yang berbeda untuk masalah atau kasus yang sama atau diduga sama, atau membandingkan ayat al-Quran dan hadis yang nampak bertentangan, serta membandingkan pendapat para ulama tafsir yang berkaitan dengan al-Quran”.&lt;a style="mso-footnote-id:ftn9" href="file:///D:/My%20Document/mision.docx#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;mso-bidi-font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:Calibri;mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:EN-US; mso-bidi-language:AR-SA"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Metode tafsir yang membandingkan ayat al-Quran yang satu dengan yang lainnya, yaitu ayat-ayat yang mempunya kemiripan redaksi dalam dua masalah atau kasus yang berbeda atau lebih, dan atau memiliki redaksi yang berbeda untuk masalah atau kasus yang sama diduga sama atau membandingkan ayat al-Quran dengan hadits, yang nampak bertentangan, serta membandingkan pendapat ulama tafsir yang berkaitan dengan al-Quran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Berdasarkan defini diatas bahwa tafsir muqaran mempunyai pembahasan yang sangat luas sekali. Dari definisi yang sangat detail maka dapat diklasifikasikan bahwa tafisr muqaran mempunyai objek kerja yang meliputi tiga hal :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt; line-height:150%;mso-list:l2 level1 lfo3"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;1.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Perbandingan antara ayat-ayat yang ada dalam al-Quran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt; line-height:150%;mso-list:l2 level1 lfo3"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;2.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Perbandingan ayat-ayat al-Quran dengan hadis nabi Muhammad saw.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;text-indent:-18.0pt; line-height:150%;mso-list:l2 level1 lfo3"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;3.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Perbandingan penafsiran ulama berdasarkan kecendrungan yang mereka miliki.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Bila ditinjau lebih jauh, bahwa definisi di atas biladilihat melalui pendekatan ilmu logika, mantik, terlalu banyak pemborosan komponen. Kemudian Komarudin Hidayat mengemukakan bahwa jika metode ini dilaksanakan secara konsisten, tentu saja metode ini sangat bagus, dapat memperkaya wawasan pembacanya.&lt;/p&gt;  &lt;div style="mso-element:footnote-list"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%" style="text-align: justify;"&gt;    &lt;div style="mso-element:footnote" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify"&gt;&lt;a style="mso-footnote-id: ftn1" href="file:///D:/My%20Document/mision.docx#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character:footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:Calibri;mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:EN-US; mso-bidi-language:AR-SA"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Manna’ al-khalil al Qattan, &lt;i&gt;Studi ilmu-ilmu al-Quran, &lt;/i&gt;penerjamah, Mudzakir AS, judul asli “&lt;i&gt;Mabahits fiy ‘Ulum al-Quran”, &lt;/i&gt;(Jakarta: Lintera Antara Nusa, 1992), h. 455.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="mso-element:footnote" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="mso-footnote-id:ftn2" href="file:///D:/My%20Document/mision.docx#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: Calibri;mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Al-Imam al-Allamah abi al-Fadhl Jamal al-Din Muhammad ibn Makram ibn Manzur al-Afriqi al-Mishri, &lt;i&gt;Lisan al-a’rab, &lt;/i&gt;(Bairut Dar al-Shadir, 1994) cet, ke-2, jilid, v, h. 55.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="mso-element:footnote" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="mso-footnote-id:ftn3" href="file:///D:/My%20Document/mision.docx#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: Calibri;mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Manna’ al-Khalil al-Qattan, Op, cit., h. 456.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="mso-element:footnote" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify"&gt;&lt;a style="mso-footnote-id: ftn4" href="file:///D:/My%20Document/mision.docx#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character:footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:Calibri;mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:EN-US; mso-bidi-language:AR-SA"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Al-Imam Badr al-Din Muhammad ibn, ‘Abd Allah al-Zarkasyi, (selanjutnya ditulis al-Zarkasyi), alburhan fi ‘Ulum al-Quran, (t,t ‘Isa al-Babi al-Halabi wa Syutakah, t,th), cet, ke-2 juz, 1, h. 13.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="mso-element:footnote" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="mso-footnote-id:ftn5" href="file:///D:/My%20Document/mision.docx#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: Calibri;mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character:footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:Calibri;mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:EN-US; mso-bidi-language:AR-SA"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Muhammad Husein al-Dzahabi (selanjutnya ditulisal-Dzahabi), al-tafsir wa al-Mufasirun, (t,t: t,p, 1976), cet. Ke-2, Juz 1, h.13.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="mso-element:footnote" id="ftn6"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="mso-footnote-id:ftn6" href="file:///D:/My%20Document/mision.docx#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: Calibri;mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;i&gt;Khalil&lt;/i&gt; bin Usman al-Sabti, Qawaid al-Tafsir, (Mekkah: Dar ibn Affan, 1997), jilid 1, h. 29.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="mso-element:footnote" id="ftn7"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="mso-footnote-id:ftn7" href="file:///D:/My%20Document/mision.docx#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: Calibri;mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Al-Zahabi, Op, cit., h. 15.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="mso-element:footnote" id="ftn8"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="mso-footnote-id:ftn8" href="file:///D:/My%20Document/mision.docx#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: Calibri;mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character:footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:Calibri;mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:EN-US; mso-bidi-language:AR-SA"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Ali Hasan al-‘aradhl, Sejarah dan metodologi tafsir, judul asli, “tarikh al-tafsir wa manahij al-Mufasirin”, Penerjemah : Ahmad Arkum, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1994), cet, ke-2, h. 75.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="mso-element:footnote" id="ftn9"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="mso-footnote-id:ftn9" href="file:///D:/My%20Document/mision.docx#_ftnref9" name="_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="mso-special-character: footnote"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family: Calibri;mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-ansi-language:IN;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Bustani Abdul Ghani, (Ed, “Tafsir al-Quran dengan metode Maudhu’iy”, beberapa aspek ilmiah al-Quran, (Jakarta: lintera Antara Nusa, 1994), cet, ke-1, h. 31.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-7620483541371053187?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/7620483541371053187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=7620483541371053187' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/7620483541371053187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/7620483541371053187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/07/tafsir-muqaran.html' title='TAFSIR MUQARAN'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-6192022949397798244</id><published>2011-07-27T03:14:00.001-07:00</published><updated>2011-07-27T03:16:57.756-07:00</updated><title type='text'>TAFSIR AL-QUR’AN AL-KARIM : Al-Maraghi</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; font-size: 16px; "&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="96%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="10%"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penulis&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="2%"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="88%"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a class="maroon" href="http://www.psq.or.id/tokoh_detail.asp?id=8&amp;amp;mnid=36" style="color: rgb(128, 0, 0); text-decoration: none; font-family: Arial, Verdana; "&gt;AHMAD MUSTHAFA AL-MARAGHI&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="10%"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kategori&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="2%"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="88%"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tafsir Ilmi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="10%"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mazhab&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="2%"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="88%"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Syafii-Asyariyah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="10%"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terbit&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="2%"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="88%"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1950 M&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-body entry-content" id="post-body-6189501742888010830"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; line-height: 24px; "&gt;Jumlah&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;: 30 Juz dalam 10 Jilid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; " lang="EN-US"&gt;Terbit&lt;span&gt;              &lt;/span&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;: Maktabah al-Babi al-Halabi (Kairo), 1369 H./1950 M.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; " lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: 18pt; "&gt;Tafsir  al-Maraghi merupakan hasil keuletan dan kerja keras Ahmad Musthafa  al-Maraghi selama kurang lebih 10 tahun, dari tahun 1940-1950 M.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Penulisan  tafsir yang dilakukan oleh Musthafa al-Maraghi ini tidak sampai  mengganggu aktifitas pokoknya sebagai seorang dosen, justru kedua tugas  tersebut berjalan seiring tanpa saling mengganggu satu sama lain.  Menurut sebuah sumber, ketika al-Maraghi menulis tafsirnya, ia hanya  membutuhkan waktu istirahat selama empat jam sedangkan 20 jam yang  tersisa digunakan untuk mengajar dan menulis. Ketika malam telah  bergeser pada paruh terakhir kira-kira Jam 3.00, al-Maraghi memulai  aktifitasnya dengan shalat tahajjud dan hajat seraya berdoa memohon  petunjuk dari Allah, lalu dilanjutkan dengan menulis tafsir ayat demi  ayat. Pekerjaan itu diistirahatkan ketika berangkat kerja. Setelah  pulang ia tidak istirahat sebagaimana orang lain pada umumnya, melainkan  ia melanjutkan tulisannya yang kadang-kadang sampai jauh malam.  Demikianlah aktifitas al-Maraghi selama sepuluh tahun dalam menggoreskan  tinta emas, sehingga lahir sebuah tafsir yang menghiasi etalase  perpustakaan Islam di berbagai negara muslim dewasa ini.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;Penulisan  tafsir ini tidak terlepas dari rasa tanggungjawab Al-Maraghi sebagai  salah seorang ulama tafsir yang melihat begitu banyak problema yang  membutuhkan pemecahan dalam masyarakatnya. Ia merasa terpanggil untuk  menawarkan berbagai solusi berdasarkan dalil-dalil Qur’ani sebagai  alternatif. Maka dari itu, tidak mengherankan apabila tafsir yang lahir  dari tangannya tampil dengan gaya modern, yaitu disesuaikan dengan  kondisi masyarakat yang sudah maju dan modern, seperti dituturkan oleh  al-Maraghi sendiri dalam pembukaan tafsirnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;Dari  sudut metodologi, al-Maraghi mengembangkan metode baru. Bagi sebagian  pengamat tafsir, al-Maraghi adalah mufassir yang pertama kali  memperkenalkan metode tafsir yang memisahkan antara "uraian global" dan  "uraian rincian", sehingga penjelasan ayat-ayat di dalamnya dibagi  menjadi dua kategori, yaitu &lt;i&gt;ma’na ijm&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; " lang="EN-US"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;li&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;dan &lt;i&gt;ma’na tahl&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; " lang="EN-US"&gt;ī&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;li&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;Kemudian,  dari segi sumber yang digunakan selain menggunakan ayat dan atsar,  al-Maraghi juga menggunakan ra’yi sebagai sumber dalam menafsirkan  ayat-ayat. Namun perlu diketahui, penafsirannya yang bersumber dari  riwayat (relatif) terpelihara dari riwayat yang lemah dan susah diterima  akal atau tidak didukung oleh bukti-bukti secara ilmiah. Hal ini  diungkapkan oleh beliau sendiri pada muqaddimahnya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText"&gt;"Maka  dari itu kami tidak perlu menghadirkan riwayat-riwayat kecuali riwayat  tersebut dapat diterima dan dibenarkan oleh ilmu pengetahuan. Dan, kami  tidak melihat di sana hal-hal yang menyimpang dari permasalahan agama  yang tidak diperselisihkan lagi oleh para ahli. Dan, menurut kami, yang  demikian itu lebih selamat untuk menafsirkan kitabullah serta lebih  menarik hati orang-orang yang berkebudayaan ilmiah yang tidak bisa puas  kecuali dengan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bukti-bukti dan dalil-dalil, serta cahaya pengetahuan yang benar".&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0cm; margin-right: 20.95pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 37.4pt; line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;Ungkapan  al-Maraghi di atas menegaskan bahwa riwayat-riwayat yang dijadikan  sebagai penjelas terhadap ayat-ayat Al-Qur'an adalah riwayat yang  shahih, dalam arti yang dapat digunakan sebagai &lt;i&gt;hujjah&lt;/i&gt;, di  samping menggunakan kaidah bahasa Arab, dengan analisis ilmiah yang  disokong oleh pengalaman pribadi sebagai insan akademis dan pandangan  para cendekiawan dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. Ini berarti  dilihat dari sumbernya Al-Maraghi menggunakan&lt;i&gt;naql &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;‘aql &lt;/i&gt;secara berimbang dalam menyusun tafsirnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;Dalam  konteks modern rasanya penulisan tafsir dengan melibatkan dua sumber  penafsiran tersebut merupakan sebuah keniscayaan. Sebab, sungguh tidak  mungkin menyusun tafsir dengan hanya mengandalkan riwayat semata, selain  karena jumlah riwayat yang sangat terbatas juga karena kasus-kasus yang  muncul membutuhkan penjelasan yang semakin komprehensif, seiring dengan  perkembangan problematika sosial, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang  sangat cepat. Sebaliknya, melakukan penafsiran dengan mengandalkan akal  semata juga tidak mungkin, karena dikhawatirkan rentan akan  penyimpangan-penyimpangan, sehingga tafsir itu justru tidak dapat  diterima. Mungkin dengan alasan inilah, sejak memasuki masa muta’akhirin  sampai sekarang banyak penafsiran Al-Qur'an yang mengkombinasikan rasio  dan riwayat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;Kalau  diadakan pembacaan yang lebih cermat, akan diperoleh kesan bahwa dalam  menyusun tafsirnya Al-Maraghi tidak terlepas dari pengaruh tafsir-tafsir  yang ada sebelumnya, terutama &lt;i&gt;Tafsir al-Manar&lt;/i&gt;. Hal ini wajar  karena dua penulis tafsir tersebut, masing-masing Muhammad Abduh dan  Rasyid Ridha, merupakan guru yang paling banyak memberikan bimbingan  kepada Al-Maraghi di bidang tafsir. Pengaruh itu dapat dilihat pada  corak penafsirannya yang bernuansa modern. Bahkan, sebagian orang  berpendapat bahwa &lt;i&gt;Tafsir al-Maraghi &lt;/i&gt;adalah penyempurnaan terhadap &lt;i&gt;Tafsir al-Manar &lt;/i&gt;yang  sudah ada sebelumnya. Metode yang digunakan juga dipandang sebagai  pengembangan dari metode yang digunakan oleh Muhammad Abduh dan Rasyid  Ridha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;Terlepas dari apakah &lt;i&gt;Tafsir Al-Maraghi &lt;/i&gt;banyak  dipengaruhi oleh tafsir-tafsir yang lain, secara deskriptif sistematika  dan langkah-langkah yang digunakan di dalamnya adalah sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman'; "&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;Menyebutkan  satu, dua, atau sekelompok ayat yang akan ditafsirkan; Pengelompokan  ini kelihatannya dilakukan dengan melihat kesatuan inti atau pokok  bahasan. Ayat-ayat ini diurut menurut tertib ayat mulai dari surah al-F&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; " lang="EN-US"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;tihah sampai surah an-N&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; " lang="EN-US"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;s.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;2.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman'; "&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;Penjelasan kosa kata (&lt;i&gt;syarh al-mufrad&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; " lang="EN-US"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;);  Setelah menyebutkan satu, dua, atau sekelompok ayat, al-Maraghi  melanjutkannya dengan menjelaskan beberapa kosa kata yang sukar menurut  ukurannya. Dengan demikian, tidak semua kosa kata dalam sebuah ayat  dijelaskan melainkan dipilih beberapa kata yang bersifat konotatif atau  sulit bagi pembaca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;3.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman'; "&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;Pengertian umum ayat (&lt;i&gt;Ma’na al-Ijm&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; " lang="EN-US"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;li&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;);  Dalam hal ini, al-Maraghi berusaha menggambarkan maksud ayat secara  global, yang dimaksudkan agar pembaca sebelum melangkah kepada  penafsiran yang lebih rinci dan luas ia sudah memiliki pandangan umum  yang dapat digunakan sebagai asumsi dasar dalam memahami maksud ayat  tersebut lebih lanjut. Kelihatannya pengertian secara ringkas yang  diberikan oleh al-Maraghi ini merupakan keistimewaan dan sesuatu yang  baru, di mana sebelumnya tidak ada mufassir yang melakukan hal serupa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;4.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman'; "&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;Penjelasan (&lt;i&gt;al-Īdh&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; " lang="EN-US"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;h&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;); Pada langkah terakhir ini, al-Maraghi memberikan penjelasan yang luas, termasuk menyebutkan &lt;i&gt;asb&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; " lang="EN-US"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;b an-Nuz&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; " lang="EN-US"&gt;ū&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;l &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;jika ada dan dianggap &lt;i&gt;shahih &lt;/i&gt;menurut  standar atau kriteria keshahihan riwayat para ulama. Dalam memberikan  penjelasan, kelihatannya Al-Maraghi berusaha menghindari uraian yang  bertele-tele (&lt;i&gt;al-ithn&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; " lang="EN-US"&gt;ā&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;b&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;),  serta menghindari istilah dan teori ilmu pengetahuan yang sukar  dipahami. Penjelasan tersebut dikemas dengan bahasa yang sederhana,  singkat, padat, serta mudah dipahami dan dicerna oleh akal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.7pt; line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;Ali  Iyazi menyimpulkan bahwa pembahasan kitab tafsir ini mudah dipahami dan  enak dicerna, sesuai dengan kebutuhan masyarakat kelas menengah dalam  memahami Al-Qur’an, serta relevan dengan problematika yang muncul pada  masa kontemporer.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt;Tafsir  al-Maraghi pertama kali diterbitkan pada tahun 1951 di Kairo. Pada  terbitan yang pertama ini, tafsir al-Maraghi terdiri atas 30 juz atau  dengan kata lain sesuai dengan pembagian juz al-Qur'an. Lalu, pada  penerbitan yang kedua terdiri dari 10 jilid, di mana setiap jilid berisi  3 juz, dan juga pernah diterbitkan ke dalam 15 Jilid, di mana setiap  jilid berisi 2 juz. Yang banyak beredar di Indonesia adalah tafsir  al-Maraghi yang diterbitkan dalam 10 jilid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: Arial; "&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 18pt; text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Arial; "&gt;(Keterangan ini merujuk pada kitab &lt;i&gt;al-Mufassirūn Hayātuhum wa Manhajuhum&lt;/i&gt; karya Sayyid Muhammad Ali Iyazi dan kitab &lt;i&gt;Tafsîr al-Qur’ân al-Karîm &lt;/i&gt;karya al-Maraghi sendiri).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-6192022949397798244?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/6192022949397798244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=6192022949397798244' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/6192022949397798244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/6192022949397798244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/07/tafsir-al-quran-al-karim-al-maraghi.html' title='TAFSIR AL-QUR’AN AL-KARIM : Al-Maraghi'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-1323876155957107146</id><published>2011-07-24T08:28:00.003-07:00</published><updated>2011-07-24T08:29:49.444-07:00</updated><title type='text'>Berharap Injury Time</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-drBqwUBsu8I/Tiw6WzJrpvI/AAAAAAAAAQE/fNTj-8CvxEk/s1600/ilhm.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 251px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-drBqwUBsu8I/Tiw6WzJrpvI/AAAAAAAAAQE/fNTj-8CvxEk/s400/ilhm.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5632941397295998706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;text-indent: 36pt; line-height: 150%; "&gt;&lt;a name="_GoBack"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Di berbagai pertandingan bola, kita sering mendengar kata &lt;i&gt;injury time&lt;/i&gt;. Sebagian besar orang mengartikan kata injury time ini dengan perpanjangan waktu. Perpanjangan waktu dilakukan sebagai pengganti waktu yang hilang akibat tertundanya permainanberupa pelanggaran atau peristiwa-peristiwa lain yang mengganggu pertandingan.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="mso-bookmark:_GoBack"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US"&gt;Ketika menonton pertandingan sepakbola, menit-menit akhir merupakan sesuatu yang menegangkan. Karena menit akhir merupakan penentu kemenangan tim. Tim yang berada dalam posisi kalah, akan berusaha sebaik-baiknya untuk mengalahkan. Begitu juga tim yang menang akan berusaha mempertahankan. Oleh karena itu, sering kita melihat kejadian yang dramatis diakhir pertandingan bola. Bisa saja tim yang dalam posisi kalah, membalikkan kedudukan, karena pemain mulai kelelahan dan tidak konsentrasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="mso-bookmark:_GoBack"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US"&gt;Begitu juga dalam kehidupan sehari-hari. Selalu ada drama yang menegangkan diakhir waktu. Bahkan seringkali ada tambahan waktu sebagai bentuk dispensasi. Bisa saja kita mengatakan &lt;i&gt;deadline&lt;/i&gt;sebagai harga mati, tetapi masih ada juga alasan untuk penambahan waktu. Di dalam kehidupan penambahan waktu itu disebabkan karena tidak melakukan sesuatu secara konsisten. Padahal nabi telah mengingatkan kita melalui hadis riwayatAisyah. Ketika itu Nabi ditanya, “Amal apakah yang paling disukai Allah? Beliau berkata, “Amal yang paling teratur dan terus menerus, sekalipun mungkin sedikit.” Beliau menambahkan, “jangan bebani dirimu, kerjakanlah amal ibadah menurut kemampuanmu (HR-Al-Bukhari).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="mso-bookmark:_GoBack"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US"&gt;Itu yang sering dilupakan oleh manusia. Tidak beramal secara konstan. Yang berefek kepada kerja yang tidak efektif. Melakukan pekerjaan tidak melalui perancangan yang matang. Karena bagi orang yang suka berleha-leha, ketika ada suatu pekerjan akan berujar “kapan terakhir dikumpulkan atau kapan waktu terakhirnya?” maka tidak usah janggal melihat, ketika membayar rekening listrik atau PDAM jika sudah diakhir waktunya akan mengakibatkan antrian yang panjang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="mso-bookmark:_GoBack"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US"&gt;Birokrasi pemerintahan, sering juga begitu. Ketika sudah masa akhir Laporan pertanggung jawaban (LPJ), maka pegawai akan terlihat “super sibuk”. Acara seolah dipaksakan ada, dengan alasan menghabiskan anggaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="mso-bookmark:_GoBack"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US"&gt;Sebagian Mahasiswa atau pelajar juga seringmemamfaatkan menit-menit terakhir. Ketika ada tugas, maka dibuat pada hari sebelumnya bahkan ada yang mengerjakan sebelum waktu pengumpulan. Begitu juga saat ujian, mahasiswa akan memakai sistem &lt;i&gt;kebut semalam&lt;/i&gt;..Kondisi kampus kita, juga terlihat begitu-begitu juga. Sering sibuk bila telah diakhir-akhir waktu.Sedangkan Merekadituntut untuk melaksanakan program, tidak masalah tidak bagus, yang penting sudah terlaksana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;Bagi orang yang bekerja di pemerintahan negeri, dengan jadwal yang sudah ditentukan, tentu akan berharap “mudah-mudahan ada &lt;i&gt;injury time-&lt;/i&gt;tambahan waktu.”&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;Ilham Mustafa&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-1323876155957107146?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/1323876155957107146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=1323876155957107146' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/1323876155957107146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/1323876155957107146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/07/berharap-injury-time.html' title='Berharap Injury Time'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-drBqwUBsu8I/Tiw6WzJrpvI/AAAAAAAAAQE/fNTj-8CvxEk/s72-c/ilhm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-8044577068129512288</id><published>2011-07-23T11:55:00.000-07:00</published><updated>2011-07-23T17:32:43.327-07:00</updated><title type='text'>Uda Uni Tanah Datar 2011 terpilih (cerita dari penonton awam)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-YfgpI-7qsrY/TisZzVYepjI/AAAAAAAAAPs/2Tz3r-v_rNQ/s1600/50511_196718858161_7062533_n.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 188px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-YfgpI-7qsrY/TisZzVYepjI/AAAAAAAAAPs/2Tz3r-v_rNQ/s200/50511_196718858161_7062533_n.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5632624128660776498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum memulai tulisan ini, saya mengucapkan Selamat kepada Uda Uni Tanah Datar 2011 yang telah terpilih dini hari tadi. Meskipun tidak kenal, tak masalahlah saya sebagai masyarakat Tanah Datar ikut juga mengucapkan selamat. Dari awal saya hanya betul-betul ingin menyaksikan, seperti apa malam grand final uda uni itu. Dengan menyaksikan saya bisa juga menulis untuk blog. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka saya dengan seorang teman pergi ke lokasi acara di Gor Batusangkar Lapangan Cindua Mato. Pada awalnya saya ragu-ragu untuk masuk, karena disana ada pembayaran juga 5000 per orang, bagi yang ingin masuk. Dasar orang yang berdarah "kancang kaperai" saya dan kawan melihat-lihat dari luar dulu. Melihat tidak ada peluang masuk, karena dijaga oleh polisi, maka kami jalan-jalan dulu di Lapangan Cindua Mato, sekitar setengah jam.Sayup terdengar pembacaan kalam ilahi, saya ragu untuk masuk karena ada pembayaran. Saya menyarankan kepada teman untuk membayar saja, biar saya saja yang membayar. kata teman saya "untuak a lo mambayia, acara pemerintah mah, ancak bali martabak lai" selorohnya. Mendengar itu saya mengajaknya pulang dulu ke rumah saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berapa menit berlalu, saya meyakinkan teman saya itu untuk pergi kesana lagi apapun resikonya. Dengan alasan saya betul-betul penasaran apa saja yang ada di Malam Grand Final itu. Setiba di luar gor, perasaan ragu mulai menyelimuti perasaan saya. Betapa tidak disatu sisi ingin masuk, disatu sisi dilarang juga untuk membayar oleh teman. Saya mencoba untuk menerobos masuk, teman saya dibelakang ragu-ragu. Waktu terbuang kembali. Setelah itu teman saya mencoba masuk dengan gaya menelpon, dia berangsut-angsut dan menyelinap masuk. Melihat itu sayapun masuk. Dengan perasaan lega saya masuk tanpa harus membayar. Teman saya bilang "kan rancak tu ha, pitihnyo bisa bali martabak"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat masuk, saya mencari tempat duduk yang strategis. Ternyata tidak ada yang cocok, hanya berdiri yang bisa melihat seluruh isi panggung. Tak lama berselang disana, saya melihat finalis uda-uni keluar satu persatu dipanggil oleh MC. Maka keluarlah wajah Ganteng dan cantik. (Melihat itu, saya kadang juga berpikir kok harus pakai make up?, ntahlah saya tak tahu betul alasan sebenarnya. Mungkin karena saya tidak terlalu mengerti dengan dunia entertain). Setelah semua finalis tampil, maka dipanggillah 10 besar finalis yang akan diberi pertanyaan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu persatu, finalis dipanggil dengan berbagai pertanyaan seputar pariwisata dan kebudayaan. Dari keseluruhan pserta menjawab, mohon maaf menurut penilaian saya orang awam, belum ada yang tepat atau memuaskan hati saya. Entahlah, tentang adat minang saja finalis MENJAWAB DENGAN RAGU. Menurut saya finalis hanya baru bisa menjawab kulit belum isi, maaf sekali kalau tidak berkenan. mungkin itu penilaian saya sebagai orang awam. Ada juga yang menjawab dengan bahasa inggris, tapi pengucapannya, masyaallah, saya yang tidak terlalu pandai bahasa inggris, mendengar itu serasa ingin tertawa terbahak-bahak. maaf sekali lagi, saya bukannya bermaksud mengkritik, tetapi entahlah itulah yang saya rasakan. Mungkin karena gugup atau mungkin juga karena adat dan budaya minang yng mulai luntur? entahlah. Dengan adanya pemilihan uda uni ini, sepebutulnya harapan besar sedang menunggu, saudara-saudari yang terpilih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yaya,, makin banyak saya bercoleteh, banyak saja salahnya,,,haha.. kembali kepada acara. Setelah seluruh pertanyaan selesai, panitia menyuguhkan penampilan busana, sambil diiringi lagu dari grup kota padang. Kalau saya tidak salah dengar namanya "junior voice". Nah, Busana? saya tidak terlalu mengerti busana, mungkin saja itu bagus.. haha... saya tidak mau mengkritik lagi. Usai peragaan busana, ditampilkan Uda Uni Kota Padang Panjang. Kota yang juga tempat kelahiranku. Hadir perwakilan dari Padang Panjang Uda dan Uni Wakil 1 dan Uda uni berbakat. Uni berbakatnya menampilkan lagu yang saya suka "Marantau". Suara merdunya membuat penonton bersorok "dek untuang jo parasaian" hehe.. Setelah itu banyak penampilan lagu dari uda Tanah datar, ada juga dari ketua DPRD Tanah Datar dan lain-lain yang saya tidak tahu betul namanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekitar jam 1 akhirnya dewan juri mengumukan juara-juara. Mulai dari Uda Uni wakil 2, Uda Uni wakil 1, dan uda uni tanah datar. Kemudian dilanjutkan dengan uda uni lainnya. Bagi yang ingin tahu wajahnya ini dia Uda Uni Tanah Datar Tahun 2011&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-bl4pqrs_K_8/TitmXlYUUyI/AAAAAAAAAP8/p2HBm-kQapc/s1600/252094_2089215083053_1625513642_2118809_8097578_n.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-bl4pqrs_K_8/TitmXlYUUyI/AAAAAAAAAP8/p2HBm-kQapc/s400/252094_2089215083053_1625513642_2118809_8097578_n.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5632708314314068770" style="cursor: pointer; width: 400px; height: 262px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Foto ini saya dapatkan dari Facebook Uda &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2089215083053&amp;amp;set=a.1304914476028.43337.1625513642&amp;amp;type=1&amp;amp;ref=nf"&gt;Adipati Karna Neoldy&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah penyerahan hadiah untuk uda uni tanah datar 2011 yang diserahkan oleh asisten 1 yang diwakili oleh Uda Uni tanah Datar 2011, saya pulang karena sudah terlalu malam, sampai di Rumah saya mencoba menulis tulidan yang sederhana ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekali lagi saya mengucapkan selamat kepada Uda Uni Tanah Datar 2011, semoga bisa memajukan kampung halaman kita, Tanah Datar. Saya sangat berharap itu bisa terwujud. Amanah sudah diemban, sekarang tinggal melaksanakan. Selamat menjalankan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan menutup tulisan saya mohon maaf atas kekhilafan pada tulisan ini, maklum waktu sudah mulai larut, saya masih ingin juga menulis dan inilah hasil. Mohon maaf sebesar-besarnya dan terima kasih atas perhatian. Wassalam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Catatan : Kalau sekiranya kurang berkenan, dimohon kritikannya.. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Catatan tambahan : Sebetulnya saya hanya bercerita yang saya tahu. Karena ada masukan ada baiknya juga saya tambahkan ditulis ini. Hm.. Naluri jurnalistik saya ternyata masih ada yang kurang, entah karena malam, entah karena tida peka sama sekali,, hehe.,,, &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ya,, kembali kepada acara uda uni, acara ini ternyata sesuai dengan informasi tidak sepenuhnya dari pemerintah. Ada beberapa sponsor yang diajukan proposal oleh  paniti.. Hm,,, jadi ingat acara di kampus, ketika bikin kegiatan dana dari rektorat tidak mencukupi, maka dibuatlah proposal. ya seperti itulah sanggupnya pemerintah kita.. yeye, berpandapat lagi,,, haha,,,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;'Ndak dek urang ndak dek awak", hm... saya maklum, tetapi setelah dikarantina tentu ada perubahan. Secara  uda uni yang terpilih nantinya akan menjadi ikon Tanah Datar, Jadi maklum secara orang awam saya tidak puas. hehe...&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maaf sekali lagi,,,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ilham Mustafa &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-8044577068129512288?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/8044577068129512288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=8044577068129512288' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/8044577068129512288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/8044577068129512288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/07/uda-uni-tanah-datar-2011-terpilih.html' title='Uda Uni Tanah Datar 2011 terpilih (cerita dari penonton awam)'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-YfgpI-7qsrY/TisZzVYepjI/AAAAAAAAAPs/2Tz3r-v_rNQ/s72-c/50511_196718858161_7062533_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-1461168017371605423</id><published>2011-07-19T15:14:00.000-07:00</published><updated>2011-07-19T15:17:11.431-07:00</updated><title type='text'>Lapau Malin dilaunching</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Oleh : Ilham Mustafa&lt;a name="_GoBack"&gt;&lt;/a&gt;,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Lah satahun malin m&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;a&lt;/span&gt;nganggur, sajaknyo tamaik kuliah di pulau Jawa. Kini baru takana deknyo kabarusaho. Alah lamo tamanuang-tamanuang malin, maliek nasibnyo nan alun juo barubah, takana pulo deknyo ka punyo lapau. Nyo bangunlah lapau dek malin ko di dakek kampus. Kabatulan ado Tanah &lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;urang gaeknyo &lt;/span&gt;di dakek kampus. Ndak bara hari alah tagak lapau baatok rumbia, bapala&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;nta &lt;/span&gt;kayu. Mancaliak lapau lah tagak modetu, takana lo lah dek malin pai ka tampek Pak Joronguntuak bakonsultasi, baa rancaknyo &lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language: EN-US"&gt;lapau&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; nan ko. Soretu, Pai lah malin, ka rumah Pak Jorong. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;"Oi Pak Jorong" kicek Malin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;"ba oi oi c ma, pakai salam lah stek malin" kicek Pak Jorong.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;"Alah alim bana Pak Jorong kini mah" &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;"badanko ka di pakai lamo mah malin, baru iduik di rantau ampek tahun, alah barubah lo tradisi awak dek malin, kadang kalau mangicek jo malin, ndak katakah diaja lai do, awak alah sarjana, tapi baa lai, nan nagari wak ko yo mode tu, baadat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, kok nan salah samo-samo mangiekan"&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;"ayo lah, kalu modetu kicek Pak Jorong, Assalamualaikum"&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh, ha yo modetu malin, kiro-kiro apo carito malin, mangko sampai lo tibo di rumah, kok ado nan paralu, insyaallah ambo bantu"&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;"Modeko mah Pak Jorong, Lapau nan baru ambo bangun tu lai tau Pak Jorong kan?"&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;"lai malin"&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;"Nan rencana ambo ma Pak Jorong, supayo nak dikenal urang lapau tu dibuek acara launching lapau, bia nak mecing lo lapau tu stek. Ambo maambiak contoh ka nan sudah-sudah, kalau ado kadai baru di ibu kota, dilaunching lo dulu, kalau ado gedung baru ado lo peresmiannyo, modetu jo presiden dilantik juo dulu, sabalun karajo, baa dek Pak Jorong? bia nak terkenal lo lapau ambo ko"&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;"kok dek ambo, nan biaso-biaso c lah malin. Ndak paralu lo mambuek acara modetu do. Kok lamak galeh malin urang kabaliak juonyo. Kok ado acara syukuran saketek-ketek ndak baa juo do"&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;"ha nyo mode ko mah Pak Jorong, rencana ambo ka maundang pejabat pemerintah lo, ka mangguntiang pita untuak maresmikan lapau ambo ko. Sudah tu ado lo acara pemuda saketek. Kalau bisa wak undang pak Rektor jo mahasiswa dakek kampu sakali bia nak menyatu jo masyarakat. Kok pagi wak buek acara sambutan dari gubernur sekaligus peresmian. siap tu acara malam main kim jo pemuda dan mahasiswa sekitar kampus ko, baa menurut Pak Jorong?"&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;"malin-malin, nan biaso-biaso se lah dikarajoan. Jangga caliak urang beko. Ndak lo ado urang nan mambuek takah itu di kampuang wak ko do. bakalabiahan namonyo mah malin. Kalau bahaso agamonyo mubazir. Nan ambo iyo ndak sasuai jo rencana malin nan ko do. Apo lai ka maundang pejabat, ntah lai ka tibo ka indak. Ka main kim lo malam, kok iyo lai badendang jo balagu sajo, kok baundang lo artis seksi tu lah kacau lo beko. Mambuek karuah suasana malin namonyo tu"&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;"Itu nan taraso dek ambo mah Pak Jorong, kok ka modetu caro pikia Pak Jorong taruih bilo kamaju kampuang kito ko. Bia nan ado perbuhan saketek. Takah mahasiswa banyak ko disabuik agent of change, antah a nan diubanyo, tatap jo disabuik saruman tun. jadi dek ambo mah Pak Jorong, yo paralu lo ado acara-acara modetu di kampuang kito ko. Dek kini kampuang lah mulai ndak ado hiburan nampak dek ambo, lah ampia satahun wisuda, ambo caliak&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;alun ado perubahan nampak dek ambo. Ka ditunggu pemerintah, antah ka bilo. Iko sambia manyelam minum aia mah Pak Jorong. Nan lapau di Launching juo, nan masyarakat terhibur pulo. Pas acara kampuang kito meriah lo jo ucapan selamat pakai karangan bunga dan spanduk yang isinyo : selamat atas di launchingnya lapau malin. kan rancak modetu mah Pak Jorong" Sambia Disalekan pitih ka saku Pak Jorong.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;"&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;T&lt;/span&gt;arasah malin lah, kok ambo yo kurang mangarati jo acara modetunyo. Apo nan bisa ambo bantu?"&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;"Pak Jorong bantu maagiah izin lah jadi tu mah. Siap tu manyiapkan tanago pemuda-pemuda. Kalau untuak dana aman Pak Jorong"&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;"A,, jadi lah malin, rencana malin bilo ka dilauncing lapau tu?"&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;"&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;M&lt;/span&gt;inggu muko Pak Jorong, lai aman kan?"&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;"oke"&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Dimuat di Tabloid Suara Kampus Edisi 116&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-1461168017371605423?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/1461168017371605423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=1461168017371605423' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/1461168017371605423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/1461168017371605423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/07/lapau-malin-dilaunching.html' title='Lapau Malin dilaunching'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-842854912005215191</id><published>2011-07-09T01:27:00.000-07:00</published><updated>2011-07-09T01:32:32.155-07:00</updated><title type='text'>Menjadi pribadi yang cantik dan mempesona</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-8FdzrGa3V9U/ThgR80xP-BI/AAAAAAAAAPU/cjwXPPur740/s1600/0207.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: left;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 167px; height: 200px; " src="http://1.bp.blogspot.com/-8FdzrGa3V9U/ThgR80xP-BI/AAAAAAAAAPU/cjwXPPur740/s200/0207.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5627267471054469138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Hari ini saya ingin bercerita, menuangkan semua yang terasa. Di tulisan kali ini saya &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;mencoba untuk berbagi rasa. Rasa yang saya yakin dimiliki oleh semua. Oah,,, ber AAA pula konsonan kata saya.. hehehe…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Sebetulnya tidak banyak yang akan saya buat. Karena sudah berapa minggu saya tidak lagi menulis untuk blog, opini, maupun skripsi yang menjadi agenda wajib. Sungguh menyesal saya tidak menepati apa yang direncanakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Di dalam hidup ini, untuk menjadi pribadi yang cantik dan mempesona (alah itu pula bahasa saya)—huhu,,, ada beberapa hal yang dilakukan. Pertama yaitu perencanaan. Itulah gunanya kaum intelektual, lebih kepada konsep. Begitu juga Pimpinan dalam perusahaan hanya memikirkan konsep, manajemen dan hal-hal yang sebaun dengan itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Kalaulah konsep itu matang dan cantik, maka kita akan senantiasa bangga dengannya—hanya banggga dengan konsep??? Haha… yayaya… untuk awal menjadi pribadi mempesona dan cantik jelita harus memiliki konsep yang jelas dan perencanaan yang matang. Kalau kita bikin skripsi, maka diwali dengan pendahuluanya,, yeaaaaaaaaaaaa….. kira pengantarnya itu, hanya itu. Untuk pertama dan terutama sekali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Saya bercerita sedikitlah, mengenai perencanaan ini. pada hari itu, saya berjalan tanpa rencana yang pasti, hanya tidur-tiduran, dan mendengar musik di kos. Sekianlama saya tidak berpikir pada hari itu,,, oalahhhhhhhhhhhhh,, saya sangat suntuk,, suntuk banget,, bisa dibilang begitu.. karena saya tidak memiliki perencanaan sebelumnya. Maka, ya begitulah, hidup terasa tidak berarti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Untuk hidup bersntai-santaipun, ternyata harus punya rencana.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Supaya santai-santai kita itu bisa terlaksana dengan cantik dan mempesona… hahahaaha…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Yee.. sudahlah untuk yang pertama ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Next—pelaksanaan rencana…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Nah,,,, kawan-kawan saya tidak ingin mengatakan ini yang paling susah. Tetapi saya sendiri &lt;i&gt;acok kanai – &lt;/i&gt;sering kena dengan satu ini. oleh karena itu, sulit rasanya menjadi pribadi yang cantik dan mempesona. Hoa,, hoa,.,…. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Yup,, setelah rencana harus dilaksanakan. Misalnya… ihhaaa… belajar jadi guru.. – bukannya saya ingin mengajarkan,-- ketika saya mau bikin skripsi--- ye skripsi??????—saya berencana menyiapkannya padaa bulan ini,, ya bulan ini,,, karena saya ingin menjadi pribadi yang cantik dan mempesona, harus saya buat jugalah perencanaan. Kalaulah tidak saya laksanakan maka saya akan celaka. Celaka terhadap diri sendiri.. yayaya..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Intinya teori itu tidak semudah aplikasi. Jadi.. haruslah kita melaksanakan apa&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;direncanakan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Selanjutnya—evaluasi. Terkadang kita melupakan yang satu ini. sudah asyik bikin rencana, mengerjakannya tetapi kita melupakan evaluasi,, ups salah,, saya yang sering lupa—hehehe,,, maka kalau tidak ada evaluasi kita tidak tahu dimana letak benar dan salahnya… yyyy..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Mudah-mudahan bisa diamalkan…………….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Hhh………….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Sekian dulu dari saya, semog kita semua menjadi pribadi yang cantik dan mempesona. Amin………..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-842854912005215191?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/842854912005215191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=842854912005215191' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/842854912005215191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/842854912005215191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/07/menjadi-pribadi-yang-cantik-dan.html' title='Menjadi pribadi yang cantik dan mempesona'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-8FdzrGa3V9U/ThgR80xP-BI/AAAAAAAAAPU/cjwXPPur740/s72-c/0207.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-9081612816894796655</id><published>2011-06-22T03:43:00.001-07:00</published><updated>2011-06-22T03:55:25.575-07:00</updated><title type='text'>Tradisi Hura-hura</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-PwPAqMlaW6Q/TgHJ3yKOvcI/AAAAAAAAAPM/aFqOOSB1DUM/s1600/images%2B%25285%2529.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 78px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-PwPAqMlaW6Q/TgHJ3yKOvcI/AAAAAAAAAPM/aFqOOSB1DUM/s200/images%2B%25285%2529.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620995770129759682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Mebuat sebuah tradisi&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;tidak mudah, butuh waktu yang berulang-uklang untuk bisa menjadikan itu sebuah tradisi. Bagi adat tradisi merupakan suatu yang sacral. Sehingga jika ada seseorang yang melanggar tradisi maka aka nada konsekwensi baginya. Jika kita lihat fenomena sekarang, banyak para muda-mudi yang melakukan tradisi. Penulis menyebutnya hura-hura.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Klu diilustrasikan seperti ini. malam lampu kelap-kelip, music keras diiringi dengan goyang. Tidak lupa minur bir ditambah &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;dengan narkoba atau semacamnya. Laki-laki perempuan bercampur baur. Penghujung malam diiringi dengan perilaku yang melanggar tradisi. Namun itulah tradisi bagi mereka &lt;i&gt;tradisi hura-hura&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Jika melihat hal seperti itu, ada kalanya rasa sedih muncul dan satu sisi lainnya bisa membuat penasaran. Yap. Rasa penasaran inilah yang akhirnya membut remaja mengikuti hal-hal tadi. Sehingga itu menjadi tradisi bagi mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Dunia sekarang memang makin maju. Dengan kemajuan teknologi semuanya berubah. Mulai dari yang hanya kenal budaya kampungnya sendiri, sampai kenal kebudayaan luar. Ini kita sebut dengan globalisasi. Semua sudah berubah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-9081612816894796655?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/9081612816894796655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=9081612816894796655' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/9081612816894796655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/9081612816894796655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/tradisi-hura-hura.html' title='Tradisi Hura-hura'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-PwPAqMlaW6Q/TgHJ3yKOvcI/AAAAAAAAAPM/aFqOOSB1DUM/s72-c/images%2B%25285%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-7629527389272243342</id><published>2011-06-22T03:35:00.001-07:00</published><updated>2011-06-22T03:41:23.185-07:00</updated><title type='text'>Dunia maya</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(59, 59, 59); line-height: 20px; "&gt;"Dunia maya bukanlah dunia asli...&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(59, 59, 59); line-height: 20px; "&gt;kejujuran dibutuhkan adanya...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(59, 59, 59); line-height: 20px; "&gt;dunia maya bukan dunia nyata...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(59, 59, 59); line-height: 20px; "&gt;jangan terlalu percaya keberadaannya...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(59, 59, 59); line-height: 20px; "&gt;dunia maya bukanlah dunia pasti...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(59, 59, 59); line-height: 20px; "&gt;jadi haruslah berhati-hati &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(59, 59, 59); line-height: 20px; "&gt;dunia maya ku berterimakasih dengan adanya..:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(59, 59, 59); line-height: 20px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"    style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;color:#3B3B3B;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-7629527389272243342?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/7629527389272243342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=7629527389272243342' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/7629527389272243342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/7629527389272243342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/dunia-maya.html' title='Dunia maya'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-2629254922602107015</id><published>2011-06-21T16:21:00.000-07:00</published><updated>2011-06-21T16:57:22.571-07:00</updated><title type='text'>Bantuan Bukan hanya untuk yang berprestasi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-CBAwxg6dsi4/TgEvt2SLOCI/AAAAAAAAAPE/yQeHZgWhLho/s1600/images%2B%25282%2529.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: left;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 137px; height: 147px; " src="http://2.bp.blogspot.com/-CBAwxg6dsi4/TgEvt2SLOCI/AAAAAAAAAPE/yQeHZgWhLho/s200/images%2B%25282%2529.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620826274647455778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prestasi? setelah lama aku mencari apa itu berprestasi, ternyata tolak ukurnya berbeda-beda. Ada anak anak yang kuat hapalannya disebut berprestasi, ada yang bagus suaranya disebutberprestasi, ada pula yang kuat fisiknya disebut berprestasi dan lain sebagainya. Begitu juga dalam memberikan bantuan, orang akan lebih cendrung memberi bantuan kepada orang berprestasi. Lembaga-lembaga lebih mengutamakan bantuan kepada orang Miskin berprestasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="white-space: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Hal baru ditawarkan oleh Dompet Dhuafa Singgalang (DDS) dengan melaunching 1000 Donatur Peduli pendidikan Sumatera Barat di Lantai III Kantor Harian Singgalang, Jalan Veteran, Padang. Selasa (21/06). Ini bertujuan untuk membantu kepada yang tidak mampu baik secara materi maupun akademik. Lebih kurang itulah yang disampaikan oleh Branch Manager DDS Musfi Yendra.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="white-space: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Kalau boleh berpendapat, aku lebih cendrung mengatakan orang yang tidak berprestasi itu disebabkan karena kurang perhatian. Coba kita lihat, orang yang tidak mampu tapi berprestasi jika diekspos oleh media akan lebih cepat dapat bantuan ketimbang yang tidak. Itu salah satu bentuk real dari perhatian yang kurang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="white-space: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Coba kita intip, bagaimana pendapat ahli mengenai prestasi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="white-space: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Winkel (1996)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Winkel berpendapat bahwa prestasi belajar merupakan salah satu bukti yang menunjukkan kemampuan atau keberhasilan seseorang yang melakukan proses belajar sesuai dengan bobot/nilai yang berhasil diraihnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Winkel lebih menekankan prestasi belajar itu pada kemampuan siswa secara umum&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;S. Nasution (1996)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;S. Nasution berpendapat bahwa prestasi belajar merupakan kesempurnaan seorang peserta didik dalam berpikir, merasa dan berbuat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Nasution prestasi belajar seorang peserta didik dikatakan sempurna jika memenuhi tiga aspek yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aspek kognitif&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aspek kognitif adalah aspek yang berkaitan dengan kegiatan berpikir. Aspek ini sangat berkaitan erat dengan tingkat intelegensi (IQ) atau kemampuan berpikir peserta didik. Sejak dahulu aspek kognitif selalu menjadi perhatian utama dalam sistem pendidikan formal. Hal itu dapat dilihat dari metode penilaian pada sekolah-sekolah di negeri kita dewasa ini sangat mengedepankan kesempurnaan pada aspek kognitif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aspek afektif&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aspek afektif adalah aspek yang berkaitan dengan nilai dan sikap. Penilaian pada aspek ini dapat terlihat pada kedisiplinan, sikap hormat terhadap guru, kepatuhan dan lain sebagainya. Aspek afektif berkaitan erat dengan kecerdasan emosi (EQ) peserta didik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aspek psikomotorik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aspek psikomotorik  menurut kamus besar bahasa indonesia adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kemampuan gerak fisik yang mempengaruhi sikap mental. Jadi sederhananya aspek ini menunjukkankemampuan atau keterampilan (skill) peserta didik setelah menerima sebuah pengetahuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kecerdasan dan Bakat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengertian prestasi belajar menurut para ahli tidak selalu berputar pada aspek kecerdasan dan bakat, namun demikian tidak juga meninggalkan kedua aspek tersebut. Kecerdasan dan bakat memiliki pengaruh terhadap prestasi belajar namun tidak mutlak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kecerdasan demikian juga bakat adalah potensi dasar yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Hanya saja kadarnya berbeda antara peserta didik yang satu dengan yang lainnya. Ia merupakan faktor internal yang sangat berpengaruh terhadap terhadap tinggi rendahnya prestasi belajarpeserta didik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun dalam beberapa kasus besarnya kecerdasan dan bakat tidak berbanding lurus dengan prestasi belajar siswa. Mengapa demikian? Karena prestasi belajar peserta didik dipengaruhi oleh banyak faktor baik faktor internal maupun faktor eksternal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor internal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor internal yang mempengaruhi prestasi belajar selain bakat dan kecerdasan antara lain adalah; minat dan motivasi. Ketika keempat faktor ini ada dalam diri seorang peserta didik maka prestasi belajarnya cenderung akan lebih tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor eksternal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengertian prestasi belajar menurut para ahli tidak mengesampingkan peranan faktor eksternal dalam meningkatkan prestasi belajar. Faktor eksternal seperti kualitas guru, metode mengajar, lingkungan, fasilitas mengajar dan lain sebagainya ikut mempengaruhi prestasi belajar. Namun, pengaruhnya tidaklah sebesar faktor internal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor internal dan eksternal adalah dua hal yang sangat menunjang keberhasilan siswa dalam belajar. Jadi untuk menghasilkan peserta didik yang berprestasi, seorang pendidik haruslah mampu mensinergikan kedua faktor di atas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya dari kesimpulan diatas, kira bisa kita cermati pa itu prestasi. Bukan hanya kemampuan tes semata, atau berhasil dalam ujian saja namun ada kemampuan tersendiri pada manusia. oleh karena itu aku mengajak kepada Seluru donatur khususnya di Sumatera barat dan semua yang terketuk hatinya. Bantulah orang, bukan dilihat dari siapa DIA, berprestasikah DIA, tapi memang betul-betul berniat untuk menolong. Semoga DDS bisa mencapai targetnya dan memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan. AMIN...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-2629254922602107015?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/2629254922602107015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=2629254922602107015' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/2629254922602107015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/2629254922602107015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/bantuan-bukan-hanya-untuk-yang.html' title='Bantuan Bukan hanya untuk yang berprestasi'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-CBAwxg6dsi4/TgEvt2SLOCI/AAAAAAAAAPE/yQeHZgWhLho/s72-c/images%2B%25282%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-5919164580219971525</id><published>2011-06-17T18:16:00.001-07:00</published><updated>2011-06-17T18:18:28.734-07:00</updated><title type='text'>Naskah Kuno</title><content type='html'>Saya bingung ketika salah seorang teman saya pergi ke slah satu daerah tujuannya mencari naskah kuno. Saya bertanya “untuk apa naskah kuno?” “untuk tugas” katanya. “Fungsinya untuk apa” kata saya dengan tegas”hm.. kira-kira untuk melihat keaslian dan sumber yang asli.”&lt;br /&gt;Dialog sederhana yang saya kemukakan ini adalah sebuah pembahasan yang sehari-hari. Tetapi naskah kuno adalah sesuatu yang luar biasa. Setidaknya bagi arkeolog dan budayawan lainnya. Didalamnya terdapat sejarah yang unik. Maka biasanya setiap naskah kuno yang ditemukan akan diberikan kepada pemerintah. Biasanya itu disimpan oleh ahli waris atau di museum.&lt;br /&gt;Apapun maknanya, bagi saya itu tetap kuno. Namun ada hal yang menarik, yang bisa menjadi renungan bagi kita semua. Naskah kuno yang telah dipakai oleh nenek moyang kita ribuan tahun yang lalu, masih bermamfaat bagi kita sampai sekarang. Setidaknya kita bisa mempelajari tulisannya dan makna-makna yang terkandung di dalamnya.&lt;br /&gt;Melihat naskah kuno, terkadang saya juga ingin suatu saat menjadi bahagian dari sejarah. Saya yakin kita semua juga menginginkan hal tersebut. Bisa jadi saya menulis suatu naskah yang bisa mengguncang dunia. Seperti karya fenomenal penulis-penulis terdahulu. Banyak contoh orang lama yang masih tetap ada tulisannya sampai sekarang dan menjadi rujukan. Sebut saja ulama-ulama islam sperti imam mazhab, Imam Syafii, Maliki, hanafi dan Hanbali. Kalau kita melihat contoh yang terdekat seperti buya Hamka, marah rusli, dan lain sebagainya. Mereka adalah bagian dari sejarah.&lt;br /&gt;Bisa kita katakan tulisan mereka yang lampau itu adalah kuno. Tidak modern lagi, tetapi menjadi kajian ilmiah. Itu bisa menjadi bahan renungan bagi kita. Mereka dulunya memakai apa dan bagaimana fasilitasnya. Kalau dibanding dengan sekarang kita telah memiliki fasilitas yang mewah. Lebih dimanjakan dengan adanya computer, laptop yang bisa membuat kita terus bisa berkarya. Sekarang, etos kerja seperti kepenulisan mulai berkurang dijiwa masayarakat.&lt;br /&gt;Memang sekarang banyak menjamur penulis-penulis.ini dibuktikan dengan maraknya terbit buku setiap harinya. Namun, kalau kita lihat buku itu hanya sekedar pengisi ruangan baca saja. Jarang yang menjadi bahan rujukan. Ini menjadi bahan renungan bagi kita. Karena kebayakan penulis hanya menulis untuk mencari popuritas dan uang. Semoga kedepan kita bisa menjadi bahagian dari sejarah dan menjadi orang yang memiliki nilai-nilai dalam menulis. Amin Wallahua’lam..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-5919164580219971525?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/5919164580219971525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=5919164580219971525' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/5919164580219971525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/5919164580219971525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/naskah-kuno.html' title='Naskah Kuno'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-2595295499968009843</id><published>2011-06-17T17:41:00.000-07:00</published><updated>2011-06-17T18:14:48.980-07:00</updated><title type='text'>SAYA ANTI DEMOKRASI</title><content type='html'>&lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;oleh : Emha Ainun Nadjib&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Kalau ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek, dan Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya diktator mayoritas. Mentang-mentang Ummat Islam mayoritas, asalkan yang mayoritas bukan yang selain Islam - harus mengalah dan wajib kalah. Kalau mayoritas kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan mayoritasnya Islam dan minoritasnya Kristen. Tapi kalau mayoritasnya Kristen dan minoritasnya Islam, Islam yang harus kalah. Baru wajar namanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Kalau Khadhafi kurang ajar, yang salah adalah Islam. Kalau Palestina banyak teroris, yang salah adalah Islam. Kalau Saddam Hussein nranyak, yang salah adalah Islam. Tapi kalau Belanda menjajah Indonesia 350 tahun, yang salah bukan Kristen. Kalau amerika Serikat jumawa dan adigang adigung adiguna kepada rakyat Irak, yang salah bukan Kristen. Bahkan sesudah ribuan bom dihujankan di seantero Bagdad, Amerika Serikatlah pemegang sertifikat kebenaran, sementara yang salah pasti adalah Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;"Agama" yang paling benar adalah demokrasi. Anti demokrasi sama dengan setan dan iblis. Cara mengukur siapa dan bagaiman yang pro dan yang kontra demokrasi, ditentukan pasti bukan oleh orang Islam. Golongan Islam mendapat jatah menjadi pihak yang diplonco dan dites terus menerus oleh subyektivisme kaum non-Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Kaum Muslimin diwajibkan menjadi penganut demokrasi agar diakui oleh peradaban dunia. Dan untuk mempelajari demokrasi, mereka dilarang membaca kelakuan kecurangan informasi jaringan media massa Barat atas kesunyatan Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Orang-orang non-Muslim, terutama kaum Kristiani dunia, mendapatkan previlese dari Tuhan untuk mempelajari Islam tidak dengan membaca Al-Quran dan menghayati Sunnah Rasulullah Muhammad SAW, melainkan dengan menilai dari sudut pandang mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Maka kalau penghuni peradaban global dunia bersikap anti-Islam tanpa melalui apresiasi terhadap Qur'an, saya juga akan siap menyatakan diri sebagai anti-demokrasi karena saya jembek dan muak terhadap kelakuan Amerika Serikat di berbagai belahan dunia. Dan dari sudut itulah demokrasi saya nilai, sebagaimana dari sudut yang semacam juga menilai Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Di Yogya teman-teman musik Kiai Kanjeng membuat nomer-nomer musik, yang karena bersentuhan dengan syair-syair saya, maka merekapun memasuki wilayah musikal Ummi Kaltsum, penyanyi legendaris Mesir. Musik Kiai Kanjeng mengandung unsur Arab, campur Jawa, jazz Negro dan entah apa lagi. Seorang teman menyapa: "Banyak nuansa Arabnya ya? Mbok lain kali bikin yang etnis 'gitu..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Lho kok Arab bukan etnis?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Bukan. Nada-nada arab bukan etnis, melainkan nada Islam. Nada Arab tak diakui sebagai warga etno-musik, karena ia indikatif Islam. Sama-sama kolak, sama-sama sambal, sama-sama lalap, tapi kalau ia Islam-menjadi bukan kolak, bukan sambal, dan bukan lalap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Kalau Sam Bimbo menyanyikan lagu puji-puji atas Rasul dengan mengambil nada Espanyola, itu primordial namanya. Kalau Gipsy King mentransfer kasidah "Yarim Wadi-sakib...", itu universal namanya. Bahasa jelasnya begini: apa saja, kalau menonjol Islamnya, pasti primordial, tidak universal, bodoh, ketinggalan jaman, tidak memenuhi kualitas estetik dan tidak bisa masuk jamaah peradaban dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Itulah matahari baru yang kini masih semburat. Tetapi kegelapan yang ditimpakan oleh peradapan yang fasiq dan penuh dhonn kepada Islam, telah terakumulasi sedemikian parahnya. Perlakuan-perlakuan curang atas Islam telah mengendap menjadi gumpalan rasa perih di kalbu jutaan ummat Islam. Kecurangan atas Islam dan Kaum Muslimin itu bahkan diselenggarakan sendiri oleh kaum Muslimin yang mau tidak mau terjerat menjadi bagian dan pelaku dari mekanisme sistem peradaban yang dominan dan tak ada kompetitornya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;"&lt;i&gt;Al-Islamu mahjubun bil-muslimin&lt;/i&gt;". Cahaya Islam ditutupi dan digelapkan oleh orang Islam sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Endapan-endapan dalam kalbu kollektif ummat Islam itu, kalau pada suatu momentum menemukan titik bocor - maka akan meledak. Pemerintah Indonesia kayaknya harus segera mervisi metoda dan strategi penanganan antar ummat beragama. Kita perlu menyelenggarakan 'sidang pleno' yang transparan, berhati jernih dan berfikiran adil. Sebab kalau tidak, berarti kita sepakat untuk menabuh pisau dan mesiu untuk peperangan di masa depan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Sumber:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Buku Emha&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.goodreads.com/book/show/1380373.Iblis_Nusantara_Dajjal_Dunia" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color:windowtext"&gt;http://www.goodreads.com/book/show/1380373.Iblis_Nusantara_Dajjal_Dunia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Tautan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;line-height:18.0pt"&gt;&lt;a href="http://www.mail-archive.com/islam" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:windowtext"&gt;http://www.mail-archive.com/islam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:8.5pt;font-family:&amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;@ssi1.ssi.global.sharp.co.jp/msg00092.html&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-2595295499968009843?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/2595295499968009843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=2595295499968009843' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/2595295499968009843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/2595295499968009843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/saya-anti-demokrasi.html' title='SAYA ANTI DEMOKRASI'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-7379953266733032580</id><published>2011-06-17T16:53:00.001-07:00</published><updated>2011-06-17T17:36:46.311-07:00</updated><title type='text'>rembulan tenggalam di wajahmu : Mengambil Hikmah dari Novel 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-6wYCqnZCpd0/TfvzDjWmdHI/AAAAAAAAAOo/h-i-SPcT2-8/s1600/1376124.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 132px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-6wYCqnZCpd0/TfvzDjWmdHI/AAAAAAAAAOo/h-i-SPcT2-8/s200/1376124.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5619352202430018674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wuah, lega akhirnya selesainya juga membaca novel rembulan tenggalam di wajahmu karangan Tere-liye. Novel yang berisi tentang sebuah perjalanan hidup yang tidak terduga. Novel ini mebuat kita tidak bisa berandai-andai. Seperti kata ratih dalam komentarnya terhadap novel ini. Memang benar novel ini menghadirkan sebuah cerita yang maju mundur, tetapi menyatakan hubungan sebab akibat dari semuanya.  Semua cerita mengenang masa lalu yang indah.&lt;br /&gt;Di dalam novel ini, intinya mengenang masa lalu yang dikemas dalam lima pertanyaan. Ray adalah tokoh utama dalam novel ini. sementara itu orang dengn wajah menyenangkan merupakan orang yang memberi jawaban terhadap lima pertanyaan hidup Ray. &lt;br /&gt;Pertanyaan pertama Ray yang mengganggu hidupnya yaitu “Mengapa panti asuhan yang menyebalkan itu?”&lt;br /&gt;Pertanyaan ini dirangkai dengan kisah yang mengharukan. Cerita ini bermula ketika Reihan yang selalu bertanya kenapa ia tinggal di Panti itu. Ia juga kesal melihat pemilik panti yang ambisius untuk naik haji. Sehingga ia mencuri amplop-amplop yang diberikan oleh dermawan. Hingga akhirnya ia ketahuan mencuri dan diberi hukuman. &lt;br /&gt;Terakhir di Panti, ia memutuskan keluar dari Panti dengan mencuri brankas pemilik panti asuhan. Di jalanan ia menjadi pejudi. Keberuntungan selalu mengikutinya. Sampai akhirnya itupula yang menjadikannya celaka. Diar teman satu kamarnya di Panti dulu yang bekerja menjaga WC ia temui. Waktu itu ia sedang sial dan tidak memiliki uang untuk berjudi lagi. Ia dengan semena-menan mengambil kotak WC itu. Setelah itu ia juga mencuri celana orang yang mandi di WC tersebut. Akhirnya Diar mengejar Reihan yang mencuri. Dengan kencang Reihan melesat berlari, sehingga yang tampak oleh orang-orang Diarlah yang mencuri celana itu. Akhirnya Diar dihajar sehingga masuk rumah sakit. &lt;br /&gt;Reihan tidak mengetahui hal tersebut. Sehingga ia kembali berjudi malam itu. Keberuntungan menyertainya malam itu sehingga ia menang banyak, yang membuat marah Bandar judi itu. Ia juga terpengaruh untuk mabuk-mabukkan. Sehingga ketika ia keluar, tiga orang suruhan Bandar judi itu menusuk perutnya. Akhirnya ia juga masuk rumah sakit. Ia tidur persis di sebelah Diar.&lt;br /&gt;Hal yang tidak disadarinya ialah, ia juga pernah membela Diar dulu. Ketika Diar merusak tasbih pemilik panti itu. Ketika Diar siuman ia bicara kepada pemilik Panti itu untuk menyelamatkan Reihan, karena ia memiliki hati yang baik. Sehingga pemilik panti asuhan itupun sadar. Brankas yang dicuri oleh Reihan itu merupakan dana persiapan haji pemilik panti tersebut. Akhirnya dana itu dijadikan untuk pengobatan Reihan. Itulah yang tidak disadari oleh Reihan. Dan itu merupakan jawaban dari pertanyaannya kenapa ia harus tinggal di Panti.&lt;br /&gt;Pertanyaan kedua “Apakah hidup ini adil?”&lt;br /&gt;Ini merupakan pertanyaan umum. Ditanya oleh orang yang penuh sesal. Melihat sesuatu dari sisi yang salah. Ini dijawab oleh tere-liye dengan lika liku hidup yang memiliki sebab akibat. Ya. Sekali lagi sebab-akibat yang membuat novel ini merasa semakin asyik dan penasaran bagi yang membacanya.&lt;br /&gt;Ketika ia sudah sembuh dari penyakitnya. Reihan tinggal di Rumah Singgah. Ia mengganti namanya menjadi Ray sebuah nama yang singkat. Tetapi itu bukan inti pertanyaan kedua. Pertanyaan apakah hidup ini adil bermula ketika ia mengetahui informasi dari sepotong korang. Di potongan Koran itu diceritakan bahwa ia merupakan salah seorang bayi yang menjadi korban kebakaran itu. Pertanyaan-pertanyaan hidup ini semakin menjadi-jadi ketika ia juga memiliki masalah ketika tinggal di Rumah Singgah. Tepatnya ketika ia bermasalah dengan orang luar yang berkaitan dengan Rumah Singgah.&lt;br /&gt;Pada awalnya ia sangat senang dengan keluarga barunya di Rumah Singgah. Ada Bang Ape yang selalu memberi motivasi. Ada Natan, Ilham, Oada, Oade dan anak-anak lainnya. Sehingga persaudaran sangat terasa baginya. Bahkan ketika ia lulus sekolah Informal, semua yang ada di rumah singgah merakayannya. Mulai saat itu ia berjanji akan selalu menjaga dan menghormati saudara-saudaranya di rumah singgah.&lt;br /&gt;Hal yang membutnya bermasalah adalah ketika ia mengetahui ada preman yang merusak lukisan Ilham. Sehingga ia menghajar preman orang itu. Satu lawan lima, tetapi dia tidak gentar. Akhirnya polisi menangkapnya. Kejadian ini berlanjut, karena salah seorang yang dihajarnya merupakan anak preman disitu. Akhirnya beruntut kepada Natan yang dihajar. Natan yang pada saat itu sudah lolos untuk seleksi menjadi seorang bintang. Akhirnya ia juga meninggalkan Rumah Singgah itu.&lt;br /&gt;Yang ia tidak sadari ialah, lukisan Ilham yang dirusak oleh preman itu tidak akan diterima oleh kurator, sehingga Ilham makin giat berlatih dan akhirnya menjadi pelukis terkenal. Salah satu lukisannya dibeli oleh Ray. Persoalan Natan, Ia juga menjadi pengarang lgu yang ternama. Meskipun cacat, tetapi ia masih bisa berkreativitas.&lt;br /&gt;Ketika ia minggat dari Rumah Singgah, Ray menjadi pengamen. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Plee. Plee jugalah yang mengajaknya menjadi pencuri. Ketika ia beraksi dengan Plee. Ray tertembak oleh petugas yang berjaga. Namun ia bisa melarikan diri dengan ditolong oleh Plee. Ketika tiba dirumah Plee menjahit semua luka Ray. Ketika itu Plee juga melihat potongan Koran itu. Yang Ray tidak ketahui ialah Plee adalah salah seorang yang membakar rumah orang tuanya. Pada saat itu polisi datang, Plee menembak pahanya, dan ialah yang mengakui bahwasanya ia yang menembak polisi dan melakukan pencurian. Ia juga mengakui seluruh pencurian itu.&lt;br /&gt;Dari cerita ini Tere-liye menjelaskan bahwasanya hidup ini adil&lt;br /&gt;Selanjutnya, pertanyaan ketiga yang diutarakan Ray. “Apa maksud semua ini, Tuhan? Kenapa kau tega sekali? Kau renggut bayi kami tiga tahun silam. Dan sekarang kau regut bayiku sekaligus. Apakah Kau tertawa melihat kami tersunggkur seperti ini? Tertawa puas”&lt;br /&gt;Semua pertanyaan Ray itu berkaitan dengan kehilangan. Hampir semua orang pernah merasakan kehilangan sesuatu yang berharga bagi dirinya. Tetapi ketika melihat sesuatu dari sisi yang ditinggalkan, kita akan jauh tersesat. Memang semua kehilangan itu akan menjadi sesuatu yang menyakitkan.&lt;br /&gt;Tetapi yang tidak disadri Ray ialah istrinya telah mencapai tujuannya. Istrinya hanya ingin ia ridha dengan apa yang diperbuat oleh istrinya. Hanya sesederhana itu tujuan hidup Istrinya.&lt;br /&gt;Selanjutnya pertanyaan keempat. “ternyata setelah sejauh ini semuanya terasa kosong, hampa”  &lt;br /&gt;Setelah melalui lika liku kehidupan. Ray menjadi seorang yang kaya. Pemilik gedung tertinggi. Namun ia tidak menjadi orang yang bersyukur. Ia seharusnya beljar kepada istrinya. Ia seharusnya memiliki tujuan hidup. Bukan seperti ini.&lt;br /&gt;“Kenapa harus mengalami sakit bekepanjangan? Kenapa takdir sakit itu mengukung?”&lt;br /&gt;Inilah keunikan dari karangan Tere-liye ini. sesuatu hal yang tidak diduga-duga, ternyata berkaitan. Pada Bab pertama novel ini menceritakan Rinai. Tetapi ketika dalam perjalanan membaca novel ini tidak ditemukan nama Rinai, sampai diakhir cerita nama Rinai baru muncul. &lt;br /&gt;Ternyata ini berkaitan dengan jawaban dari pertanyaan kelima Ray. Kenapa ia sakit-sakitan. Ketika ia mengendarai mobil. Ia berhenti mendadak, takut melalui Pantinya dulu. Ia tidak menyadari bahwanya pengemudi dibelakangnya juga sedang kencang dan akhirnya pasangan suami istri itu meninggal dalam mobil. Perempuan dalam mobil itu sedang mengandung, sehingga Dokter mengoperasi dan mengambil bayi itu secara premtur. Itulah rinai yang menjadi awal masalah yng disebutkan oleh Tere-Liye.&lt;br /&gt;Novel ini, menggambar sesuatu berdasarkan sebab akibat. Disini juga dijelaskan untuk menjadi orang yang baik hanya butuh hal-hal sederhana. Ini digambarkan melalui cerita Diar, Plee dan Fitri. Sesuatu yang menjadi tujuan akhir hidupnya, dilewati dengan hal-hal yang sederhana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-7379953266733032580?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/7379953266733032580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=7379953266733032580' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/7379953266733032580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/7379953266733032580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/rembulan-tenggalam-di-wajahmu-mengambil.html' title='rembulan tenggalam di wajahmu : Mengambil Hikmah dari Novel 1'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-6wYCqnZCpd0/TfvzDjWmdHI/AAAAAAAAAOo/h-i-SPcT2-8/s72-c/1376124.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-5592180613429846250</id><published>2011-06-17T16:41:00.000-07:00</published><updated>2011-06-17T16:52:50.404-07:00</updated><title type='text'>Kisruh Ahmadiyah</title><content type='html'>Beberapa bulan belakangan ini, Ahmadiyah kembali menjadi pusat perhatian. ini berawal dari peristiwa bentrok antara warga dengan penganut Ahmadiyah.  Kali ini terjadi di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada hari Minggu (06/02). Bentrok ini dikenal dengan nama Kerusuhan Cikeusik. Baru-baru ini juga dikeluarkan Peraturan Gubernur oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang mengikuti langkah Jatim, Jabar, dan Banten untuk melarang kegiatan Jemaah Ahmadiyah Indonesia di Sumatera Barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemaat Ahmadiyah Kota Padang Bingung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara Kampus dalam edisi kali ini, mencoba mencari apa itu Ahmadiyah. Ini dikupas bertujuan untuk pemberitaan berimbang dari media Kampus.Setelah menggali berbagai informasi akhirnya Suara Kampus berhasil mewawancari jemaat Ahmadiyah di Jl. H. Agus Salim No. 5 Padang Kamis (17/03) lalu. Ketika sampai ditujuan terlihat plang Mesjid Mubarok diatasnya tertulis lailahaillah muhammad rasulullah. Sementara itu di dindingnya ada tulisan besar love for all thread for none yang merupakan semboyan Ahmadiyah. &lt;br /&gt;Sebelum memasuki Masjid, ada perasaan ragu karena jika dilihat sekilas tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa itu Mesjid Ahmadiyah. Akhirnya ditanya kepada seorang pedagang yang berjualan di sana. Setelah bertanya, tim Suara Kampus masuk ke dalam kawasan Ahmadiyah. Di sana terlihat tukang bangunan yang sedang bekerja. Di dalam kawasan itu terdapat Kantor Ahmadiyah dan juga Mading. Di Mading terlihat berbagai tulisan mengenai Ahmadiyah. &lt;br /&gt;Beberapa menit berlalu, masih ada keraguan untuk memasuki Mesjid. Kemudian salah seorang kru menanyakan kepada salah seorang Jemaat Ahmadiyah. Suara Kampus akhirnya disuruh masuk untuk bertemu dengan mubaligh kota Padang yaitu Mudasyir. &lt;br /&gt;Mengawali pembicaraan Mudasyir mengatakan, “Ahmadiyah  adalah sebuah organisasi dalam Islam. Dan sebagai organisasi Islam, anggota Ahmadiyah adalah muslim” ujar Mudasyir.&lt;br /&gt;“Pada dasarnya, tidak ada perbedaaan antara Ahmadiyah dengan ajaran Islam pada tatanan yang mendasar atau asasi. Ahmadiyah masih meyakini Rukun Iman dan melaksanakan Rukun Islam secara sempurna sebagaimana muslim lainnya.”&lt;br /&gt; “Mungkin perbedaan kita hanya terletak pada satu hal. Kami percaya bahwa Nabi Isa telah diturunkan kembali. Sedangkan kebanyakan umat Islam lainnya belum meyakini hal tersebut. Dan kalaupun kita (Ahmadiyah dan umat Islam pada umumnya-red) tidak menemukan titik temu, apakah kita berhak mencap orang yang sudah bersyahadat sebagi kafir?” jelas Irfan Mubarik, anggota Ahmadiyah Bukittinggi.&lt;br /&gt;Perihal tentang turunnya Nabi Isa terdapat dalam beberapa hadis Rasul. Muham&lt;br /&gt;Ketika ditanya tentang pemberitaan Ahmadiyah yang ada diberbagai media, Mudasyir mengatakan, kita tidak boleh melupakan sejarah. “Tidak satupun para nabiyullah yang hidup dalam kesenangan, termasuk para Imam. Nabi Muhmmad dicaci, dihina, diusir bahkan dikatakan gila. Nabi Musa disiksa dan dikejar-kejar Fir’aun. Nabi Ibrahim dibakar oleh kaumnya. Padahal mereka datang pada umatnya untuk mengajarkan ajaran Tauhid,” papar Mubaligh Ahmadiyah Padang ini.&lt;br /&gt;Mudasyir mengaku bingung dan sedih melihat pemberitaan tentang Ahmadiyah yang tidak berimbang dimedia massa.”Padahal kami bersyahadat sebagaimana yang diajar Rasulullah. Kami sholat lima kali dalam sehari, puasa,  zakat dan menunaikan ibadah Haji ke Mekkah” terangnya.&lt;br /&gt;Terkait isu tentang kitab suci Ahmadiyah yang heboh diberitakan media saat ini, Mudasyir menjelaskan, Tazkirah bukanlah kitab suci, melainkan kumpulan pengalaman rohani pendiri Ahmadiyah, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad. Semasa hidupnya Ghulam Ahmad menuliskan semua pengalaman rohaninya dalam beberapa buku. Setelah ia wafat, buku-buku tersebut dikumpulkan oleh muridnya dan diberi nama Tazkirah. Selain pengalaman rohani, buku tersebut juga memuat mimpi dan ilham yang diperoleh Ghulam Ahmad dari Allah.&lt;br /&gt;Untuk melaksanakan dakwah dan menyebarkan ajaran Islam, Ahmadiyah telah menerjemahkan al-Qur’an dalam berbagai bahasa dunia seperti bahasa Cina, Jepang, Prancis, Mandarin termasuk bahasa lokal seperti bahasa Batak, Sunda, Bali dan lain-lain. “Bagaimana orang lain bisa mengerti tentang Islam kalau kita tidak mengantarkan al-Qur’an dan literatur Islam dalam bahasa mereka?” &lt;br /&gt;Bagi yang ingin bergabung menjadi anggota Ahmadiyah, diharuskan mengisi formulir bai’at yang telah disediakan dan memenuhi sepuluh syarat bai’at dalam jemaa’at Ahmadiyah. Namun jika bisa bertemu langsung dengan Khalifah Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, cukup dengan berjabat tangan saja bagi yang laki-laki.&lt;br /&gt;Sampai hari ini Ahmadiyah telah ada di 187 negara di dunia dengan jumlah anggota 220 juta orang. Sedangkan di Sumatera Barat, Ahmadiyah memiliki 11 cabang Diantaranya di Batu Sangkar, Bukittinggi, Ujung Gading, Solok, Talang, Alahan Panjag, Solok Selatan dan Kayu Aro (Kerinci). Diperkirakan jema’at Ahmadiyah di Padang berjumlah 1000 orang.&lt;br /&gt;Terkait dengan Peraturan Gubernur Sumatera Barat mengenai Ahmadiyah, Mudasyir Mubaligh Ahmadiyah Kota Padang menyampaikan ia tidak terlalu khawatir, “Kita hidup di negara yg berdaulat, negara kita diatur undang-undang, jadi pemerintah tunduk kepada aturan yang berlaku. Ahmadiyahkan organisasi legal,tentu ada alasannya pemerintah melakukan seperti itu,” ungkapnya. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmadiyah resmi dilarang di SUMBAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan Gubernur (Pergub) Sumatera Barat (Sumbar) tentang larangan kegiatan Jemaah Ahmadiyah Indonesia di Sumbar akhirnya terbit. Segala bentuk kegiatan Ahmadiyah Sumbar telah dilarang sesuai Pergub Nomor 17 Tahun 2011 yang ditetapkan oleh gubernur pada Kamis (24/03).&lt;br /&gt;Diberitakan kompas.com, Jumat (25/3/2011), Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan ia sudah menandatangani peraturan gubernur (Pergub) tentang larangan kegiatan Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Provinsi Sumbar.&lt;br /&gt;Menurut Irwan, kewenangan untuk melarang kegiatan Jemaah Ahmadiyah di Sumbar akan langsung terkait melekat seiring dengan telah ditandatanganinya Pergub itu. Di dalamnya termasuk larangan bagi Jemaah Ahmadiyah Indonesia untuk menggunakan papan nama yang menyatakan keberadaan Jemaah Ahmadiyah Indonesia.&lt;br /&gt;Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sum¬bar Syamsul Bahri Khatib menyatakan persoalan Ahmadiyah sudah final setelah keluatnya peraturan Gubernur Sumatera Barat. Langkah itulah sebenarnya Sudah dilakukan oleh MUI semenjak dulu yaitu dilarang sejak tahun 1985. Ini bersumber dari Konferendi Asia Afrika, OKI, Fatwa Arab Saudi dan Mesir. &lt;br /&gt;Maka harapannya kepada Ahmadiyah ialah “Hendaknya dipatuhi pergub mengenai Ahmadiyah.” Pergub ini merupakan usulan dari tindak lanjut dari hasil rapat dengan Muspida Sumbar, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Badan Koordinasi Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem), serta beberapa ormas di Sumbar, di Gubernuran Sumbar, pada 18 Maret lalu, dan mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Tahun 2008  Nomor 3 Tahun 2008 Tentang Peringatan dan Perintah Kepada Penganut, Anggota, dan/atau Anggota Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan Warga Masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LBH Padang Kritik Pergub &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LBH Padang mengkritisi pergub Sumbar mengenai Ahmadiyah, seperti yang diberitakan di media Sumbar. Hal serupa juga bisa dituliskan di catatan Facebook LBH Padang tanggal (31/03). &lt;br /&gt;Menurut LBH Padang,  Pergub tentang Larangan Kegiatan Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Propinsi Sumatera Barat, juga bertentangan dengan Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Pergub tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat karena tidak termasuk kedalam jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan. Pergub juga tidak dibentuk atau diperintah oleh peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, sehingga bertentangan pula dengan Pasal 7 ayat (4) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004  yang secara tegas menyatakan jenis peraturan perundang-undangan selain sebagaimana dimaksud pada Pasal 7 ayat (1), diakui keberadaannya dan mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang diperintah oleh peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;Disitu juga disebutkan enam sikap dan rekomendasi. Diantaranya rekomendasi kepada Gubernur, Mendagri, DPRD dan pihak-pihak terkait lainnya. [&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1354539605"&gt;Ilham Mustafa&lt;/a&gt;/ &lt;a href="http://www.facebook.com/efi.salinda"&gt;Efi Salinda&lt;/a&gt;]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-5592180613429846250?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/5592180613429846250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=5592180613429846250' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/5592180613429846250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/5592180613429846250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/kisruh-ahmadiyah.html' title='Kisruh Ahmadiyah'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-3100749677842361350</id><published>2011-06-17T01:49:00.000-07:00</published><updated>2011-06-17T01:55:43.966-07:00</updated><title type='text'>Hassan Hanafi: Islam Adalah Protes, Oposisi, dan Revolusi</title><content type='html'>Hassan hanafi adalah Guru Besar pada fakultas Filsafat Universitas Kairo. Ia lahir pada 13 Februari 1935 di Kairo, di dekat Benteng Salahuddin, daerah perkampungan Al-Azhar. Kota ini merupakan tempat bertemunya para mahasiswa muslim dari seluruh dunia yang ingin belajar, terutama di Universitas Al-Azhar. Meskipun lingkungan sosialnya dapat dikatakan tidak terlalu mendukung, tradisi keilmuan berkembang di sana sejak lama. Secara historis dan kultural, kota Mesir memang telah dipengaruhi peradaban-peradaban besar sejak masa Fir’aun, Romawi, Bizantium, Arab, Mamluk dan Turki, bahkan sampai dengan Eropa moderen.[1] Hal ini menunjukkan bahwa Mesir, terutama kota  Kairo, mempunyai arti penting bagi perkembangan awal tradisi keilmuan Hassan Hanafi&lt;br /&gt;Masa kecil Hanafi berhadapan dengan kenyataan-kenyataan hi.dup di bawah penjajahan dan dominasi pengaruh bangsa asing. Kenyataan itu membangkitkan sikap patriotik dan nasionalismenya, sehingga tidak heran meskipun masih berusia 13 tahun ia telah mendaftarkan diri untuk menjadi sukarelawan perang melawan Israel pada tahun 1948. la ditolak oleh Pemuda Muslimin karena dianggap usianya masih terlalu muda. Di samping itu ia juga dianggap bukan berasal dari kelompok Pemuda Muslimin. Ia kecewa dan segera menyadari bahwa di Mesir saat itu telah terjadi problem persatuan dan perpecahan. .&lt;br /&gt;Ketika masih duduk di bangku SMA, tepatnya pada tahun 1951, Hanafi menyaksikan sendiri bagaimana tentara Inggris membantai para syuhada di Terusan Suez. Bersama-sama dengan para mahasiswa ia mengabdikan diri untuk membantu gerakan revolusi yang telah dimulai pada akhir tahun 1940 an hingga revolusi itu meletus pada tahun 1952. Atas saran anggota-anggota Pemuda Muslimin, pada tahun ini ini pula ia  tertarik untuk memasuki organisasi Ikhwanul Muslimin. Akan tetapi, di tubuh Ikhwan pun terjadi perdebatan yang sama dengan apa yang terjadi di Pemuda Muslimin. Kemudian Hanaafi kembali disarankan oleh para anggota Ikhwanu untuk bergabung dalam organisasi Mesir Muda. Ternyata keadaan di dalam tubuh Mesir Muda sama dengan kedua organisasi sebelumnya. Hal ini mengakibatkan ketidakpuasan  Hanafi atas cara ber¬pikir kalangan muda Islam yang terkotak kotak. Kekecewaan ini menyebabkan ia memutuskan beralih konsentrasi untuk mendalami pemikiran-pemikiran keagamaan, revolusi, dan perubahan sosial. Ini juga yang menyebabkan ia lebih tertarik pada pemikiran-pemikiran Sayyid Qutb, seperti tentang prinsip-prinsip  Keadilan Sosial dalam Islam.[2]&lt;br /&gt;Sejak tahun 1952 sampai dengan 1956 Hanafi belajar di Universitas Cairo untuk mendalami bidang filsafat. Di dalam periode ini ia merasakan situasi yang paling buruk di Mesir. Pada tahun 1954 misalnya, terjadi pertentangan keras antara Ikhwan dengan gerakan revolusi. Hanafi berada pada pihak Muhammad Najib yang berhadapan dengan Nasser, karena baginya Najib memiliki komitmen dan visi keislaman yang jelas.&lt;br /&gt;Kejadian kejadian yang ia alami pada masa ini, terutama yang ia hadapi di kampus, membuatnya bangkit menjadi seorang pemikir, pembaharu, dan reformis.[3] Keprihatinan  yang muncul saat itu adalah mengapa umat Islam selalu dapat dikalahkan dan konflik internal terus terjadi.&lt;br /&gt;Tahun tahun berikutnya, Hanafi berkesempatan untuk belajar di Universitas Sorborne; Perancis, pada tahun 1956 sampai 1966. Di sini ia memperoleh lingkungan yang kondusif untuk mencari jawaban atas persoalan persoalan mendasar yang sedang dihadapi oleh negerinya dan sekaligus merumuskan jawaban-jawabannya. Di Perancis inilah ia dilatih untuk ber¬pikir secara metodologis melalui kuliah kuliah mau¬pun bacaan bacaan atau karya-karya orientalis. Ia sempat belajar pada seorang reformis Katolik, Jean Gitton; tentang metodologi berpikir, pembaharuan, dan sejarah filsafat. Ia belajar fenomenologi dari Paul Ricouer, analisis kesadaran dari Husserl, dan bim¬bingan penulisan tentang pembaharuan Ushul Fikih dari Profesor Masnion.[4]&lt;br /&gt;Semangat Hanafi untuk mengembangkan tulisan¬-tulisannya tentang pembaharuan pemikiran Islam se¬makin tinggi sejak ia pulang dari Perancis pada tahun 1966. Akan tetapi, kekalahan Mesir dalam perang melawan Israel tahun 1967 telah mengubah niatnya itu. la kemudian ikut serta dengan rakyat berjuang dan membangun kembali semangat nasionalisme mereka. Pada sisi lain, untuk menunjang perjuangannya itu, Hanafi juga mulai memanfaatkan pengetahuan-pengetahuan akademis yang telah is peroleh dengan memanfaatkan media massa sebagai corong perjuangannya. Ia menulis banyak artikel untuk menangggapi masalah masalah aktual dan melacak faktor kelemahan umat Islam.[5]&lt;br /&gt;Di waktu waktu luangnya, Hanafi mengajar di Universitas Kairo dan beberapa universitas di luar negeri. Ia sempat menjadi profesor tamu di Perancis (1969) dan Belgia (1970). Kemudian antara tahun 1971 sampai 1975 ia mengajar di Universitas Tem¬ple, Amerika Serikat. Kepergiannya ke Amerika, sesungguh¬nya berawal dari adanya keberatan pemerintah terhadap aktivitasnya di Mesir, sehingga ia diberikan dua pilihan apakah ia akan tetap meneruskan aktivitas¬nya itu atau pergi ke Amerika Serikat. Pada kenyataannya, aktivitasnya yang baru di Amerika memberinya kesempatan untuk banyak menulis tentang dialog antaragama dengan revolusi. Baru setelah kembali dari Amerika ia mulai menulis tentang pembaru¬an pemikiran Islam. la kemudian memulai penulisan buku Al Turats wa al-Tajdid. Karya ini, saat itu, belum sempat ia selesaikan karena ia dihadapkan pada gerakan anti pemerintah Anwar Sadat yang pro-Barat dan “berkolaborasi” dengan Israel. la terpaksa harus terlibat untuk membantu menjernihkan situasi melalui ulisan tulisannya yang berlangsung antara tahun 1976 hingga 1981. Tulisan¬-tulisannya itulah yang kemudian tersusun menjadi bu¬ku Al Din wa AI  Tsaurah. Sementara itu, dari tahun 1980 sampai 1983 ia menjadi profesor tamu di Univer¬sitas Tokyo, tahun 1985 di Emirat Arab. Ia pun diminta untuk merancang berdirinya Universitas Fes ketika ia mengajar di sana pada tahun tahun 1983 1984.[6]&lt;br /&gt;Hanafi berkali kali mengunjungi negara negara Belanda, Swedia, Portugal, Spanyol, Perancis, Jepang, India, Indonesia, Sudan, Saudi Arabia dan sebagainya antara tahun 1980 1987. Pengalaman pertemuannya dengan para pemikir besar di negara negara tersebut telah menambah wawasannya untuk semakin tajam memahami persoalan persoalan yang dihadapi oleh dunia Islam. &lt;br /&gt;Maka, dari pengalaman hidup yang ia peroleh sejak masih remaja membuat ia memiliki perhatian yang begitu besar terhadap persoalan umat Islam. Karena itu, meskipun tidak secara sepenuhnya mengabdikan diri untuk sebuah pergerakan tertentu, ia pun banyak terlibat langsung dalam kegiatan kegiatan pergerakan-pergerakan yang ada di Mesir. Sedangkan pengalamannya dalam bidang akademis dan intelek¬tual, baik secara formal maupun tidak, dan pertemuan¬nya dengan para pemikir besar dunia semakin mempertajam analisis dan pemikirannya sehingga mendorong hasratnya untuk terus menulis dan mengembangkan pemikiran-pemikiran baru untuk membantu menyelesaikan persoalan persolan besar umat Islam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perkembangan Pemikiran dan Karya Karyanya&lt;br /&gt;Untuk memudahkan uraian pada bagian ini, kita dapat mengklasifikasikan karya karya Hanafi dalam tiga periode seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa penulis yang telah lebih dulu mengkaji pemikiran tokoh ini: Penode pertama berlangsung pada tahun tahun 1960 an; periode kedua pada tahun tahun 1970 an, dan periode ketiga dari tahun tahun 1980 an sampai dengan 1990 an.&lt;br /&gt;Pada awal dasawarsa 1960 an pemikiran Hanafi dipengaruhi oleh faham faham dominan yang ber¬kembang di Mesir, yaitu nasionalistik sosialistik po¬pulistik yang juga dirumuskan sebagai ideologi Pan Arabisme,[7] dan oleh situasi nasional yang kurang menguntungkan setelah kekalahan Mesir dalam perang melawan Israel pada tahun 1967. Pada awal dasawarsa ini pula (1956 1966), sebagaimana telah dikemukakan, Hanafi sedang berada  dalam masa-masa belajar di Perancis. Di Perancis inilah, Hanafi lebih banyak lagi menekuni bidang bidang filsafat dan ilmu sosial dalam kaitannya dengan hasrat dan usahanya untuk melakukan rekonstruksi pemikiran Islam.&lt;br /&gt;Untuk tujuan rekonstruksi itu, selama berada di Perancis ia mengadakan penelitian tentang, terutama, metode interpretasi sebagai upaya pembaharuan bidang ushul fikih (teori hukum Islam, Islamic legal the¬ory) dan tentang fenomenologi sebagai metode untuk memahami agama dalam konteks realitas kontempo¬rer. Penelitian itu sekaligus merupakan upayanya un-tuk meraih gelar doktor pada Universitas Sorbonne (Perancis), dan ia berhasil menulis disertasi yang berjudul Essai sur la Methode d' Exegese (Esai tentang Metode Penafsiran). Karya setebal 900 halaman itu memperoleh penghargaan sebagai karya iliniah terbaik di Mesir pada tahun 1961. Dalam karyanya itu jelas Hanafi berupaya menghadapkan ilmu ushul fikih pada mazhab filsafat fenomenologi Edmund Husserl.[8] &lt;br /&gt;Pada fase awal pemikirannya iru, tulisan tulisan Hanafi masih bersifat ilmiah murni. Baru pada akhir dasawarsa itu ia mulai berbicara tentang keharusan Islam untuk mengembangkan wawasan kehidupan yang progresif dan berdimensi pembebasan (taharrur, liberation).[9] Ia mensyaratkan fungsi pembebasan jika memang itu yang diinginkan Islam agar dapat membawa masyarakat pada kebebasan dan keadilan, khususnya keadilan sosial, sebagai ukuran utamanya. Struktur yang populistik adalah manifestasi kehidupannya dan kebulatan kerangka pemikiran sebagai resep utamanya.[10] Hanafi sampai pada kesimpulan bahwa Islam sebaiknya berfungsi orientatif bagi ideologi populistikyang ada.&lt;br /&gt;Pada akhir periode ini, dan berlanjut hingga awal periode 1970 an, Hanafi juga memberikan perhatian uta¬manya untuk mencari penyebab kekalahan umat Islam dalam perang melawan Israel tahun 1967. Oleh karena itu, tulisan tulisannya lebih bersifat populis. Di awal peri¬ode 1970 an, ia banyak menulis artikel di berbagai media massa, seperti Al Katib, Al-Adab, Al Fikr al-Mu’ashir, dan Mimbar Al Islam. Pada tahun 1976, tulisan tulisan itu diterbitkan sebagai sebuah buku dengan judul Qadhaya Mu’ashirat fi Fikrina al-Mu’ashir. Buku ini memberikan deskripsi tentang realitas dunia Arab saat itu, analisis tentang tugas para pemikir dalam menanggapi pro¬blema umat, dan tentang pentingnya pembaruan pemi¬kiran Islam untuk menghidupkan kembafi khazanah tradisional Islam. Kemudian, pada tahun 1977, kembali ia menerbitkan Qadhaya Mu `ashirat fi al Fikr al-Gharib. Buku kedua ini mendiskusikan pemikiran para sarjana Barat untuk melihat bagaimana mereka memahami persoalan masyarakatnya dan kemudian mengadakan pembaruan. Beberapa pemikir Barat yang ia singgung itu antara lain Spinoza, Voltaire, Kant, Hegel, Unamuno, Karl Jaspers, Karl Marx, Marx Weber, Edmund Husserl, dan Herbert Marcuse.[11] &lt;br /&gt;Kedua buku itu secara keseluruhan merangkum dua pokok pendekatan analisis yang berkaitan dengan sebab sebab kekalahan umat Islam; memahami posisi umat lslam sendiri yang lemah, dan memahami posisi Barat yang superior. Untuk yang pertama penekanan diberikan pada upaya pemberdayaan umat, terutama dari segi pola pikirnya, dan bagi yang kedua ia berusaha untuk menunjukkan bagaimana menekan superioritas Barat dalam segala aspek kehidupan. Kedua pendekatan inilah yang nantinya melahirkan dua pokok pemikiran baru yang tertuang dalam dua buah karyanya, yaitu Al-Turats wa al Tajdid (Tradisi dan Pembaruan), dan Al Istighrab (Oksidentalisme). &lt;br /&gt;Pada periode ini, yaitu antara tahun tahun 1971-1975, Hanafi juga menganalisis sebab sebab ketegangan antara berbagai kelompok kepentingan di Mesir, terutama antara kekuatan Islam radikal dengan pe¬merintah.    Pada saat yang sama situasi politik Mesir mengalami ketidakstabilan yang ditandai dengan beberapa peristiwa penting yang berkaitan dengan sikap Anwar Sadat yang pro-Barat dan memberikan kelonggaran pada Israel, hingga ia terbunuh pada Oktober 1981. Keadaan itu membawa Hanafi pada pemikiran bahwa seorang ilmuan juga harus mempunyai tanggung jawab politik terhadap nasib bangsanya. Untuk itulah kemudian ia menulis Al Din wa al Tsaurah fi Mishr 1952 1981. Karya ini terdiri dari 8 jilid yang merupakan himpunan berbagai artikel yang ditulis antara tahun 1976 sampai 1981 dan diterbitkan pertama kali pada tahun 1987. Karya itu berisi pembicaraan dan analisis tentang kebudayaan nasional dan hubungannya dengan agama, hubungan antara agama dengan perkembangan nasioanlisme, tentang gagasan mengenai gerakan "Kiri Keagamaan" yang membahas gerakan-gerakan keagamaan kontemporer, fundamentalisme Islam, serta "Kiri Islam dan Integritas Nasional". Dalam analisisnya Hanafi menemukan bahwa salah satu penyebab utama konflik berkepanjangan di Mesir adalah tarik-menarik antara ideologi Islam dan Barat dan ideologi sosialisme. Ia juga memberikan bukti bukti penyebab muncul¬nya berbagai tragedi politik dan, terakhir, menganali¬sis penyebab munculnya radikalisme Islam.&lt;br /&gt;Karya karya lain yang ia tulis pada periode ini adalah Religious Dialogue and Revolution dan Dirasat al-Islamiyyah.  Buku pertama berisi pikiran-pikiran yang ditulisnya antara tahun 1972 1976 ketika ia berada di Amerika Serikat, dan terbit pertama kali pada tahun 1977. Pada bagian pertama buku ini ia merekomendasikan metode hermeneutika sebagai metode dialog antara Is¬lam, Kristen, dan Yahudi. Sedangkan bagian kedua secara khusus membicarakan hubungan antara aga¬ma dengan revolusi, dan lagi-lagi ia menawarkan feno¬menologi sebagai metode untuk menyikapi dan menafsirkan realitas umat Islam.[12]&lt;br /&gt;Sementara itu Dirasat Islamiyyah, yang ditulis sejak tahun 1978 dan terbit tahun 1981, memuat deskripsi dan analisis pembaruan terhadap ilmu ilinu keislaman klasik, seperti ushul fikih, ilmu ilmu ushuluddin, dan filsafat. Dimulai dengan pendekatan historis untuk melihat perkembangannya, Hanafi berbicara tentang upaya rekonstruksi atas ilmu-ilmu tersebut untuk dise¬suaikan dengari realitas kontemporer.&lt;br /&gt;Periode selanjutnya, yaitu dasawarsa 1980 an sampai dengan awal 1990 an, dilatarbelakangi oleh kondisi politik yang relatif lebih stabil ketimbang masa masa sebelumnya. Dalam periode ini, Hanafi mulai menulis Al-Turats wa al Tajdid yang terbit pertama kali tahun 1980. Buku ini merupakan landasan teoretis yang memuat dasar dasar ide pembaharuan dan langkah-langkahnya. Kemudian, ia menulis Al- Yasar Al-lslamiy (Kiri Islam), sebuah tulisan yang lebih merupakan sebuah "manifesto politik" yang berbau ideologis, sebagaimana telah saya kemukakan secara singkat di atas.&lt;br /&gt;Jika Kiri Islam baru merupakan pokok pokok pikiran yang belum memberikan rincian dari program pembaruannya, buku Min Al Aqidah ila Al Tsaurah (5 jilid), yang ditulisnya selama hampir sepuluh tahun dan baru terbit pada tahun 1988. Buku ini memuat uraian terperinci tentang pokok-pokok pembaruan yang ia canangkan dan termuat dalam kedua karyanya yang terdahulu. Oleh karena itu, bukan tanpa alasan jika buku ini dikatakan sebagai karya Hanafi yang paling monumental.&lt;br /&gt;Satu bagian pokok bahasan yang sangat penting dari buku ini adalah gagasan rekonstruksi ilmu kalam. Pertama tama ia mencoba menjelaskan seluruh karya dan aliran ilmu kalam, baik dari sisi kemunculannya, aspek isi dan metodologi maupun perkembangannya. Lalu ia melakukan analisis untuk melihat kelebihan dan kekurangannya, terutama relevansinya dengan konteks modernitas. Salah satu kesimpulannya adalah bahwa pemikiran kalam klasik masih sangat teoretis, elitis dan statis secara konsepsional. Ia merekomendasikan sebuah teologi atau ilmu kalam yang antroposentris,[13] populis, dan transformatif.&lt;br /&gt;Selanjutnya, pada tahun tahun 1985 1987, Hanafi menulis banyak artikel yang ia presentasikan dalam berbagai seminar di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Perancis, Belanda, Timor Tengah, Jepang, termasuk Indonesia. Kumpulan tulisan itu kemudian disusun menjadi sebuah.buku yang berjudul Religion, Ideology, and Development  yang terbit pada tahun 1993. Beberapa artikel lainnya juga tersusun menjadi buku dan diberi judul Islam in the Modern World (2 jilid). Selain berisi kajian kajian agama dan filsafat, dalam karya-karyanya yang terakhir pemikiran Hanafi juga berisi kajian kajian ilmu sosial, seperti ekonomi dan teknologi. Fokus pemikiran Hanafi pada karya karya terakhir ini lebih tertuju pada upaya untuk meletakkan posisi agama serta fungsinya dalam pembangunan di negara-negara dunia ketiga.                 &lt;br /&gt;Pada perkembangan selanjutnya, Hanafi tidak lagi berbicara tentang ideologi tertentu melainkan tentang paradigma baru yang sesuai dengan ajaran Islam sendiri maupun kebutuhan hakiki kaum muslimin. Sublimasi pemikiran dalam diri Hanafi ini antara lain didorong oleh maraknya wacana nasionalisme-pragmatik Anwar Sadat yang menggeser popularitas paham sosialisme Nasser di Mesir pada dasawarsa 1970 an. Paradigma baru ini ia kembangkan sejak paroh kedua dasawarsa 1980 an hingga sekarang.[14]&lt;br /&gt;Pandangan universalistik ini di satu sisi ditopang oleh upaya pengintegrasian wawasan keislaman dari kehidupan kaum muslimin ke dalam upaya penegakan martabat manusia melalui pencapaian otonomi individual bagi warga masyarakat; penegakan kedaulatan hukum, penghargaan pada HAM, dan penguatan (empowerment) bagi kekuatan massa rakyat jelata.[15]&lt;br /&gt;Pada sisi lain, paradigma universalistik yang diinginkan Hanafi harus dimulai dari pengembangan epistemologi ilmu pengetahuan baru. Orang Islam, menurut Hanafi, tidak butuh hanya sekadar menerima dan mengambil alih paradigma ilmu pengetahuan modern Barat yang bertumpu pada materialisme, melainkan juga harus mengikis habis penolakan mereka terhadap peradaban ilmu pengetahuan Arab. Seleksi dan dialog konstruktif dengan peradaban Barat itu dibutuhkan untuk mengenal dunia Barat dengan setepat-tepatnya. Dan upaya pengenalan itu sebagai unit kajian ilmiah, berbentuk ajakan kepada ilmu-ilmu kebaratan (al-Istighrab, Oksidentalisme)[16] sebagai imbangan bagi ilmu-ilmu ketimuran (al-Istisyraq, Orientalisme). Oksidentalisme dimaksudkan untuk mengetahui peradaban Barat sebagaimana adanya, sehingga dari pendekatan ini akan muncul kemampuan mengembangkan kebijakan yang diperlukan kaum muslimin dalam ukuran jangka panjang.[17] Dengan pandangan ini Hassan Hanafi memberikan harapan Islam untuk menjadi mitra bagi peradaban-peradaban lain dalam penciptaan peradaban dunia baru dan universal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sekitar Pandangan Hassan Hanafi tentang Teologi Tradisional Islam&lt;br /&gt;Di muka telah kita lihat, meskipun dalam beberapa hal menolak dan mengkritik Barat, Hanafi banyak menyerap dan mengonsentrasikan diri pada kajian pemikir Barat pra-modern dan modern. Oleh karena itu, Shimogaki mengkatagorikan Hanafi sebagai seorang modernis liberal, karena ide ide liberalisme Barat, demokrasi, rasionalisme dan pencerahan telah banyak mempengaruhinya.[18]&lt;br /&gt;Pemikiran Hanafi sendiri, menurut Isaa J. Boulatta dalam Trends and lssues in Contemporary Arabs Thought bertumpu pada tiga landasan: I) tradisi atau sejarah Islam; 2) metode fenomenologi, dan; 3) analisis sosial Marxian.[19] Dengan demikian dapat dipahami bahwa gagasan semacam Kiri Islam dapat disebut sebagai pengetahuan yang terbentuk atas dasar watak sosial masyarakat (socially contructed) berkelas yang merupakan ciri khas tradisi Marxian.&lt;br /&gt;Dalam gagasannya tentang rekonstruksi teologi tradsional, Hanafi menegaskan perlunya mengubah orientasi perangkat konseptual sistem kepercayaan (teologi) sesuai dengan perubahan konteks sosial poli¬tik yang terjadi. Teologi tradisional, kata Hanafi, lahir dalam konteks sejarah ketika inti keislaman sistem kepercayaan, yakni transendensi Tuhan, diserang oleh wakil-wakil dari sekte sekte dan budaya lama. Teolo¬gi itu dimaksudkan untuk mempertahankan doktrin utama dan untuk memelihara kemurniannya. Dialektika berasal dari dialog dan mengandung pengertian saling menolak; hanya merupakan dialektika kata¬-kata, bukan dialektika konsep konsep tentang sifat masyarakat atau tentang sejarah. &lt;br /&gt;Sementara itu konteks sosio politik sekarang sudah berubah. Islam mengalami berbagai kekalahan di berbagai medan pertempuran sepanjang periode kolonisasi. Karena itu, lanjut Hanafi, kerangka konseptual lama masa masa permulaan, yang berasal dari kebudayaan klasik harus diubah menjadi kerangka konseptual baru, yang berasal dari kebudayaan modern.[20]&lt;br /&gt;Teologi merupakan refleksi dari wahyu yang me¬manfaatkan kosakata zamannya dan didorong oleh kebutuhan dan tujuan masyarakat; apakah kebutuhan dan tujuan itu merupakan keinginan obyektif atau semata-mata.manusiawi, atau barangkali hanya meru¬pakan cita cita dan nilai atau pernyataan egoisme murni.[21] Dalam konteks ini, teologi merupakan basil proyeksi kebutuhan dan tujuan masyarakat manusia ke dalam teks-teks kitab suci. Ia.menegaskan, tidak ada arti arti yang betul betul berdiri sendiri untuk seti¬ap ayat Kitab Suci. Sejarah teologi, kata Hanafi, ada¬lah sejarah proyeksi keinginan manusia ke dalam Kitab Suci itu. Setiap ahli teologi atau. penafsir melihat dalam Kitab Suci itu sesuatu yang ingin mereka lihat. Ini menunjukkan bagaimana manusia menggantungkan kebutuhan dan tujuannya pada naskah naskah itu.[22]&lt;br /&gt;Teologi dapat berperan sebagai suatu ideologi pembebasan bagi yang tertindas atau sebagai suatu pembenaran penjajahan oleh para penindas.[23] Teologi memberikan fungsi legitimatif bagi setiap perjuangan kepentingan dari masing masing lapisan masyarakat yang berbeda. Karena itu, Hanafi menyimpulkan bah¬wa tidak ada kebenaran obyektif atau arti yang berdi¬ri sendiri, terlepas dari keinginan manusiawi.[24] Kebe¬naran teologi, dengan demikian, adalah kebenaran korelasional atau, dalam bahasa Hanafi, persesuaian antara arti naskah asli yang berdiri sendiri dengan kenyataan obyektif yang selalu berupa nilai nilai manusiawi yang universal. Sehingga suatu penafsiran bisa bersifat obyektif, bisa membaca kebenaran obyektif yang sama pada setiap ruang dan waktu.[25]&lt;br /&gt;Hanafi menegaskan bahwa rekonstruksi teologi tidak harus membawa implikasi hilangnya tradisi tradisi lama. Rekonstruksi teologi untuk mengkonfrontasikan ancaman-ancaman baru yang datang ke dunia dengan menggunakan konsep yang terpelihara murni dalam sejarah. Tradisi yang terpelihara itu menentukan lebih banyak lagi pengaktifan untuk dituangkan dalam realitas duniawi yang sekarang. Dialektika harus dilakukan dalam bentuk tindakan-tindakan, bukan hanya terdiri atas konsep konsep dan argumen argumen antara individu individu, melainkan dialektika berbagai masyarakat dan bangsa di antara kepentingan kepentingan yang bertentangan.[26] &lt;br /&gt;Rekonstruksi itu bertujuan untuk mendapatkan keberhasilan duniawi dengan memenuhi harapan-harapan dunia muslim terhadap kemendekaan, kebe¬basan, kesamaan sosial, penyatuan kembali identitas, kemajuan dan mobilisasi massa.[27] Teologi baru itu ha¬rus mengarahkan sasarannya pada manusia sebagai tujuan perkataan (kalam) dan sebagai analisis percakap¬an. Karena itu pula harus tersusun secara kemanu¬siaan.[28] &lt;br /&gt;Asumsi dasar dari pandangan teologi semacam ini adalah bahwa Islam, dalam pandangan Hanafi, ada¬lah protes, oposisi dan revolusi.[29] Baginya, Islam me¬miliki makna ganda. Pertama, Islam sebagai ketunduk¬an; yang diberlakukan oleh kekuatan politik kelas atas. Kedua, Islam sebagai revolusi, yang diberlakukan oleh mayoritas yang tidak berkuasa dan kelas orang miskin. Jika untuk mempertahankan status-quo suatu re¬zim politik, Islam ditafsirkan sebagai tunduk. Sedang jika untuk memulai suatu perubahan sosial politik melawan status quo, maka harus menafsirkan Islam sebagai pergolakan.[30]¬&lt;br /&gt;Secara generik, istilah aslama adalah menyerahkan diri kepada Tuhan, bukan kepada apa pun yang lain. Pengertian ini secara langsung menyatakan sebuah tindakan ganda; Yaitu menolak segala kekuasaan  yang tidak transendental dan menerima kekuasaan transendental.[31] Makna ganda dari kata kerja aslama dan kata benda Islam ini, menurut Hanafi, dengan sengaja disalahgunakan untuk mendorong Islam cenderung pada salah satu sisinya, yakni tunduk. Maka rekonstruksi teologi tradisional itu berarti pula untuk menunjukkan aspek lain dari Islam yang, menurutnya, sengaja disembunyikan, yakni penolakan, oposisi den pergolakan yang merupakan kebutuhan aktual masyarakat muslim.[32] Di dalam hal ini, karena selalu terkait dengan masyarakat, refleksi atas nilai nilai universal agama pun mengikuti bentuk dan struktur kemasyarakatan, struktur sosial dan kekuatan politik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;* Penulis adalah mahasiswa Pascasarjana UIN Jakarta. Kini ia sedang mempersiapkan program post-graduate-nya di negeri Paman Sam berkat beasiswa dari Fullbright.&lt;br /&gt;[1] Lihat Luwis ‘Iwad, Dirasat fi al-Hadlarat, (Kairo: Dar al-Mustaqbal al-‘Arabiy, 1989), h. 133.&lt;br /&gt;[2] Perkembangan ini bisa kita lihat, di antaranya, dalam Hassan Hanafi, “al-Salafiyat wa al-‘Ilmaniyat fi Fikrina al-Mu’ashir, dalam al-Azminat, III, 15 (1989).  &lt;br /&gt;[3]Lebih lanjut lihat, Ibid.&lt;br /&gt;[4]Pengaruh-pengaruh intelektual dari tokoh-tokoh tersebut terlihat pada karya-karya awalnya. Hal ini juga diterangkan dalam, misalnya, Hassan  Hanafi, Al Din wa al-Tsaurat fi al-Mishr 1952 1981, Vol. VII, (Kairo: A1-Maktabat a1-Madbuliy, I987), h. 332.&lt;br /&gt;[5]Lihat, Hassan Hanafi,  Qadhaya Mu`ashirat fi`Fikrina al-Mu`ashir, (Beirut: Dar al-Tanwir li al Thiba`at al Nasyr, I983), cet. ke 2, h. 7&lt;br /&gt;[6]Lihat, al-Azminat, Loc.Cit.  &lt;br /&gt;[7]Lihat lebih lanjut, Abdurrahman Wahid, Hassan Hanafi dan Eksperimentasinya" (selanjutnya disebut Eksperimen), dalam Kazuo Shimogaki, Op Cit., h. Xi.&lt;br /&gt;[8]Eksperimen, h. xi. &lt;br /&gt;[9] Ibid., h. xiii.&lt;br /&gt;[10]Lihat Abdurrahman Wahid, "Pengantar'” (selanjutnya disebut Pengantar), dalam ldeologi, h, xi.&lt;br /&gt;[11]Hassan Hanafi, Qadhaya Mu`ashirat fi al Fikr al Gharb al Mu’ashir, (Beirut: Al-Muassasat al-Jami’iyyat li Dirasat wa al-Nasyr wa al-Tauzi, 1990), cet. ke 4.&lt;br /&gt;[12]Lihat, Revolution, Loc.Cit. &lt;br /&gt;[13]Arthur Schopenhauer, seorang filosof Barat modern, pernah memberikan gagasan agar teologi juga berarti bermakna dan berisi Antropologi. Maksudnya, ia menghendaki agar teologi tidak melulu berbicara tentang Tuhan, tetapi harus muIai berbicara tentang manusia.&lt;br /&gt;[14] Eksperimen, h. xvi.&lt;br /&gt;[15]Ibid. &lt;br /&gt;[16]Gagasan awal ini kemudian ia tuangkan dalam bukunya Al-Mukaddimah fi ‘Ilm al-Istighrab yang diterbitkan di Kairo pada tahun 1991. &lt;br /&gt;[17]Ibid., h. xvii. &lt;br /&gt;[18]Lihat catatan kaki (1) buku Shimogaki, Between Modernity and Posmodernity, The Islamic Left and Dr. Hassan Hanafi's Thought:  A Critical Reading (selanjutnya disebut Between Modernity), (Japan: The Institute of Middle Eastern Studies, 1988), h. 14.&lt;br /&gt;[19]Issa J. Boullatta, "Hassan Hanafi: Terlalu Teoretis untuk Dipraktekkan", tulisan pendek yang diterjernahkan oleh Saiful Muzani dalam Islamika 1, g. 21.&lt;br /&gt;[20]Ideologi, h. 6.&lt;br /&gt;[21]Lihat, Hassan Hanafi, “Pandangan Agama tentang Tanah, Suatu Pendekatan Islam,” dalam Prisma 4, April 1984, h. 39.&lt;br /&gt;[22]Ibid.&lt;br /&gt;[23]Ibid.&lt;br /&gt;[24]Ibid. &lt;br /&gt;[25]Ibid., h. 40. &lt;br /&gt;[26]Ideologi, h. 7. &lt;br /&gt;[27]Ibid. &lt;br /&gt;[28]Ibid. &lt;br /&gt;[29]Ibid.,h. 103. &lt;br /&gt;[30]Ibid.,h. 104. &lt;br /&gt;[31]Ibid., h. 103.&lt;br /&gt;[32]Ibid., h. 103-104. &lt;br /&gt;http://www.id.islamlib.com/id/page.php?page=article&amp;id=163, Edisi Bahasa Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-3100749677842361350?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/3100749677842361350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=3100749677842361350' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/3100749677842361350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/3100749677842361350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/hassan-hanafi-islam-adalah-protes.html' title='Hassan Hanafi: Islam Adalah Protes, Oposisi, dan Revolusi'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-197716145614764491</id><published>2011-06-14T16:50:00.000-07:00</published><updated>2011-06-14T17:07:29.470-07:00</updated><title type='text'>TAFSIR AL-QUR'AN MODERN:  STUDI ATAS METODE BINTUSY-SYATHI'</title><content type='html'>Aisyah 'Abdurrahmaan, yang dikenal luas dengan nama samarannya, Bintusy-Syaathi' pada tahun-tahun belakangan ini telah mengukuhkan dirinya lantaran studinya mengenai sastra dan tafsir Al-Qur'an. Ia adalah guru besar sastra dan bahasa Arab pada Universitas 'ayn Syams, Mesir dan kadang-kadang menjadi Guru Besar Tamu pada Universitas Islam Umm durmaan, Sudan dan saat ini ia adalah guru besar Tamu pada Universitas Qarawiyyin, Maroko. Pada kesempatan-kessempatan memberi kuliah dan konferensi pada tahun 60-an, ia telah berbicara di hadapan para sarjana di Roma, Aljazair, New Delhi, Baghdad, Kuwait, Yesrusalem, Rabat, Fez, Khartoum dan lain-lain. Kajian-kajiannya yang telah dipublikasikan melaiputi studinya mengenai Abuu Al-'Alaa Al- Ma'arri , Al-Khansaa' dan penyair-penyair atau penulis-penulis lain, biografi ibunda Nabi Muhammad , isteri-isteri beliau, anak -anak perempuannya serta cucu dan buyut perempuannya monografi-monografi dan cerita-cerita pembebasan perempuan dalam pemahaman Islam dan karya-karya kesejarahan mengenai hidup dan masa Nabi Muhammad. Ia juga telah menulis mengenai isu-isu mutakhir di dunia Arab, seperti tentang nilai dan otoritas masa kini sebagai warisan budaya masa lampau, tentang bahasa Arab di dunia modern yang sedang berubah dan tentang dimensi-dimensi sejarah dan intelektual perjuangan orang-orang melawan imperalisme Barat dan Zionisme.&lt;br /&gt;Dilahirkan di Dumyat, wilayah di sebelah barat Delta Nil, Bintusy-Syaathi' tumbuh dewasa di tengah sebuah keluarga Muslim yang saleh dan menyelesaikan jenjang pendidikan tingginya di Universitas Fuad I, Kairo. Walaupun mempunyai pandangan dan sikap konservatif, ia memiliki semua daya tarik seorang perempuan Arab modern yang berbudaya yang harus diperhitungkan dan dicirikan oleh kemampuan pengungkapan diri yang kuat dan artikulatif, diilhami oleh nilai-nilai Islam dan informasi pengetahuan yang meluap.&lt;br /&gt;Bukunya mengenai tafsir, Al-Tafsir Al-Bayaani li Al-Qur'an nAl-Karim, Vol. I (1962) telah dicetakulang dua kali ( 1966, 1968) dan edisi bajakannya telah terbit pula di Beirut. Vol. II kitab tafsirnya itu yang terbit pada tahun 1969 telah mendapat sambutan yang luar biasa dan Dr. 'Aisyah 'Abdurrahmaan diharapkan dapat melanjutkan tafsirnya itu hingga mencakup keseluruhan Al-Qur'an, tidak hanya keempat belas surat pendek yang sejauh ini sudah diselesaikannya.&lt;br /&gt;Yang sangat penting dari tafsirnya bahkan pun jika ia tidak melanjutkan usahanya dalam menafsirkan Al-Qur'an hingga mencakup keseluruhan isi Kitab Suci itu adalah metode yang digunakannya yang telah menancapkan pengarh luas di kalangan banyak orang. Secara jujur ia mengakui bahwa metode tersebut ia peroleh dari Guru Besarnya di Universitas Fuad I, yang belakangan menjadi suaminya yakni almarhum Amin Al-Khuuli ( wafat pada tahun 1966). bintusy-Syaathi' mengikhtisarkan prinsip-prinsip metode itu seperti yang tulis Al-Khuuli dalam bukunya, Mandhij Tajdid ( Kairo : Daar Al-Ma'arif 1966) ke dalam empat butir.&lt;br /&gt;1. Basis metodenya adalah memperlakukan apa yang ingin dipahami dari Al-Qur'an secara objektif dan hal itu dimulai dengan pengumpulan semua surah dan ayat mengenai topik yang ingin dipelajari.&lt;br /&gt;2. Untuk memahami gagasan tertentu yang terkandung di dalam Al-Qur'an menurut konteksnya ayat-ayat disekitar gagasan itu harus disusun menurut tatanan kronologis pewahyuannya, hingga keterangan-keterangan mengenai wahyu dan tempat dapat diketahui. Riwayat-riwayat tradisional mengenai "peristiwa pewahyuan" dipandang sebagai sesuatu yang perlu dipertimbangkan hanya sejauh dan dalam pengertian bahwa peristiwa-peritiwa itu merupakan keterangan-keterangan kontekstual yang berkaitan dengan pewahyuan suatu ayat, sebab peristiwa-periwtiwa itu bukanlah tujuan atau sebab sine qua non ( syarat mutlak) kenapa pewahyuan terjadi. Pentingnya pewahyuan terletak pada generalitas kata-kata yang digunakan, bukan pada kekhususan peristiwa pewahyuannya.&lt;br /&gt;3. Karena bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan dalam Al-Qur'an maka untuk memahami arti kata-kata yang termuat dalam Kitab Suci itu harus dicari arti linguistik aslinya yang memiliki rasa kearaban kata tersebut dalam berbagai penggunaan material dan figuratifnya. Dengan demikian makna Al-Qur'an diusut melalui pengumpulan seluruh bentuk kata di dalam Al-Qur'an dan mempelajari konteks spesifik kata itu dalam ayat-ayat dan surah-surah tertentu serta konteks umumnya dalam Al-Qur'an.&lt;br /&gt;4. Untuk memahami pernyataan-pernyataan yang sulit, naskah yang ada dalam susunan Al-Qur'an itu dipelajari untuk mengenai kemungkinan maksudnya. Baik bentuk lahir maupun semangat teks itu harus diperhatikan. Apa yang telah dikatakan oleh para mufasir dengan demikian, diuji kaItannya dengan naskah yang sedang dipelajari, dan hanya yang sejalan dengan naskah yang diterima. Seluruh penafsiran yang bersifat sektarian dan Isri'iliyyaat ( materi-materi Yahudi-Kristen) yang mengacaukan yang biasanya dipaksakan masuk ke dalam tafsir Al-Qur'an harus disingkirkan. Dengan cara yang sama, penggunaan tata-bahasa dan retorika dalam Al-Qur'an harus dipandang sebagai kriteria yang dengannya kaidah-kaidah para ahli tata-bahasa dan retorika harus dinilai, bukan sebaliknya, sebab bagi kebanyakan ahli , bahasa Arab merupakan hasil capaian danbukan bersifat alamiah.&lt;br /&gt;Seperti yang dapat disimak dari ringkasan tersebut diatas, apa yang menjadi dasar metode tafsir ini adalah diktum yang telah dikemukakan para mufasir klasik di masa lalu, yakni bahwa "al-Qur'an menjelaskan dirinya dengan dirinya sendiri (tafsir ayat dengan ayat). Meskipun mufasir tersebut tidak menerapkan diktum itu secara sitematis. Selain itu yang juga menjadi dasar metode tersebut adalah prinsip bahwa Al-Qur'an harus dipelajari dan dipahami dalam keseluruhannya sebagai suatu kesatuan dengan karakteristik-karakteristik ungkapan dan gaya bahasa khas. Terakhir yang menjadi dasar pula adlah penerimaan atas keterangan sejarah mengenai kandungan Al-Qur'an tanpa menghilangkan keabadian nilainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sources : http://www.geocities.com/TheTropics/Cabana/1595/TAFSIR2.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-197716145614764491?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/197716145614764491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=197716145614764491' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/197716145614764491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/197716145614764491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/tafsir-al-quran-modern-studi-atas.html' title='TAFSIR AL-QUR&apos;AN MODERN:  STUDI ATAS METODE BINTUSY-SYATHI&apos;'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-4691734234261120283</id><published>2011-06-14T16:44:00.000-07:00</published><updated>2011-06-14T17:10:48.679-07:00</updated><title type='text'>Syahrur dan Teori Limit</title><content type='html'>Melalui karyanya yang sangat kontroversial, al-Kitâb wal Qur’ân: Qirâ’ah Mu`âshirah, Syahrur menegaskan bahwa teori limit merupakan salah satu pendekatan dalam berijtihad, yang digunakan dalam mengkaji ayat-ayat muhkamât (ayat-ayat yang bersisi pesan hukum) dalam Alquran. Terma limit (hudûd) yang digunakan Syahrur mengacu pada pengertian “batas-batas ketentuan Allah yang tidak boleh dilanggar, tapi di dalamnya terdapat wilayah ijtihad yang bersifat dinamis, fleksibel, dan elastis.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kontribusi baru dalam kajian fikih kontemporer adalah teori limit (nadzariyyat al-hudûd) yang diusung tokoh Islam liberal asal Syiria, Muhammad Syahrur. Menurut Wael B. Hallaq, teori limit Syahrur telah mengatasi kebuntuan epistemologi yang menimpa karya-karya pemikir sebelumnya (Wael B. Hallaq: 1997). Melalui karyanya yang sangat kontroversial, al-Kitâb wal Qur’ân: Qirâ’ah Mu`âshirah, Syahrur menegaskan bahwa teori limit merupakan salah satu pendekatan dalam berijtihad, yang digunakan dalam mengkaji ayat-ayat muhkamât (ayat-ayat yang bersisi pesan hukum) dalam Alquran. Terma limit (hudûd) yang digunakan Syahrur mengacu pada pengertian “batas-batas ketentuan Allah yang tidak boleh dilanggar, tapi di dalamnya terdapat wilayah ijtihad yang bersifat dinamis, fleksibel, dan elastis.”&lt;br /&gt;Paling tidak, teori limit memberikan empat kontribusi signifikan dalam pengayaan bidang fikih. Pertama, dengan teori limit, Syahrur telah berhasil melakukan pergeseran paradigma (paradigm shift) yang sangat fundamental di bidang fikih. Selama ini, pengertian hudûd dipahami para ahli fikih secara rigid sebagai ayat-ayat dan hadis-hadis yang berisi sanksi hukum (al-`uqûbât) yang tidak boleh ditambah atau dikurangi dari ketentuannya yang termaktub, seperti sanksi potong tangan bagi pencuri, cambuk 100 kali bagi pelaku zina belum berkeluarga, dan lain sebagainya. Berbeda dengan itu, teori limit (nadzariyyat al-hudûd) yang ditawarkan Syahrur cenderung bersifat dinamis-kontekstual, dan tidak hanya menyangkut masalah sanksi hukum (al-`uqûbât). Teori limit Syahrur juga menyangkut aturan-aturan hukum lainnya, seperti soal libâsul mar’ah (pakaian perempuan), ta`addud al-zawj (poligami), pembagian warisan, soal riba, dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, teori limit Syahrur menawarkan ketentuan batas minimum (al-hadd al-adnâ) dan batas maksimum (al-hadd al-a`lâ) dalam menjalankan hukum-hukum Allah. Artinya, hukum-hukum Allah diposisikan bersifat elastis, sepanjang tetap berada di antara batas minimum dan maksimum yang telah ditentukan. Wilayah ijitihad manusia, menurut Syahrur berada di antara batas minimum dan maksimum itu tadi. Elastisitas dan fleksibilitas hukum Allah tadi dapat digambarkan seperti posisi pemain bola yang bebas bermain bola, asalkan tetap berada pada garis-garis lapangan yang telah ada. Pendek kata, selagi seorang muslim masih berada dalam wilayah hudûd-u-lLâh (ketentuan Allah antara batas minimum dan maksimum tadi), maka dia tidak dapat dianggap keluar dari hukum Allah. Contohnya: ketentuan potong tangan bagi pencuri (Q.S. al-Mâ’idah: 38). &lt;br /&gt;Menurut Syahrur, potong tangan merupakan sanksi maksimum (al-hadd al-a`lâ) bagi seorang pencuri. Batas minimumnya adalah dimaafkan (Q.S. al-Mâ’idah: 34). Dari sini Syahrur berkesimpulan, seorang hakim dapat melakukan ijtihad dengan memperhatikan kondisi objektif si pencuri. Sang hakim tidak perlu serta merta harus memberi sanksi potong tangan dengan dalih menegakkan syariat, tapi dapat berijtihad di antara batasan maksimum dan minimum tadi, misalnya dengan sanksi penjara. Kalau kasus yang dihadapi adalah pejabat yang korup, sanksi dipecat dari jabatannya juga masih berada dalam dua batasan tadi. Syahrur beralasan, esensi sebuah sanksi hukum adalah membuat jera (kapok) si pelanggar hukum. Oleh sebab itu, negara atau pemerintahan yang tidak atau belum menerapkan sanksi potong tangan, rajam, qisas, dan beberapa sanksi hukum yang tertera di dalam Alquran maupun hadis, tidak bisa diklaim sebagai negara atau pemerintahan yang kafir sebagaimana tuduhan kalangan fundamentalis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus pakaian perempuan (libâs al-mar’ah), Syahrur berpendapat bahwa batas minimum pakaian perempuan adalah satr al-juyûb (Q.S al-Nur: 31) atau menutup bagian dada (payudara), kemaluan, dan tidak bertelanjang bulat. Batas maksimumnya adalah menutup sekujur anggota tubuh, kecuali dua telapak tangan dan wajah. Dengan pendekatan ini, perempuan yang tidak memakai jilbab pada umumnya (termasuk model “jilbab gaul” yang kini sedang ngetren) sesungguhnya telah memenuhi ketentuan Allah, sebab masih berada pada wilayah di antara batas minimum dan maksimum tadi. Sebaliknya, perempuan yang menutup sekujur tubuhnya (termasuk wajah, dengan cadar misalnya) dianggap telah keluar dari hudûd-u-lLâh (batasan-batasan Allah), karena melebihi batas maksimum yang ditentukan Alquran. Artinya, perempuan yang mengenakan cadar dan menutup sekujur tubuhnya --dengan pendekatan ini-- malah sudah “tidak islami.&lt;br /&gt;Ketiga, dengan teori limitnya, Syahrur telah melakukan dekonstruksi dan rekonstruksi terhadap metodologi ijtihad hukum, utamanya terhadap ayat-ayat hudûd yang selama ini diklaim sebagai ayat-ayat muhkamât yang bersifat pasti dan hanya mengandung penafsiran tunggal. Bagi Syahrur, ayat-ayat muhkamât juga dapat dipahami secara dinamis dan memiliki alternatif penafsiran, sebab Alquran diturunkan untuk merespon persoalan manusia dan berlaku sepanjang masa. Semua ayat Alquran tidak saja dapat dipahami, bahkan bagi Syahrur dapat dipahami secara pluralistik, sebab makna suatu ayat itu dapat berkembang, tidak harus sesuai dengan makna (pengertian) ketika ayat itu turun. Walhasil, penafsiran suatu ayat sesungguhnya bersifat relatif dan nisbi, sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan kata lain, melalui teori limit, Syahrur ingin melakukan pembacaan ayat-ayat muhkamât secara produktif dan prospektif (qirâ’ah muntijah), bukan pembacaan repetitif dan restrospektif (qirâ’ah mutakarrirah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, dengan teori limit, Syahrur ingin membuktikan bahwa ajaran Islam benar-benar merupakan ajaran yang relevan untuk tiap ruang dan waktu. Syahrur berasumsi, kelebihan risalah Islam adalah bahwa di dalamnya terkandung dua aspek gerak, yaitu gerak konstan (istiqâmah) serta gerak dinamis dan lentur (hanîfiiyah). Nah, sifat kelenturan Islam ini berada dalam bingkai teori limit yang oleh Syahrur dipahami sebagai the bounds or restrictions that God has placed on mans freedom of action (batasan yang telah ditempatkan Tuhan pada wilayah kebebasan manusia). Kerangka analisis teori limit yang berbasis dua karakter utama ajaran Islam ini (aspek yang konstan dan yang lentur) akan membuat Islam tetap survive sepanjang zaman. Dua hal yang beroposisi secara biner itu kemudian melahirkan gerak dialektik (al-harakah al-jadaliyah) dalam pengetahuan dan ilmu-ilmu sosial. Dari situlah diharapkan lahir paradigma baru dalam pembuatan legislasi hukum Islam (tasyrî’), sehingga memungkinkan terciptanya dialektika dan perkembangan sistem hukum Islam secara terus-menerus. WalLâh a’lam! [&lt;br /&gt;http://islamlib.com/id/page.php?page=article&amp;id=677&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-4691734234261120283?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/4691734234261120283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=4691734234261120283' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/4691734234261120283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/4691734234261120283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/syahrur-dan-teori-limit.html' title='Syahrur dan Teori Limit'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-4050661640482863817</id><published>2011-06-13T09:21:00.000-07:00</published><updated>2011-06-13T09:24:06.205-07:00</updated><title type='text'>SIFAT APAKAH YANG DIKEHENDAKI OLEH ALLAH?</title><content type='html'>Al Qur'an, yang merupakan petunjuk bagi seluruh umat manusia, merupakan perkataan&lt;br /&gt;Allah. Kita bisa mencapai sifat yang diridhai oleh Allah dengan membaca ayat-ayat Al Qur'an&lt;br /&gt;dan hidup dengan itu. Ini sangat mudah. Namun, meskipun demikian, sebagian besar manusia&lt;br /&gt;melakukan kesalahan karena menjauhi sifat-sifat yang diridhai oleh Allah. Jika suatu hari,&lt;br /&gt;semua orang di sekitarmu patuh pada keinginan Allah dan mengamalkan sifat-sifat yang&lt;br /&gt;dituntut oleh Allah dari manusia, maka dunia ini akan menjadi tempat yang lebih baik.&lt;br /&gt;Sekarang, mari kita lihat secara singkat tentang hal ini.&lt;br /&gt;Kita semua tahu bahwa Allah telah menciptakan manusia. Dengan begitu, Allah-lah&lt;br /&gt;Yang Maha Mengetahui akhlak terpuji dan tercela yang dimiliki manusia. Seseorang mungkin&lt;br /&gt;bisa menipu orang lain, tetapi dia tidak akan pernah menyembunyikan apa pun dari Allah. Hal&lt;br /&gt;ini karena, tidak seperti kita, Allah mengetahui apa yang dipikirkan seseorang. Oleh sebab itu,&lt;br /&gt;seseorang harus selalu ikhlas dan jujur kepada Allah. Salah satu ayat menyebutkan:&lt;br /&gt;Katakanlah, ”Jika kalian menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kalian&lt;br /&gt;melahirkannya, pasti Allah mengetahuinya.” Allah mengetahui apa pun yang ada di&lt;br /&gt;langit dan apa pun yang ada di bumi. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (QS Ali-&lt;br /&gt;Imran: 29)&lt;br /&gt;Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dan jika&lt;br /&gt;kalian melahirkan yang ada di dalam hatimu atau kalian menyembunyikannya, niscaya&lt;br /&gt;Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatanmu itu. Maka Allah&lt;br /&gt;mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang di kehendaki-Nya,&lt;br /&gt;dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (QS Al-Baqarah: 284)&lt;br /&gt;Orang yang sadar bahwa Allah Maha Mendengar segala kata yang ia ucapkan,&lt;br /&gt;mengetahui segala tindakan yang dia perbuat dan setiap pikiran yang melintas di pikirannya,&lt;br /&gt;tidak akan pernah berani melakukan perbuatan jahat, meskipun tidak terlihat oleh orang lain.&lt;br /&gt;Artinya, agar menjadi orang terpuji, kita harus benar-benar beriman pada adanya Allah dan&lt;br /&gt;keesaan-Nya, mengetahui sifat-Nya yang Mahakuasa dan sadar bahwa Dia Maha Melihat dan&lt;br /&gt;Mendengar segala sesuatu. Ini adalah salah satu syarat untuk mencapai sifat yang dikehendaki&lt;br /&gt;Allah dari hamba-hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harun yahya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-4050661640482863817?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/' title='SIFAT APAKAH YANG DIKEHENDAKI OLEH ALLAH?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/4050661640482863817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=4050661640482863817' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/4050661640482863817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/4050661640482863817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/sifat-apakah-yang-dikehendaki-oleh.html' title='SIFAT APAKAH YANG DIKEHENDAKI OLEH ALLAH?'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-2623010812305156281</id><published>2011-06-12T16:22:00.000-07:00</published><updated>2011-06-12T16:44:28.218-07:00</updated><title type='text'>U.S. nation-building in the wrong place?</title><content type='html'>America’s costly efforts at nation-building in Afghanistan and Iraq came under intense scrutiny this month in critical reports and a gloomy Senate hearing that prompted a memorable assertion. “If there is any nation in the world that really needs nation-building right now, it is the United States.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That came from a Democratic Senator, Jim Webb, who continued: “When we are putting hundreds of billions of dollars into infrastructure in another country, it should only be done if we can articulate a vital national interest because we quite frankly need to be doing a lot more of that here.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Webb spoke at the confirmation hearing of the veteran diplomat President Barack Obama nominated to be his next ambassador to Afghanistan, Ryan Crocker, who faced questions from the Senate Foreign Relations Committee that left no doubt over the growing impatience of U.S. lawmakers with a military and financial commitment that is producing limited progress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Webb’s juxtaposition of spending on Afghanistan and the state of things in the United States – a stalled economy, stubborn unemployment, an aging infrastructure – is made more often in online debates and private conversations than in official hearings. But it is a subtext for a debate likely to grow in the campaign for the 2012 elections and feature both Afghanistan and Iraq as money pits, object lessons for ill-conceived development projects, and lack of foresighted planning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A report by the bi-partisan Commission on Wartime Contracting issued early in June set the tone. “U.S. troop withdrawals from Afghanistan are scheduled to begin in July 2011, and the U.S. military presence in Iraq is scheduled to end by December 31, 2011. But America will leave many legacies in both countries carrying large sustainment costs long into the future.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The commission, the report said, saw no sign that the Pentagon, the State Department and the U.S. Agency for International Development were making plans to make sure that the governments of Iraq and Afghanistan could operate and maintain, on their own, the vast array of projects built under U.S. government contracts, from schools and clinics to hospitals and power plants.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An examination of a decade’s wartime contracting in the two countries, says the report, had identified tens of billions of dollars of waste. Unless the U.S. paid prompt attention to the “how to” of maintaining, operating and paying for the projects it will leave behind, “the United States faces new waves of waste in Iraq and Afghanistan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One example of money already wasted, and beginning to waste even more: the Kabul Power Plant, built with $300 million in American taxpayer money. “It is little used and the cost to operate and maintain it is too great for the Afghan government to sustain from its own resources.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHAT SUSTAINABILITY?&lt;br /&gt;That raises a question: what resources? According to a World Bank estimate, 97 percent of Afghanistan’s gross domestic product (GDP) comes from “spending related to the international military and donor community presence.” Annual government revenues run to around $2.5 billion, funding the Afghan security forces costs more than twice as much.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The word “sustainability” sounds very much out of place in this context though it is sprinkled liberally through the Contracting Commission’s report as well as a report issued a week later by the Senate Foreign Relations Committee. It focused solely on Afghanistan and questioned the long-held theory that development projects in conflict zones helps to stabilize them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That report pointed out that Afghanistan now receives more U.S. civilian assistance ($320 million a month) than any other country and it addressed a problem which looks more difficult to solve than any other: “Foreign aid, when misspent, can fuel corruption …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No doubt about that. Both in Afghanistan and Iraq corruption is the stuff of legend, featuring tales of government officials becoming multi-millionaires, warlords getting kickbacks for allowing development projects to go forward, contractors for the U.S. government over-billing to the tune of tens of millions of dollars, suitcases stuffed with $100 notes being shipped out of Kabul airport, newly-rich Iraqis and Afghans buying extravagant mansions in Dubai. In Kabul, the word for this is “Afghaniscam”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Things are not getting better, notwithstanding dire warnings about the corrosive effect of badly-spent aid. In 2008, the year the Commission on Wartime Contracting was set up in response to reports on vast misappropriations in Afghanistan and Iraq, the two countries ranked 176th and 178th out of 180 on a widely-respected corruption index. It is put out annually by the Berlin-based watchdog group Transparency International.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On the 2010 list (of 178 countries), Iraq ranks 175th and Afghanistan 176th. Myanmar and Somalia occupy the bottom slots.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Which helps explain the frustration about nation-building priorities Senator Webb expressed at the Senate hearing. He was one of the two senators who introduced a bill, in 2007, that led to the establishment of the Commission on Wartime Contracting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Its members need not fear running out of work.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(You can contact the author at Debusmann@Reuters)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : http://blogs.reuters.com/bernddebusmann/2011/06/10/u-s-nation-building-in-the-wrong-place/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-2623010812305156281?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/2623010812305156281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=2623010812305156281' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/2623010812305156281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/2623010812305156281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/us-nation-building-in-wrong-place.html' title='U.S. nation-building in the wrong place?'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-5789062591879698309</id><published>2011-06-12T08:08:00.000-07:00</published><updated>2011-06-12T08:09:41.825-07:00</updated><title type='text'>AL-GHAZALI, ABU HAMID (1058-1111)</title><content type='html'>al-Ghazali is one of the greatest Islamic Jurists, theologians and mystical thinkers. He learned various branches of traditional Islamic religious sciences in his home town of Tus, Gurgan and Nishapur in the northern part of Iran. He was also involved in Sufi practices from an early age. Being recognized by Nizam al-Mulk, the vizir of the Seljuq sultans, he was appointed head of the Nizamiyyah College at Baghdad in AH 484/AD 1091. As the intellectual head of the Islamic community, he was busy lecturing on Islamic jurisprudence at the College, and also refuting heresies and responding to questions from all segments of the community. Four years later, however, al-Ghazali fell into a serious spiritual crisis and finally left Baghdad, renouncing his career and the world After wandering in Syria and Palestine for about two years and finishing the pilgrimage to Mecca, he returned to Tus, where he was engaged in writing, Sufi practices and teaching his disciples until his death. In the meantime he resumed teaching for a few years at the Nizamiyyah College in Nishapur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ghazali explained in his autobiography why he renounced his brilliant career and turned to Sufism. It was, he says, due to his realization that there was no way to certain knowledge or the conviction of revelatory truth except through Sufism. (This means that the traditional form of Islamic faith was in a very critical condition at the time.) This realization is possibly related to his criticism of Islamic philosophy. In fact, his refutation of philosophy is not a mere criticism from a certain (orthodox) theological viewpoint. First of all, his attitude towards philosophy was ambivalent; it was both an object and criticism and an object of learning (for example, logic and the natural sciences). He mastered philosophy and then criticized it in order to Islamicize it. The importance of his criticism lies in his philosophical demonstration that the philosophers’ metaphysical arguments cannot stand the test of reason. However, he was also forced to admit that the certainty, of revelatory truth, for which he was so desperately searching, cannot be obtained by reason. It was only later that he finally attained to that truth in the ecstatic state (fana’) of the Sufi. Through his own religious experience, he worked to revive the faith of Islam by reconstructing the religious sciences upon the basis of Sufsm, and to give a theoretical foundation to the latter under the influence of philosophy. Thus Sufism came to be generally recognized in the Islamic community. Though Islamic philosophy did not long survive al-Ghazali’s criticism, he contributed greatly to the subsequent philosophization of Islamic theology and Sufism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Life&lt;br /&gt;2 Theological conceptions&lt;br /&gt;3 Refutation of philosophy&lt;br /&gt;4 Relation to philosophy&lt;br /&gt;5 List of   works&lt;br /&gt;6 REFERENCES AND FURTHER READING&lt;br /&gt;1 Life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The eventful life of Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali (or al-Ghazzali) can be divided into three major periods. The first is the period of learning, first in his home town of Tus in Persia, then in Gurgan and finally in Nishapur. After the death of his teacher, Imam al-Haramayn AL-JUWAYNI, Ghazali moved to the court of Nizam al-Mulk, the powerful vizir of the Seljuq Sultans, who eventually appointed him head of the Nizamiyyah College at Baghdad in AH 484/AD 1091.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The second period of al-Ghazali’s life was his brilliant career as the highest-ranking orthodox ‘doctor’ of the Islamic community in Baghdad (AH 484-8/AD 1091-5). This period was short but significant. During this time, as well as lecturing on Islamic jurisprudence at the College, he was also busy refuting heresies and responding to questions from all segments of the community. In the political confusion following the assassination of Nizam al-Mulk and the subsequent violent death of Sultan Malikshah, al-Ghazali himself fell into a serious spiritual crisis and finally left Baghdad, renouncing his career and the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This event marks the beginning of the third period of his life, that of retirement (AH 488-505/AD 1095-1111), but which also included a short period of teaching at the Nizamiyyah College in Nishapur. After leaving Baghdad, he wandered as a Sufi in Syria and Palestine before returning to Tus, where he was engaged in writing, Sufi practices and teaching his disciples until his death.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The inner development leading to his conversion is explained in his autobiography, al-Munqidh min al-dalal (The Deliverer from Error), written late in his life. It was his habit from an early age, he says, to search for the true reality of things. In the process he came to doubt the senses and even reason itself as the means to ‘certain knowledge’, and fell into a deep scepticism. However, he was eventually delivered from this with the aid of the divine light, and thus recovered his trust in reason. Using reason, he then set out to examine the teachings of ‘the seekers after truth’: the theologians, philosophers, Isma‘ilis and Sufis. As a result of these studies, he came to the realization that there was no way to certain knowledge except through Sufism. In order to reach this ultimate truth of the Sufis, however, it is first necessary to renounce the world and to devote oneself to mystical practice. Al-Ghazali came to this realization through an agonising process of decision, which led to a nervous breakdown and finally to his departure from Baghdad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The schematic presentation of al-Munqidh has allowed various interpretations, but it is irrelevant to question the main line of the story. Though certain knowledge is explained in al-Munqidh as something logically necessary, it is also religious conviction (yaqin) as mentioned in the Ihya’ ‘ulum al-din (The Revival of the Religious Sciences). Thus when he says that the traditional teachings did not grip him in his adolescence, he means to say that he lost his conviction of their truth, which he only later regained through his Sufi mystical experiences. He worked to generalize this experience to cure `the disease' of his time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The life of al-Ghazali has been thus far examined mostly as the development of his individual personality. However, since the 1950s there have appeared some new attempts to understand his life in its wider political and historical context (Watt 1963). If we accept his religious confession as sincere, then we should be careful not to reduce his thought and work entirely to non-religious factors. It may well be that al-Ghazali’s conversion from the life of an orthodox doctor to Sufism was not merely the outcome of his personal development but also a manifestation of a new stage in the understanding of faith in the historical development of Islam, from the traditional form of faith expressed in the effort to establish the kingdom of God on Earth through the shari‘a to a faith expressed as direct communion with God in Sufi mystical experience. This may be a reflection of a development in which the former type of faith had lost its relevance and become a mere formality due to the political and social confusion of the community. Al-Ghazali experienced this change during his life, and tried to revive the entire structure of the religious sciences on the basis of Sufism, while at the same time arguing for the official recognition of the latter and providing it with solid philosophical foundations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Theological conceptions&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ghazali wrote at least two works on theology, al-Iqtisad fi'I-i`tiqad (The Middle Path in Theology) and al-Risala al-Qudsiyya (The Jerusalem Epistle). The former was composed towards the end of his stay in Baghdad and after his critique of philosophy, the latter soon afterwards in Jerusalem. The theological position expressed in both works is Ash'arite, and there is no fundamental difference between al-Ghazali and the Ash‘arite school (see ASH‘ARIYYA AND MU‘TAZILA). However, some changes can be seen in the theological thought of his later works, written under the influence of philosophy and Sufism (see §4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As Ash‘arite theology came into being out of criticism of Mu‘tazilite rationalistic theology, the two schools have much in common but they are also not without their differences. There is no essential difference between them as to God's essence (dhat Allah); al-Ghazali proves the existence of God (the Creator) from the createdness (hadath) of the world according to the traditional Ash‘arite proof. An atomistic ontology is presupposed here, and yet there are also philosophical arguments to refute the criticism of the philosophers. As for God's attributes (sifat Allah), however, al-Ghazali regards them as `something different from, yet added to, God's essence' (al-Iqtisad: 65), while the Mu‘tazilites deny the existence of the attributes and reduce them to God's essence and acts. According to al-Ghazali, God has attributes such as knowledge, life, will, hearing, seeing and speech, which are included in God's essence and coeternal with it. Concerning the relationship between God's essence and his attributes, both are said to be ‘not identical, but not different’ (al-Iqtisad: 65). The creation of the world and its subsequent changes are produced by God's eternal knowledge, will and power, but this does not necessarily mean any change in God's attributes in accordance with these changes in the empirical world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One of the main issues of theological debate was the relationship between God's power and human acts. The Mu‘tazilites, admitting the continuation of an accident (arad) of human power, asserted that human acts were decided and produced (or even created) by people themselves; thus they justified human responsibility for acts and maintained divine justice. In contrast, assuming that all the events in the world and human acts are caused by God's knowledge, will and power, al-Ghazali admits two powers in human acts, God’s power and human power. Human power and act are both created by God, and so human action is God’s creation (khalq), but it is also human acquisition (kasb) of God's action, which is reflected in human volition. Thus al-Ghazali tries to harmonize God’s omnipotence and our own responsibility for our actions (see OMNIPOTENCE).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As for God’s acts, the Mu‘tazilites, emphasizing divine justice, assert that God cannot place any obligation on people that is beyond their ability; God must do what is best for humans and must give rewards and punishments according to their obedience and disobedience. They also assert that it is obligatory for people to know God through reason even before revelation. Al-Ghazali denies these views. God, he says, can place any obligations he wishes upon us; it is not incumbent on him to do what is best for us, nor to give rewards and punishments according to our obedience and disobedience. All this is unimaginable for God, since he is absolutely free and is under no obligation at all. Obligation (wujub), says al-Ghazali, means something that produces serious harm unless performed, but nothing does harm to God. Furthermore, good (hasan) and evil (qabih) mean respectively congruity and incongruity with a purpose, but God has no purpose at all. Therefore, God's acts are beyond human ethical judgment. Besides, says al-Ghazali, injustice (zulm) means an encroachment on others' rights, but all creatures belong to God; therefore, whatever he may do to his creatures, he cannot be considered unjust.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Mu‘tazilites, inferring the hereafter from the nature of this world, deny the punishment of unbelievers in the grave from their death until the resurrection, and also the reality of the various eschatological events such as the passing of the narrow bridge and the weighing on the balance of human deeds (see ESCHATOLOGY). Al-Ghazali, on the other hand, rejecting the principle of analogy between the two worlds, approves the reality of all these events as transmitted traditionally, since it cannot be proven that they are rationally or logically impossible. Another important eschatological event is the seeing of God (ru’ya Allah). While the Mu‘tazilites deny its reality, asserting that God cannot be the object of human vision, al-Ghazali approves it as a kind of knowledge which is beyond corporeality; in fact, he later gives the vision of God deep mystical and philosophical meaning. In short, the Mu‘tazilites discuss the unity of God and his acts from the viewpoint of human reason, but al-Ghazali does so on the presupposition that God is personal and an absolute reality beyond human reason.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Refutation of philosophy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ghazali’s relationship with philosophy is subtle and complicated. The philosophy represented by AL-FARABI and IBN SINA (Avicenna) is, for al-Ghazali, not simply an object of criticism but also an important component of his own learning. He studied philosophy intensively while in Baghdad, composing Maqasid al falasifa (The Intentions of the Philosophers), and then criticizing it in his Tahafut al falasifa (The Incoherence of the Philosophers). The Maqasid is a precise summary of philosophy (it is said to be an Arabic version of Ibn Sina’s Persian Danashnamah-yi ala'i (Book of Scientific Knowledge) though a close comparative study of the two works has yet to be made). In the medieval Latin world, however, the content of the Maqasid was believed to be al-Ghazali’s own thought, due to textual defects in the Latin manuscripts. As a result, the image of the ‘Philosopher Algazel’ was created. It was only in the middle of the nineteenth century that Munk corrected this mistake by making use of the complete manuscripts of the Hebrew translation. More works by al-Ghazali began to be published thereafter, but some contained philosophical ideas he himself had once rejected. This made al-Ghazali’s relation to philosophy once again obscure. Did he turn back to philosophy late in life? Was he a secret philosopher? From the middle of the twentieth century there were several attempts to verify al-Ghazali’s authentic works through textual criticism, and as a result of these works the image of al-Ghazali as an orthodox Ash‘arite theologian began to prevail. The new trend in the study of al-Ghazali is to re-examine his relation to philosophy and to traditional Ash‘arism while at the same time recognizing his basic distance from philosophy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ghazali composed three works on Aristotelian logic, Mi‘yar al-‘ilm (The Standard Measure of Knowledge), Mihakk al-nazar f'l-mantiq (The Touchstone of Proof in Logic) and al-Qistas al-mustaqim (The Just Balance). The first two were written immediately after the Tahafut `in order to help understanding of the latter', and the third was composed after his retirement. He also gave a detailed account of logic in the long introduction of his writing on legal theory, al-Mustasfa min ‘ilm al-usul (The Essentials of Islamic Legal Theory). Al-Ghazali's great interest in logic is unusual, particularly when most Muslim theologians were antagonistic to it, and can be attributed not only to the usefulness of logic in refuting heretical views (al-Qistas is also a work of refutation of the Isma‘ilis), but also to his being fascinated by the exactness of logic and its effectiveness for reconstructing the religious sciences on a solid basis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is a fundamental disparity between al-Ghazali’s theological view and the Neoplatonic Aristotelian philosophy of emanationism. Al-Ghazali epitomizes this view in twenty points, three of which are especially prominent:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) the philosophers’ belief in the eternity of the world,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) their doctrine that God does not know particulars, and&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) their denial of the resurrection of bodies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;These theses are ultimately reducible to differing conceptions of God and ontology. Interestingly, al-Ghazali’s criticism of philosophy is philosophical rather than theological, and is undertaken from the viewpoint of reason.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First, as for the eternity of the world, the philosophers claim that the emanation of the First Intellect and other beings is the result of the necessary causality of God's essence, and therefore the world as a whole is concomitant and coeternal with his existence (see CREATION AND CONSERVATION, RELIGIOUS DOCTRINE OF). Suppose, say the philosophers, that God created the world at a certain moment in time; that would presuppose a change in God, which is impossible. Further, since each moment of time is perfectly similar, it is impossible, even for God, to choose a particular moment in time for creation. Al-Ghazali retorts that God's creation of the world was decided in the eternal past, and therefore it does not mean any change in God; indeed, time itself is God's creation (this is also an argument based on the Aristotelian concept of time as a function of change). Even though the current of time is similar in every part, it is the nature of God's will to choose a particular out of similar ones.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Second, the philosophers deny God's knowledge of particulars or confine it to his self-knowledge, since they suppose that to connect God's knowledge with particulars means a change and plurality in God's essence. Al-Ghazali denies this. If God has complete knowledge of a person from birth to death, there will be no change in God's eternal knowledge, even though the person's life changes from moment to moment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Third, the philosophers deny bodily resurrection, asserting that 'the resurrection' means in reality the separation of the soul from the body after death. Al-Ghazali criticizes this argument, and also attacks the theory of causality presupposed in the philosophers’ arguments (see CAUSALITY AND NECESSITY IN ISLAMIC THOUGHT). The so-called necessity of causality is, says al-Ghazali, simply based on the mere fact that an event A has so far occurred concomitantly with an event B. There is no guarantee of the continuation of that relationship in the future, since the connection of A and B lacks logical necessity. In fact, according to Ash‘arite atomistic occasionalism, the direct cause of both A and B is God; God simply creates A when he creates B. Thus theoretically he can change his custom (sunna, ‘ada) at any moment, and resurrect the dead: in fact, this is 'a second creation'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ghazali thus claims that the philosophers' arguments cannot survive philosophical criticism, and Aristotelian logic served as a powerful weapon for this purpose. However, if the conclusions of philosophy cannot be proved by reason, is not the same true of theological principles or the teachings of revelation? How then can the truth of the latter be demonstrated? Herein lies the force of al-Ghazali’s critique of reason.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Relation to philosophy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Philosophy declined in the Sunni world after al-Ghazali, and his criticism of philosophy certainly accelerated this decline. Nearly a century later, IBN RUSHD (Averroes) made desperate efforts to resist the trend by refuting al-Ghazali’s Tahafut in his Tahafut al-tahafut (The Incoherence of the Incoherence) and Fasl al-maqal (The Decisive Treatise), but he could not stop it. Philosophy was gradually absorbed into&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sufism and was further developed in the form of mystical philosophy, particularly in the Shi'ite world (see MYSTICAL PHILOSOPHY IN ISLAM). In the Sunni world also, Aristotelian logic was incorporated into theology and Sufism was partially represented philosophically. In all this, al-Ghazali’s influence was significant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghazali committed himself seriously to Sufism in his later life, during which time he produced a series of unique works on Sufism and ethics including Mizan al-‘amal (The Balance of Action), composed just before retirement, Ihy’ ‘ulum al-din, his magnum opus written after retirement, Kitab al-arba‘in fi usul al-din (The Forty Chapters on the Principles of Religion), Kimiya’-yi sa‘adat (The Alchemy of Happiness), Mishkat al-anwar (The Niche of the Lights) and others. The ultimate goal of humankind according to Islam is salvation in paradise, which is depicted in the Qur’an and Traditions as various sensuous pleasures and joy at the vision of God. The greatest joy for al-Ghazali, however, is the seeing of God in the intellectual or spiritual sense of the beatific vision. In comparison with this, sensuous pleasures are nothing. However, they remain necessary for the masses who cannot reach such a vision.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resurrection for IBN SINA means each person's death - the separation of the soul from the body - and the rewards and punishments after the `resurrection' mean the pleasures and pains which the soul tastes after death. The soul, which is in contact with the active intellect through intellectual and ethical training during life, is liberated from the body by death and comes to enjoy the bliss of complete unity with the active intellect. On the other hand, the soul that has become accustomed to sensual pleasures while alive suffers from the pains of unfulfilled desires, since the instrumental organs for that purpose are now lost. Al-Ghazali calls death `the small resurrection' and accepts the state of the soul after death as Ibn Sina describes. On the other hand, the beatific vision of God by the elite after the quickening of the bodies, or 'the great resurrection', is intellectual as in the view of the philosophers. The mystical experience (fans) of the Sufi is a foretaste of the real vision of God in the hereafter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A similar influence of philosophy is also apparent in al-Ghazali’s view of human beings. Human beings consist of soul and body, but their essence is the soul. The human soul is a spiritual substance totally different from the body. It is something divine (amr ilahi), which makes possible human knowledge of God. If the soul according to al-Ghazali is an incorporeal substance occupying no space (as Ibn Sina implies, though he carefully avoids making a direct statement to that effect), then al-Ghazali’s concept of the soul is quite different from the soul as 'a subtle body' as conceived by theologians at large. According to al-Ghazali, the body is a vehicle or an instrument of the soul on the way to the hereafter and has various faculties to maintain the bodily activities. When the main faculties of appetite, anger and intellect are moderate, harmonious and well-balanced, then we find the virtues of temperance, courage, wisdom and justice. In reality, however, there is excess or deficiency in each faculty, and so we find various vicious characteristics. The fundamental cause for all this is love of the world (see SOUL IN ISLAMIC PHILOSOPHY).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The purpose of religious exercises is to rectify these evil dispositions, and to come near to God by `transforming them in imitation of God's characteristics' (Iakhalluq bi-akhlaq Allah). This means transforming the evil traits of the soul through bodily exercises by utilizing the inner relationship between the soul and the body. Al-Ghazali here makes full use of the Aristotelian theory of the golden mean, which he took mainly from IBN MISKAWAYH. In order to maintain the earthly existence of the body as a vehicle or an instrument of the soul, the mundane order and society are necessary. In this framework, the traditional system of Islamic law, community and society are reconsidered and reconstructed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The same is also true of al-Ghazali’s cosmology. He divides the cosmos into three realms: the world of mulk (the phenomenal world), the world of malakut (the invisible world) and the world of jabarut (the intermediate world). He takes this division from the Sufi theorist Abu Talib al-Makki, although he reverses the meanings of malakut and jabarut. The world of malakut is that of God’s determination, a world of angels free from change, increase and decrease, as created once spontaneously by God. This is the world of the Preserved Tablet in heaven where God's decree is inscribed. The phenomenal world is the incomplete replica of the world of malakut, which is the world of reality, of the essence of things. The latter is in some respects similar to the Platonic world of Ideas, or Ibn Sina's world of inteiligibles. The only difference is that the world of malakut is created once and for all by God, who thereafter continues to create moment by moment the phenomenal world according to his determination. This is a major difference from the emanationist deterministic world of philosophy. Once the divine determination is freely made, however, the phenomenal world changes and evolves according to a determined sequence of causes and effects. The difference between this relationship and the philosophers' causality lies in whether or not the relation of cause and effect is necessary. This emphasis on causal relationship by al-Ghazali differs from the traditional Ash‘arite occasionalism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Sufis in their mystical experience, and ordinary people in their dreams, are allowed to glimpse the world of the Preserved Tablet in heaven, when the veil between that world and the soul is lifted momentarily. Thus they are given foreknowledge and other forms of supernatural knowledge. The revelation transmitted by the angel to the prophets is essentially the same; the only difference is that the prophets do not need any special preparation. From the viewpoint of those given such special knowledge of the invisible world, says al-Ghazali, the world is the most perfect and best possible world. This optimism gave rise to arguments and criticism even in his lifetime, alleging that he was proposing a Mu‘tazilite or philosophical teaching against orthodox Ash‘arism. He certainly says in his theological works that it is not incumbent upon God to do the best for humans; however, this does not mean that God will not in fact do the best of his own free will. Even so, behind al-Ghazali’s saying that God does so in actuality, we can see the influence of philosophy and Sufism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ghazali's criticism of philosophy and his mystical thought are often compared to the philosophical and theological thought of Thomas AQUINAS, NICHOLAS OF AUTRECOURT, and even DESCARTES and PASCAL. In the medieval world, where he was widely believed to be a philosopher, he had an influence through the Latin and Hebrew translations of his writings and through such thinkers as Yehuda HALEVI, Moses MAIMONIDES and Raymond Martin of Spain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;See also: ASH‘ARIYYA AND MU‘TAZILA; CAUSALITY AND NECESSITY IN ISLAMIC THOUGHT; IBN SINA; IBN RUSHD; ISLAM, CONCEPT OF PHILOSOPHY IN; MYSTICAL PHILOSOPHY IN ISLAM; NEOPLATONISM IN ISLAMIC PHILOSOPHY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 LIST OF WORKS:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ghazali (1094) Maqasid al falasifa (The Intentions of the Philosophers), ed. S. Dunya, Cairo: Dar al-Ma‘arif, 1961. (A precise summary of Islamic philosophy as represented by Ibn Sina.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- (1095) Tahafut al falasifa (The Incoherence of the Philosophers), ed. M. Bouyges, Beirut: Imprimerie Catholique, 1927; trans, S.A. Kamah, Al-Ghazali's Tahafut al-Falasifah, Lahore: Pakistan Philosophical Congress, 1963. (Al-Ghazali’s refutation of Islamic philosophy.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- (1095) Mi‘yar al-‘ilm (The Standard Measure of Knowledge), ed. S. Dunya, Cairo: Dar al-Ma‘arif, 1961. (A summary account of Aristotelian logic.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- (1095) Mihakk al-nazar fi’l-mantiq (The Touchstone of Proof in Logic), ed. M. al-Nu‘mani, Beirut: Dar al-Nahdah al-Hadithah, 1966. (A summary of Aristotelian logic.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- (1095) al-Iqtisad fi’l-‘tiqad (The Middle Path in Theology), ed. I.A. Qubukçu and H. Atay, Ankara: Nur Matbaasi, 1962; partial trans. A.-R. Abu Zayd, Al-Ghazali on Divine Predicates and Their Properties, Lahore: Shaykh Muhammad Ashraf, 1970; trans. M. Asin Palacios, El justo medio en la creencia, Madrid, 1929. (An exposition of al-Ghazali’s Ash‘arite theological system.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- (1095) Mizan al-‘amal (The Balance of Action), ed. S. Dunya, Cairo: Dar al-Ma‘arif, 1964; trans. H. Hachem, Ghazali: Critere de l’action, Paris: Maisonneuve, 1945. (An exposition of al-Ghazali’s ethical theory.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- (1095-6) al-Qistas al-mustaqim (The Just Balance), ed. V. Chelhot, Beirut: Imprimerie Catholique, 1959; trans, V Chelhot, ‘Al-Qistas al-Mustaqim et la connaissance rationnelle chez Ghazali’, Bulletin d'Etudes Orientales 15, 1955-7: 7-98; trans. D.P. Brewster, Al-Ghazali: The Just Balance, Lahore: Shaykh Muhammad Ashraf, 1978. (An attempt to deduce logical rules from the Qur’an and to refute the Isma‘ilis.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- (1096-7) Ihya’ ‘ulum al-din (The Revival of the Religious Sciences), Cairo: Matba‘ah Lajnah Nashr al-Thaqafah al-Islamiyyah, 1937-8, 5 vols; partial translations can be found in E.E. Calverley, Worship in Islam: al-Ghazali’s Book of the Ihya’ on the Worship, London: Luzac, 1957; N.A. Faris, The Book of Knowledge, Being a Translation with Notes of the Kitab al-ilm of al-Ghazzali’s Ihya’ ‘Ulum al-Din, Lahore: Shaykh Muhammad Ashraf, 1962; N.A. Faris, The Foundation of the Articles of Faith: Being a Translation with Notes of the Kitab Qaw‘id al-‘Aqa’id of al-Ghazzali’s Ihya’ ‘Ulum al-Din, Lahore: Shaykh Muhammad Ashraf, 1963; L. Zolondek, Book XX of al-Ghazali’s 1hya’ ‘Ulum al-Din, Leiden: Brill, 1963; T.J. Winter, The Remembrance of Death and the Afterlife: Book XL of the Revival of Religious Sciences, Cambridge: The Islamic Text Society, 1989; K. Nakamura, Invocations and Supplications: Book IX of the Revival of tae Religious Sciences, Cambridge: The Islamic Text Society, 1990; M. Bousquet, Ihya’ ‘ouloum ed-din ou vivification de la foi, analyse et index, Paris: Max Besson, 1951. (Al-Ghazali’s summa of the religious sciences of Islam.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- (1097) al-Risala al-Qudsiyya (The Jerusalem Epistle), ed. and trans. A.L. Tibawi, ‘Al-Ghazali's Tract on Dogmatic Theology’, The Islamic Quarterly 9 (3/4), 1965: 62-122. (A summary of al-Ghazali’s theological system, later incorporated into the Ihya’.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- (1106-7) Mishkat al-anwar (The Niche of the Lights), ed. A. Afifi, Cairo, 1964; trans. WH.T Gairdner, Al-Ghazzali's Mishkat al-Anwar, London: The Royal Asiatic Society, 1924; repr. Lahore: Shaykh Muhammad Ashraf, 1952; R. Deladriere, Le Tabernacle des lumieres, Paris: Editions du Seuil, 1981; A.-E. Elschazli, Die Nische der Lichter, Hamburg: Felix Meiner, 1987. (An exposition of al-Ghazali’s mystical philosophy in its last phase.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- (1109) al-Mustafa min ‘ilm al-usul (The Essentials of the Islamic Legal Theory), Cairo: al-Matba'ah al-Amiriyyah, 1322-4 AH. (An exposition and standard work of the Islamic legal theory of the Shaffite school.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- (c. 1108) al-Munqidh min al-dalal (The Deliverer from Error), ed. J. Saliba and K. Ayyad, Damascus: Maktab al-Nashr al-‘Arabi, 1934; trans. W M. Watt, The Faith and Practice of al-Ghazali, London: Allen &amp; Unwin, 1953; trans. R.J. McCarthy, Freedom and Fulfillment: An Annotated Translation of al-Ghazali’s al-Munqidh min al-Dalal and Other Relevant Works of al-Ghazali, Boston, MA: Twayne, 1980. (Al-Ghazali’s spiritual autobiography.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFERENCES AND FURTHER READING:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ridah, M. (1952) Al-Ghazali and seine Widerlegung der griechischen Philosophie (Al-Ghazali and His Refutation of Greek Philosophy), Madrid: S.A. Blass. (An analysis of al-Ghazali’s refutation of philosophy in the framework of his religious thought.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Campanini, M. (1996) ‘Al-Ghazzali’, in S.H. Nasr and O. Leaman (eds) History of Islamic Philosophy, London: Routledge, ch. 19, 258-74. (The life and thought of al-Ghazali is discussed in detail, with a conspectus of his thought through his very varied career.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frank, R. (1992) Creation and the Cosmic System: al-Ghazali and Avicenna, Heidelberg: Carl Winter Universitätsverlag. (One of the recent works clarifying the philosophical influence upon al-Ghazali, representing a new trend in the study of al-Ghazali.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1994) Al-Ghazali and the Ash‘arite School, Durham, NC: Duke University Press. (A new attempt to prove al-Ghazali’s commitment to philosophy and his alienation from traditional Ash‘arism.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Rushd (c.1180) Tahafut al-tahafut (The Incoherence of Incoherence), trans, S. Van den Bergh, Averroes' Tahafut al-Tahafut, 2 vols, London: Luzac, 1969. (A translation with detailed annotations of Ibn Rushd's refutation of al-Ghazali’s criticism of philosophy.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabre, F. (1958a) La notion de certitude selon Ghazali dans ses origines psychologiques et historiques (The Notion of Certitude According to al-Ghazali and Its Psychological and Historical Origins), Paris: Vrin. (A comprehensive analysis of al-Ghazali’s important concept of certitude.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1958b), La notion de la ma'rifa chez Ghazali (The Notion of Gnosis in al-Ghazali), Beirut: Librairie Orientale. (An analysis of the various aspects of the notion of mystical knowledge.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laoust, H. (1970) La politique de Gazali (The Political Thought of al-Ghazali), Paris: Paul Geuthner. (An exposition of al-Ghazali’s political thought, showing him as an orthodox jurist.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lazarus-Yafeh, H. (1975) Studies in al-Ghazali, Jerusalem: The Magnes Press. (Literary stylistic analyses applied to al-Ghazali’s works.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leaman, O. (1985) An Introduction to Medieval Islamic Philosophy, Cambridge: Cambridge University Press. (A good introduction to al-Ghazali’s philosophical arguments against the historical background of medieval Islamic philosophy.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1996) ‘Ghazali and the Ash‘arites’, Asian Philosophy 6 (1): 17-27. (Argues that the thesis of al-Ghazali’s distance from Ash‘arism has been overdone.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macdonald, D.B. (1899) ‘The Life of al-Ghazzali, with Especial Reference to His Religious Experiences and Opinions’, Journal of the American Oriental Society 20: 71-132. (A classic biography, dated but still somewhat useful.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marmura, M.E. (1995) ‘Ghazalian Causes and Intermediaries’, Journal of the American Oriental Society 115: 89-100. (Admitting the great influence of philosophy on al-Ghazali, the author tries to demonstrate al-Ghazali’s commitment to Sufism.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nakamura Kojiro (1985) ‘An Approach to Ghazali’s Conversion’, Orient 21: 46-59. (An attempt to clarify what Watt (1963) calls ‘a crisis of civilization’ as the background of al-Ghazali’s conversion.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1993) ‘Was Ghazali an Ash‘arite?’, Memoirs of Research Department of the Toyo Bunko 51: 1-24. (Al-Ghazali was still an Ash‘arite, but his Ash‘arism was quite different from the traditional form.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ormsby, E. L. (1984) Theodicy in Islamic Thought: The Dispute over al-Ghazali’s ‘Best of All Possible Worlds’, Princeton, NJ: Princeton University Press. (A study of the controversies over al-Ghazali’s ‘optimistic’ remarks in his later works.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shehadi, F (1964) Ghazali's Unique Unknowable God: A Philosophical Critical Analysis of Some of the Problems Raised by Ghazali's View of God as Utterly Unique and Unknowable, Leiden: Brill. (A careful philosophical analysis of al-Ghazali’s religious thought.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sherif, M. (1975) Ghazali's Theory of Virtue, Albany, NY: State University of New York Press. (A careful analysis of al-Ghazali’s ethical theory in his Mizan and the philosophical influence on it.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smith, M. (1944) Al-Ghazali the Mystic, London: Luzac. (A little dated, but still a useful comprehensive study of al-Ghazali as a mystic and his influence in both the Islamic and Christian worlds.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Watt, W M. (1963) Muslim Intellectual: A Study of al-Ghazali, Edinburgh: Edinburgh University Press. (An analysis of al-Ghazali’s life and thought in the historical and social context from the viewpoint of sociology of knowledge.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakzouk, M. (1992) Al-Ghazali’s Philosophie im Vergleich mit Descartes (Al-Ghazali’s Philosophy Compared with Descartes), Frankfurt: Peter Lang. (A philosophical analysis of al-Ghazali’s thought in comparison with Descartes with reference to philosophical doubt.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOJIRO NAKAMURA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Source : http://www.ghazali.org/articles/gz1.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-5789062591879698309?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/5789062591879698309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=5789062591879698309' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/5789062591879698309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/5789062591879698309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/al-ghazali-abu-hamid-1058-1111.html' title='AL-GHAZALI, ABU HAMID (1058-1111)'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-8996506392340690795</id><published>2011-06-11T03:25:00.000-07:00</published><updated>2011-06-11T03:34:11.991-07:00</updated><title type='text'>Kesalahan-Kesalahan Umum ketika Membaca Al-Qur’an</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Uu_xG3bLG1g/TfNEJK-RTuI/AAAAAAAAAOY/uoJ_BtaabMY/s1600/baca-quran.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Uu_xG3bLG1g/TfNEJK-RTuI/AAAAAAAAAOY/uoJ_BtaabMY/s200/baca-quran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5616908084616187618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak konsisten dalam membaca tanda-tanda panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesalahan ini biasanya ketidakkonsistenan kita terlihat dari perbedaan panjang pada huruf-huruf yang pada hakikatnya memiliki jumlah harakat yang sama. Jadi dalam bacaan yang sama huruf dengan panjang 2 harakat bisa kita baca 3 harakat dan terkadang di lain waktu menjadi 4 harakat. Hal ini dikarenakan pembaca terburu-buru atau belum memahami hukum-hukum atau jumlah harakat yang harus di baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tidak seimbang dalam membaca dengung (gunnah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesalahan kedua, biasanya yang terjadi adalah tidak seimbang antara dengung yang satu dengan dengung yang lain dikarenakan tergesa-gesa, atau tidak melibatkan rongga hdung saat melafalkan huruf-hurufnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;huruf-huruf yang harus dibaca dengan gunnah yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun bertasydid&lt;br /&gt;Mim bertasydid&lt;br /&gt;Nun sukun bertemu huruf-huruf selain &lt;br /&gt;Tanwin bertemu huruf-huruf selain&lt;br /&gt;mim mati ketemu huruf ba&lt;br /&gt;3. Pengucapan vokal yang tidak sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur’an hanya dikenal vokal ‘ a ‘, ‘ i , ‘ u ‘ (dan ‘e’ hanya ditemukan satu pada ayat Al-Qur’an).  Sebab-sebab diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak menyadari pentingnya ketepatan pengucapan vokal&lt;br /&gt;Membaca Al-Qur’an dengan gaya dan cara baca yang dibuat-buat&lt;br /&gt;Kurang menggerakkan bibir atau mulut merupakan saluran keluarnya suara dan vokal&lt;br /&gt;tidak memahami kaidah makhrajdan sifat huruf&lt;br /&gt;terpengaruh oleh karakter suara dengan nadanya yang tinggi atau rendah&lt;br /&gt;Jadi saat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bertemu huruf yang ber-harakat fathah , maka cara pembacaannya dengan membuka rongga mulut dengan sempurna&lt;br /&gt;bertemu huruf yang ber-harakat kasrah , maka cara pembacaannya dengan menurungkan rahang bagian bawah&lt;br /&gt;bertemu huruf yang ber-harakat dhommah , maka cara pembacaannya dengan mebumuplkan atau memonyongkan 2 bibir secara sempurna&lt;br /&gt;4. Memantulkan huruf sukun selain qalqalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mebaca Al-Qur’an ada kaidah yang dinamakan qalqalah, yaitu memantulkan huruf-huruf   (biasa di singkat menjadi BaJuDiToKo) saat berharakat sukun / mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun terkadang kesalahan yang terjadi adalah, disaat tidak bertemu huruf-huruf qalqalah lisan kita kadang memantulkannya, dan ini tidak dibenarkan dalam membaca Al-Qur’an. Contohnya saat bacaan hamdalah, disana terdapa huruf lam dan mim berharakat mati, pembacaan yang benar adalah ‘alhamdulillah’, tapi kadang kita membacanya ‘alehamedulillah’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebabnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melepaskan huruf dari makhraj-nya dengan tergesa-gesa&lt;br /&gt;Mengucapkan huruf dari makhraj-nya terlalu berat dan tertahan&lt;br /&gt;Tidak memahami kaidah makhraj dan sifat huruf&lt;br /&gt;Sudah menjadi kebiasaan dan pengaruh dialek ahasa yang sangat kental&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : Buku Materi Praktis tahsin Tilawah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-8996506392340690795?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/8996506392340690795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=8996506392340690795' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/8996506392340690795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/8996506392340690795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/kesalahan-kesalahan-umum-ketika-membaca.html' title='Kesalahan-Kesalahan Umum ketika Membaca Al-Qur’an'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Uu_xG3bLG1g/TfNEJK-RTuI/AAAAAAAAAOY/uoJ_BtaabMY/s72-c/baca-quran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-7790126125404405843</id><published>2011-06-11T03:04:00.002-07:00</published><updated>2011-06-11T03:25:11.848-07:00</updated><title type='text'>Cara Praktis Menghafal Al Quran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-qCY5on1-2Jk/TfNCa9eN1PI/AAAAAAAAAOQ/nOYO71byQaw/s1600/199257978_8db486dee6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-qCY5on1-2Jk/TfNCa9eN1PI/AAAAAAAAAOQ/nOYO71byQaw/s200/199257978_8db486dee6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5616906191206470898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Segala puji Bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad r. Dalam tulisan ini akan kami kemukakan cara termudah untuk menghafalkan al quran. Keistimewaan teori ini adalah kuatnya hafalan yang akan diperoleh seseorang disertai cepatnya waktu yang ditempuh untuk mengkhatamkan al-Quran. Teori ini sangat mudah untuk di praktekan dan insya Allah akan sangat membantu bagi siapa saja yang ingin menghafalnya. Disini akan kami bawakan contoh praktis dalam mempraktekannya:&lt;br /&gt;Misalnya saja jika anda ingin menghafalkan surat an-nisa, maka anda bisa mengikuti teori berikut ini:&lt;br /&gt;1- Bacalah ayat pertama 20 kali:&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا {1}&lt;br /&gt;2- Bacalah ayat kedua 20 kali:&lt;br /&gt;وَءَاتُوا الْيَتَامَى أَمْوَالَهُمْ وَلاَتَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِ وَلاَتَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلَى أَمْوَالِكُمْ إِنَّهُ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا {2}&lt;br /&gt;3- Bacalah ayat ketiga 20 kali:&lt;br /&gt;وَإِنْ خِفْتُمْ أّلاَّتُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانكِحُوا مَاطَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَآءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَامَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّتَعُولُوا {3}&lt;br /&gt;4- Bacalah ayat keempat 20 kali:&lt;br /&gt;وَءَاتُوا النِّسَآءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَىْءٍ مِّنْهُ نَفَسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَّرِيئًا {4}&lt;br /&gt;5- Kemudian membaca 4 ayat diatas dari awal hingga akhir menggabungkannya sebanyak 20 kali.&lt;br /&gt;6- Bacalah ayat kelima 20 kali:&lt;br /&gt;وَلاَتُؤْتُوا السُّفَهَآءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا {5}&lt;br /&gt;7- Bacalah ayat keenam 20 kali:&lt;br /&gt;وَابْتَلُوا الْيَتَامَى حَتَّى إِذَابَلَغُوا النِّكَاحَ فَإِنْ ءَانَسْتُم مِّنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ وَلاَتَأْكُلُوهَآ إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَن يَكْبَرُوا وَمَن كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ وَمَن كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهَدُوا عَلَيْهِمْ وَكَفَى بِاللهِ حَسِيبًا {6}&lt;br /&gt;8- Bacalah ayat ketujuh 20 kali:&lt;br /&gt;لِّلرِّجَالِ نَصِيبُُ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبُُ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيبًا مَّفْرُوضًا {7}&lt;br /&gt;9- Bacalah ayat kedelapan 20 kali:&lt;br /&gt;وَإِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ أُوْلُوا الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ فَارْزُقُوهُم مِّنْهُ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا {8}&lt;br /&gt;10- Kemudian membaca ayat ke 5 hingga ayat ke 8 untuk menggabungkannya sebanyak 20 kali.&lt;br /&gt;11- Bacalah ayat ke 1 hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.&lt;br /&gt;Demikian seterusnya hingga selesai seluruh al Quran, dan jangan sampai menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, agar tidak berat bagi anda untuk mengulang dan menjaganya.&lt;br /&gt;- BAGAIMANA CARA MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA?&lt;br /&gt;Jika anda ingin menambah hafalan baru pada hari berikutnya, maka sebelum menambah dengan hafalan baru, maka anda harus membaca hafalan lama dari ayat pertama hingga terakhir sebanyak 20 kali juga hal ini supaya hafalan tersebut kokoh dan kuat dalam ingatan anda, kemudian anda memulai hafalan baru dengan cara yang sama seperti yang anda lakukan ketika menghafal ayat-ayat sebelumnya.&lt;br /&gt;- BAGIMANA CARA MENGGABUNG ANTARA MENGULANG (MURAJA'AH) DAN MENAMBAH HAFALAN BARU?&lt;br /&gt;Jangan sekali-kali anda menambah hafalan tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya, karena jika anda menghafal al quran terus-menerus tanpa mengulangnya terlebih dahulu hingga bisa menyelesaikan semua al quran, kemudian anda ingin mengulangnya dari awal niscaya hal itu akan terasa berat sekali, karena secara tidak disadari anda akan banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal dan seolah-olah menghafal dari nol, oleh karena itu cara yang paling baik dalam meghafal al quran adalah dengan mengumpulkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru. Anda bisa membagi seluruh mushaf menjadi tiga bagian, setiap 10 juz menjadi satu bagian, jika anda dalam sehari menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga anda dapat menyelesaikan sepuluh juz, jika anda telah menyelesaikan sepuluh juz maka berhentilah selama satu bulan penuh untuk mengulang yang telah dihafal dengan cara setiap hari anda mengulang sebanyak delapan halaman.&lt;br /&gt;Setelah satu bulan anda mengulang hafalan, anda mulai kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, dan mengulang setiap harinya 8 halaman sehingga anda bisa menyelesaikan 20 juz, jika anda telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulang, setiap hari anda harus mengulang 8 halaman, jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah enghafal kembali setiap harinya satu atau dua halaman tergantung kemampuan dan setiap harinya mengulang apa yang telah dihafal sebanyak 8 lembar, hingga anda bisa menyelesaikan seluruh al-qur an.&lt;br /&gt;Jika anda telah menyelesaikan 30 juz, ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan setiap harinya setengah juz, kemudian pindahlah ke 10 juz berikutnya juga setiap harinya diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama, kemudian pindahlah untuk mengulang sepuluh juz terakhir dengan cara yang hampir sama, yaitu setiapharinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.&lt;br /&gt;- BAGAIMANA CARA MENGULANG AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH MENYELESAIKAN MURAJAAH DIATAS?&lt;br /&gt;Mulailah mengulang al-qur an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulangnya 3 kali dalam sehari, dengan demikian maka anda akan bisa mengkhatamkan al-Quran setiap dua minggu sekali.&lt;br /&gt;Dengan cara ini maka dalam jangka satu tahun insya Allah anda telah mutqin (kokoh) dalam menghafal al qur an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun.&lt;br /&gt;- APA YANG DILAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL QUR AN SELAMA SATU TAHUN?&lt;br /&gt;Setelah menguasai hafalan dan mengulangnya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, jadikanlah al qur an sebagai wirid harian anda hingga akhir hayat, karena itulah yang dilakukan oleh Nabi r semasa hidupnya, beliau membagi al qur an menjadi tujuh bagian dan setiap harinya beliau mengulang setiap bagian tersebut, sehingga beliau mengkhatamkan al-quran setiap 7 hari sekali.&lt;br /&gt;Aus bin Huzaifah rahimahullah; aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah bagiamana cara mereka membagi al qur an untuk dijadikan wirid harian? Mereka menjawab: "kami kelompokan menjadi 3 surat, 5 surat, 7 surat, 9 surat, 11 surat, dan wirid mufashal dari surat qaaf hingga khatam ( al Qur an)". (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;Jadi mereka membagi wiridnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;- Hari pertama: membaca surat "al fatihah" hingga akhir surat "an-nisa",&lt;br /&gt;- Hari kedua: dari surat "al maidah" hingga akhir surat "at-taubah",&lt;br /&gt;- Hari ketiga: dari surat "yunus" hingga akhir surat "an-nahl",&lt;br /&gt;- Hari keempat: dari surat "al isra" hingga akhir surat "al furqan",&lt;br /&gt;- Hari kelima: dari surat "asy syu'ara" hingga akhir surat "yaasin",&lt;br /&gt;- Hari keenam: dari surat "ash-shafat" hingga akhir surat "al hujurat",&lt;br /&gt;- Hari ketujuh: dari surat "qaaf" hingga akhir surat "an-naas".&lt;br /&gt;Para ulama menyingkat wirid nabi dengan al-Qur an menjadi kata: " Fami bisyauqin ( فمي بشوق ) ", dari masing-masing huruf tersebut menjadi symbol dari surat yang dijadikan wirid Nabi pada setiap harinya maka:&lt;br /&gt;- huruf "fa" symbol dari surat "al fatihah", sebagai awal wirid beliau hari pertama,&lt;br /&gt;- huruf "mim" symbol dari surat "al maidah", sebagai awal wirid beliau hari kedua,&lt;br /&gt;- huruf "ya" symbol dari surat "yunus", sebagai wirid beliau hari ketiga,&lt;br /&gt;- huruf "ba" symbol dari surat "bani israil (nama lain dari surat al isra)", sebagai wirid beliau hari keempat,&lt;br /&gt;- huruf "syin" symbol dari surat "asy syu'ara", sebagai awal wirid beliau hari kelima,&lt;br /&gt;- huruf "wau" symbol dari surat "wa shafaat", sebagai awal wirid beliau hari keenam,&lt;br /&gt;- huruf "qaaf" symbol dari surat "qaaf", sebagai awal wirid beliau hari ketujuh hingga akhir surat "an-nas".&lt;br /&gt;Adapun pembagian hizib yang ada pada al-qur an sekarang ini tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.&lt;br /&gt;- BAGAIMANA CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANG MUTASYABIH (MIRIP) DALAM AL-QUR AN?&lt;br /&gt;Cara terbaik untuk membedakan antara bacaan yang hampir sama (mutasyabih) adalah dengan cara membuka mushaf lalu bandingkan antara kedua ayat tersebut dan cermatilah perbedaan antara keduanya, kemudian buatlah tanda yang bisa untuk membedakan antara keduanya, dan ketika anda melakukan murajaah hafalan perhatikan perbedaan tersebut dan ulangilah secara terus menerus sehingga anda bisa mengingatnya dengan baik dan hafalan anda menjadi kuat (mutqin).&lt;br /&gt;- KAIDAH DAN KETENTUAN MENGHAFAL:&lt;br /&gt;1- Anda harus menghafal melalui seorang guru atau syekh yang bisa membenarkan bacaan anda jika salah.&lt;br /&gt;2- Hafalkanlah setiap hari sebanyak 2 halaman, 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar atau maghrib, dengan cara ini insya Allah anda akan bisa menghafal al-qur an secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun, akan tetapi jika anda memperbanyak kapasitas hafalan setiap harinya maka anda akan sulit untuk menjaga dan memantapkannya, sehingga hafalan anda akan menjadi lemah dan banyak yang dilupakan.&lt;br /&gt;3- Hafalkanlah mulai dari surat an-nas hingga surat al baqarah (membalik urutan al Qur an), karena hal itu lebih mudah.&lt;br /&gt;4- Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf tertentu baik dalam cetakan maupun bentuknya, hal itu agar lebih mudah untuk menguatkan hafalan dan agar lebih mudah mengingat setiap ayatnya serta permulaan dan akhir setiap halamannya.&lt;br /&gt;5- Setiap yang menghafalkan al-quran pada 2 tahun pertama biasanya akan mudah hilang apa yang telah ia hafalkan, masa ini disebut masa "tajmi'" (pengumpulan hafalan), maka jangan bersedih karena sulitnya mengulang atau banyak kelirunya dalam hafalan, ini merupakan masa cobaan bagi para penghafal al-qur an, dan ini adalah masa yang rentan dan bisa menjadi pintu syetan untuk menggoda dan berusaha untuk menghentikan dari menghafal, maka jangan pedulikan godaannya dan teruslah menghafal, karena meghafal al-quran merupakan harta yang sangat berharga dan tidak tidak diberikan kecuali kepada orag yang dikaruniai Allah swt, akhirnya kita memohon kepada-Nya agar termasuk menjadi hamba-hamba-Nya yang diberi taufiq untuk menghafal dan mengamalkan kitabNya dan mengikuti sunnah nabi-Nya dalam kehidupan yang fana ini. Amin ya rabal 'alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://alfarisi.web.id/downloads/islam/carapraktis_menghafal_quran.pdf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-7790126125404405843?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/7790126125404405843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=7790126125404405843' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/7790126125404405843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/7790126125404405843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/cara-praktis-menghafal-al-quran.html' title='Cara Praktis Menghafal Al Quran'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-qCY5on1-2Jk/TfNCa9eN1PI/AAAAAAAAAOQ/nOYO71byQaw/s72-c/199257978_8db486dee6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-4425134571352593936</id><published>2011-06-10T20:01:00.003-07:00</published><updated>2011-06-10T20:01:37.486-07:00</updated><title type='text'>HADIR DISINI</title><content type='html'>HADIR DISINI&lt;br /&gt;MENGANGA TANPA ANGGUKAN&lt;br /&gt;TANPA PENGHORMATAN..&lt;br /&gt;HADIR DISINI&lt;br /&gt;DIHORMATI DIPUJA-PUJA&lt;br /&gt; APAKAH YANG DICARI&lt;br /&gt;HADIR DISINI..&lt;br /&gt;HANYA HADIR TANPA SUARA TANPA ANGGUKAN...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-4425134571352593936?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/4425134571352593936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=4425134571352593936' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/4425134571352593936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/4425134571352593936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/hadir-disini.html' title='HADIR DISINI'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-832263335519761183</id><published>2011-06-09T20:45:00.001-07:00</published><updated>2011-06-09T20:45:20.904-07:00</updated><title type='text'>MAU yang BARU atau yang LAMA?</title><content type='html'>BARU dan LAMA, keduanya setelah aku patut lama2. tiada beda. HANYA perasaan saja yang berbfa. terkadang keinginan untuk mendapat yang baru menjadi hal yang sangat istimewa. mendapat yang LAMA kadang kecewa, kadang2 yg terjadi malah sebaliknya.&lt;br /&gt; biasanya sesuatu yg BARU adalah yg paling istimewa. bisa dilihat ketika seorang memilili yg BARU ada hal yg membuat dirinya menjadi bangga, istimewa dan ada suatu prestasi sendiri..&lt;br /&gt;kalau memikir seuatu yg baru, aku lebih suka mengibaratkan ttg masa depan. kenapa?&lt;br /&gt; bisa kita lihat contoh :&lt;br /&gt;si badu sangat senang menerima suatu yg baru. untk mendptkan yg baru si badu harus menunggu masa yg akan datang. stlah ia memamfaatkañya, barang si badu tidak bisa lagi disebut baru. jadi, yg BARU itu bersifat sementara.&lt;br /&gt; kalu yg LAMA menurutku adalah sejarah.&lt;br /&gt;jadi baru dan lama merupakan historis.&lt;br /&gt;katanya-katanya... &lt;br /&gt;JADI MAU YANG BARU ATAU YANG LAMA?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-832263335519761183?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/832263335519761183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=832263335519761183' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/832263335519761183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/832263335519761183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/mau-yang-baru-atau-yang-lama.html' title='MAU yang BARU atau yang LAMA?'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-7499901418455911655</id><published>2011-06-09T00:27:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T03:32:13.797-07:00</updated><title type='text'>Mengenal LES PAUL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-f6ML3cZEAmI/TfCg7rUiqQI/AAAAAAAAAOI/LJ8gseS2Zf0/s1600/les_paul.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-f6ML3cZEAmI/TfCg7rUiqQI/AAAAAAAAAOI/LJ8gseS2Zf0/s200/les_paul.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5616165682432616706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Les Paul | Les Paul Bahasa Indonesia - Hari ini Google memperingati kelahiran Les Paul atau yang bernama lengkap Laster William Polsfuss yang lahir 96 tahun yang lalu, yaitu pada 9 Juni 1915. Les Paul sendiri meninggal pada 12 Agustus tahun 2009 yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sebenarnya sosok Les Paul? Les Paul adalah seorang pemain musik bergenre Jazz yang berasal dari Amerika Serikat. Paul juga dikenal sebagai seorang gitaris, sekaligus penulis lagu. Selain itu dia juga dikenal sebagai pioner dalam mengembangkan solid-body gitar yang dapat membuat suara rock and roll yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Les Paul sendiri pertama sekali mengenal alat musik, yaitu pada umur 8 tahun. Dia mulai mengenal musik saat mencoba memainkan harmonika. Setelah itu dia telah mencoba memainkan gitar. Pada beberapa waktu dia kemudian dapat memainkan harmonika berbarengan sekaligus dengan gitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia 13 tahun, Paul sudah mencoba peruntungan sebagai pemusik semi-profesional. Dia mencoba menyanyi, bermain gitar dan juga bermain harmonika. Saat bermain di area Waukesha drive-in dan roadhouses, Paul mulai bernyanyi untuk kali pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ketika menginjak usia 17 tahun. Paul bermain dengan Tronson's Texas Cowboys Rube, dan setelah ia berhenti sekolah dari perguruan tinggi, kemudian dia bergabung dengan Wolverton Radio Band di St Louis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama masa karirnya bermain musik, Les Paul sudah mendapatkan banyak penghargaan. Diantara penghargaan yang pernah dia dapatkan antara lain, Grammy Trustees Awards sebagai sebuah prestasi seumur hidup baginya. Sementara rekaman Paul berjudul How High the Moon telah mendapatkan Grammy Hall of Fame pada tahun 1951. Selain itu puluhan bahkan ratusan penghargaan atas karya musiknya pernah didapati oleh Les Paul.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-7499901418455911655?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/7499901418455911655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=7499901418455911655' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/7499901418455911655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/7499901418455911655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/mengenal-les-paul.html' title='Mengenal LES PAUL'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-f6ML3cZEAmI/TfCg7rUiqQI/AAAAAAAAAOI/LJ8gseS2Zf0/s72-c/les_paul.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-2690147240872225288</id><published>2011-06-07T16:05:00.000-07:00</published><updated>2011-06-07T17:28:13.088-07:00</updated><title type='text'>Jilbab dilarang FIFA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-J_4GtD7Ghzs/Te6vofmanGI/AAAAAAAAAOA/Vl5lQMT-1S4/s1600/timas-iran.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 145px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-J_4GtD7Ghzs/Te6vofmanGI/AAAAAAAAAOA/Vl5lQMT-1S4/s200/timas-iran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615618895589842018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada-ada saja yang menjadi halangan untuk kebebasan. Salah satunya apa yang dilarang oleh FIFA terhadap Federasi Sepakbola Iran mengenai larangan bertanding memakai jilbab untuk tim putri mereka di kualifikasi Olimpiade London 2012.&lt;br /&gt;Dalam keterangannya, FIFA menjelaskan mengenai aturan mengenai seragam bertanding yang digunakan tim yang bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keputusan FIFA pada Maret 2010 mengizinkan bahwa pemain diperbolehkan menggunakan topi yang menutupi kepala mereka sampai pada garis rambut, tapi tidak diperpanjang hingga di bawah telinga untuk menutupi leher, masih boleh digunakan," FIFA dalam keterangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Meski aturan itu sudah dipahami oleh delegasi Iran, para pemain tetap keluar dengan menggunakan hijab, dan kepala dan leher tertutupi sepenuhnya, yang bertentangan dengan aturan pertandingan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karenanya pengawas pertandingan dan wasit memutuskan untuk mengaplikasikan aturan pertandingan, yang berarti laga harus diakhiri," lanjut keterangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu dalam aturan FIFA khusus untuk Olimpiade 2012 juga menyebutkan: "Pemain dan ofisial tidak boleh menunjukkan pesan politis, religius, komersial dan pesan pribadi atau slogan dalam bahasa apa pun atau dalam bentuk permainan mereka atau seragam tim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Iran mengajukan protes kepada FIFA karena pemain putri mereka tidak mendapat kesempatan bermain melawan Yordania di kualifikasi Olimpiade London 2012. Alasannya larangan itu ikut mengancam peluang mereka bisa ambil bagian di Olimpiade London.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan terkait pemain putri Iran keluar bertanding dengan menggunakan jilbab. Yordania pun dinobatkan sebagai pemenang dengan skor 3-0 tanpa harus menjalani pertandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.tribunnews.com/2011/06/07/jilbab-melanggar-aturan-fifa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-2690147240872225288?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/2690147240872225288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=2690147240872225288' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/2690147240872225288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/2690147240872225288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/jilba-dilarang-fifa.html' title='Jilbab dilarang FIFA'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-J_4GtD7Ghzs/Te6vofmanGI/AAAAAAAAAOA/Vl5lQMT-1S4/s72-c/timas-iran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-6342320294110494226</id><published>2011-06-05T20:20:00.000-07:00</published><updated>2011-06-05T20:25:52.339-07:00</updated><title type='text'>Uang dengan nilai terbasar di Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Fm5v2nyd-Vg/TexIsaecRaI/AAAAAAAAAN4/SMvXKIpmN-I/s1600/Chigaramum190108AP-468x325.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 139px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Fm5v2nyd-Vg/TexIsaecRaI/AAAAAAAAAN4/SMvXKIpmN-I/s200/Chigaramum190108AP-468x325.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5614942763282613666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Inilah uang dengan nilai terbesar di dunia.Satu uang kertas dengan nilai $10,000,000 (benar 10 juta dollar). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikeluarkan oleh Bank Zimbabwe bulan Januari 2008, karena situasi ekonomi dan politik yang tidak karuan diperparah dengan wabah kolera akhir akhir ini membuat ekonomi Zimbabwe lumpuh dan nilai uang tidak ada artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hamburger di Zimbabwe seharga 15 juta dollar.Inilah uang dengan nilai terbesar di dunia.Satu uang kertas dengan nilai $10,000,000 (benar 10 juta dollar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikeluarkan oleh Bank Zimbabwe bulan Januari 2008, karena situasi ekonomi dan politik yang tidak karuan diperparah dengan wabah kolera akhir akhir ini membuat ekonomi Zimbabwe lumpuh dan nilai uang tidak ada artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hamburger di Zimbabwe seharga 15 juta dollar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-6342320294110494226?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/6342320294110494226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=6342320294110494226' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/6342320294110494226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/6342320294110494226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/uang-dengan-nilai-terbasar-di-dunia.html' title='Uang dengan nilai terbasar di Dunia'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Fm5v2nyd-Vg/TexIsaecRaI/AAAAAAAAAN4/SMvXKIpmN-I/s72-c/Chigaramum190108AP-468x325.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-9077400261408869427</id><published>2011-06-05T20:11:00.000-07:00</published><updated>2011-06-05T20:18:22.779-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Unik'/><title type='text'>Kisah Seorang Guru Jadi Pelacur Demi Anak Didiknya</title><content type='html'>Tinggal di desa kecil di propinsi Gan Shu. Awalnya dia bukan pelacur. Setiap penduduk di desa tersebut tidak mengerti kenapa seorang gadis secantik Xia yang mempunya paras tubuh yang indah dan rupa yang menawan tidak melakukan seperti gadis-gadis lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Xia menolak akan hal ini, ayah nya Xia selalu menghukum dia.Suatu hari Xia mendengar bahwa sebuah sekolah di desa membutuhkan jasa seorang guru Xia langsung dengan sukarela menjadi seorang guru dengan tanpa imbalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas hari pertama Xia masuk ke sekolah menjadi seorang guru, setiap murid kaget dan terpukau akan kecantikan guru baru mereka Sejak saat itu Kelas selalu menjadi penuh dengan canda tawa setiap murid. Kelas mereka lebih layak untuk di sebut sebagai tempat penampungan daripada bangku bangku sekolah yang normal. Dalam kondisi kelas yang sekarat ini, Xia mengajarkan beribu ribu kata kata chinese dan pengetahuan laennya kepada murid murid nya Suatu hari badai besar menghancurkan kelas mereka semua murid tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Lalu kepala sekolah datang ke kota untuk merundingkan hal tersebut dengan walikota yang mengurus budget bagian pendidikan agar memberikan sumbangan uang utk membetulkan sekolah mereka akan kepala sekolah kembali dengan tangan kosong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala sekolah mengatakan kepada Xia bahwa walikota akan memberikan uang kalo hanya Xia yang datang kepada dia dan meminta uang kepadanya secara personal, Xia yang tidak pernah keluar dari desa dan meninggalkan rumah nya dan tidak pernah bertemu dengan walikota sebelumnya, telah memutuskan untuk berangkat dari rumah untuk mengunjungi sang walikota. Sebelumnya Xia kwatir kalo kunjungan dia akan mengacaukan suasana, akan tetapi dia tetep memutuskan pergi demi murid murid nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Xia berjalan lebih dari 10 kilo untuk ke kantor sang walikota setelah sampai, Xia duduk di depan kantor yang bagus di ruangan sang walikota. Setiba nya di kantor, sang walikota menyambut kedatangan Xia dengan sepasang mata pemburu yang haus akan Xia dan mununjukan tangannya ke sebuah ruangan dan mengatakan “Uang kamu ada di kamar tersebut… kalau kamu mau, kamu ikuti aku” Xia melihat sebuah ruangan dengan ranjang yang besar, ranjang tersebut lah yang telah merenggut keperawanan Xia, Sang walikota telah memperkosa Xia. Darah segar dari keperawannan nya telah meninggalkan bekas dan jejak di sprei darah merah tersebut menjadi lebih merah daripada warna bendera national China. Xia tidak menangis sedikit pun yang ada di pikiran nya adalah berpuluh puluh mata murid murid nya yang akan kecewa kalo tidak ada kelas buat mereka belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Xia bergegas balik ke rumah yang gelap dan tidak memberi tahu kepada seorang pun tentang kejadian tersebut. Hari berikutnya, para penduduk membeli kayu dan membetulkan kondisi kelas. Akan tetapi kala ada hujan yang deras, kelas tersebut tetap tidak bisa di gunakan. Xia mengatakan kepada murid muridnya bahwa walikota akan membangun sebuah sekolah yang bagus buat mereka. Dalam kurang lebih 6 bulan, kepala sekolah mengunjungi walikota 10x akan tetapi tetep tidak diberikan dana yang dijanjikan kepada mereka. Hanya walikota lah yang tau apa yang telah terjadi pada Xia akan tetapi tidak bisa berbuat banyak tentang itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat semester baru berganti, banyak murid yang tidak bisa melanjutkan sekolah nya karena biaya dan mereka harus membantu orang tua nya untuk bekerja… Jumlah murid nya berkurang dan bekurang. Xia sangat sedih akan kondisi seperti itu. Ketika Xia mengetahui bahwa harapan murid muridnya telah hilang bagaikan asap. Dia lalu kembali ke kamarnya. Xia membuka bajunya, dan melihat tubuh telanjangnya di depan cermin. Xia bersumpah akan memakai tubuhnya yang indah untuk mewujudkan impian dari murid muridnya untuk bisa kembali sekolah… Xia tau semua gadis dari desa bekerja sebagai pelacur di kota untuk mencari uang dan itu cara yang gampang untuk dia untuk mendapatkan uang. Dia membersihkan dirinya dan mengucapakan selamat tingal kepada kepala sekolah, ayah dan sekolah… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengikat rambut nya dengan kuncir dua dan berjalan menuju kota. Ketika dia berangkat ke kota, ayahnya tersenyum bangga akan tetapi kepala sekolah menangis sedih akan pilihan yang Xia lakukan….Di dalam glamor kehidupan kota, Xia tidak senang sama sekali dia menderita, dalam benak pikirannya, hanya ada sebuah kelas yang hancur dan keprihatian dan kesedihan dan kekecewaan expressi dari murid muridnya…. Xia masuk ke buat salon, berbaring di ranjang yang kotor dan menderita kerja kotor yang kedua di dunia percabulan… Malam itu di dalam diary nya Xia menulis “Sang walikota tidak bisa di bandingakan dengan tamu pertama nya lebih parah dan lebih kejam akan tetapi paling tidak tamu nya telah membayar dan memberi uang” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Xia mengirimkan semua uang penghasilannya kepada kepala sekolah dengan mengirit irit biaya untuk hidup nya dengan harapan bisa mengirim lebih banyak lagi ke kepala sekolah. Sang kepala sekolah menerima uang tersebut dan mengikuti untuk menggunakan uang utk membangun sekolah… Ketika setiap orang yang menanyakan sumber uang tersebut, sang kepala sekolah hanya menjawab bahwa di dapat dari donasi dari organisasi social. Akan tetapi seiring waktu, penduduk mengetahui bahwa sumber dana dari seorang mantan guru yang bernama Xia. Banyak reporters yang ingin meliputi berita ini akan tetapi di tolak oleh Xia dengan alasan bahwa dia hanya seorang pelacur biasa.Dengan uang tersebut, sekolah telah berubah drastis…Bulan pertama, ada papan tulis baru…Bulan ke dua, ada bangku kayu dan bangku…Bulan ke tiga, setiap murid mempunyai buku masing masing. Bulan ke empat, setiap murid mempunya dasi masing masing. Bulan ke lima, tidak ada seorang murid pun yang datang ke sekolah tanpa alas kaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan ke enam, Xia kembali mengunjungi sekolah Xia disambut dengan gembira dan para murid menyapa”Guru, kamu telah kembali guru, kamu cantik sekali”Melihat kegembiraan dari para murid muridnya, Xia tidak berkuasa untuk menangis,Tidak peduli berapa banyak air mata yang di teteskan nya dan berapa banyak derita, keluh kesan dan kisah sedih yang dia lalui dalam 6 bulan, Xia merasakan semua kisah sedih dan penderitannya itu sangat seimbang dan pantas untuk harga yang dia bayar untuk melihat apa yang Xia lihat saat itu. Setelah beberapa hari di rumah, Xia kembali ke kota. Pada bulan ke tujuh, sekolah telah mempunyai lapangan bermain yang baru. Pada bulan ke delapan, sekolah membangun lapangan basket…pada bulan ke sembilan, setiap murid mempunya pensil yang baru. Pada bulan ke 10, sekolah mempunya bendera nasional sendiri, setiap murid bisa menaikan bendera setiap hari nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu waktu Xia dikenalkan kepada seorang businessman. Sang pengusaha luar asing bersedia membayar 3000 rmb buat satu malam. Dengan pikiran yang lelah yang telah dia lalui bbrp tahun lalu, Xia dengan lelah menuju hotel sang pengusaha asing. Dia bersumpah bahwa itu adalah pekerjaan kotor yang terakhir bagi dia dan setelah itu dia akan kembali ke desa dan bersama sama murid muridnya di sekolah. Akan tetapi nasib berkata lain sungguh tragis telah terjadi malam itu dimana Xia bersumpah untuk terakhir kali nya, Xia di diperkosa dan di siksa hingga terbunuh oleh 3 pengusaha asing tersebut. Xia baru saja bertambah umur nya menjadi umur 21 tahun. Xia saat itu juga meninggal tanpa mencapai keinginan yang terakhir, yaitu untuk membangun satu kelas bagus dengan 2 komputer yang bisa digunakan oleh murid murid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pelacur telah meninggal dunia… keheningan yang di penuhi air mata. Saat itu langit kota ShenZen masih berwarna biru seperti lautan. Para murid2, guru2 dan beberapa ratus penduduk menghadiri acara pemakaman Xia di desa kecil bernama “GanShu” Pada saat itu, semua hanya bisa melihat foto hitam putih dari Xia dalam foto itu Xia mengikat rambut nya 2 dengan senyuman bahagia… Kepala sekolah membuka diary Xia dan membacakanya di depan para murid murid nya dan Xia menulis “Sekali melacur, bisa membantu satu anak yang tidak bisa sekolah. Sekali menjadi wanita simpanan, bisa membangun sebuah sekolah yang telah hilang harapan. Bendera setengah tiang dikibarkan. &lt;br /&gt;sumber:http://unikboss.blogspot.com/2010/11/kisah-seorang-guru-melacur-demi-anak.htmlKisah Seorang Guru Jadi Pelacur Demi Anak Didiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal di desa kecil di propinsi Gan Shu. Awalnya dia bukan pelacur. Setiap penduduk di desa tersebut tidak mengerti kenapa seorang gadis secantik Xia yang mempunya paras tubuh yang indah dan rupa yang menawan tidak melakukan seperti gadis-gadis lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Xia menolak akan hal ini, ayah nya Xia selalu menghukum dia.Suatu hari Xia mendengar bahwa sebuah sekolah di desa membutuhkan jasa seorang guru Xia langsung dengan sukarela menjadi seorang guru dengan tanpa imbalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas hari pertama Xia masuk ke sekolah menjadi seorang guru, setiap murid kaget dan terpukau akan kecantikan guru baru mereka Sejak saat itu Kelas selalu menjadi penuh dengan canda tawa setiap murid. Kelas mereka lebih layak untuk di sebut sebagai tempat penampungan daripada bangku bangku sekolah yang normal. Dalam kondisi kelas yang sekarat ini, Xia mengajarkan beribu ribu kata kata chinese dan pengetahuan laennya kepada murid murid nya Suatu hari badai besar menghancurkan kelas mereka semua murid tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Lalu kepala sekolah datang ke kota untuk merundingkan hal tersebut dengan walikota yang mengurus budget bagian pendidikan agar memberikan sumbangan uang utk membetulkan sekolah mereka akan kepala sekolah kembali dengan tangan kosong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala sekolah mengatakan kepada Xia bahwa walikota akan memberikan uang kalo hanya Xia yang datang kepada dia dan meminta uang kepadanya secara personal, Xia yang tidak pernah keluar dari desa dan meninggalkan rumah nya dan tidak pernah bertemu dengan walikota sebelumnya, telah memutuskan untuk berangkat dari rumah untuk mengunjungi sang walikota. Sebelumnya Xia kwatir kalo kunjungan dia akan mengacaukan suasana, akan tetapi dia tetep memutuskan pergi demi murid murid nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Xia berjalan lebih dari 10 kilo untuk ke kantor sang walikota setelah sampai, Xia duduk di depan kantor yang bagus di ruangan sang walikota. Setiba nya di kantor, sang walikota menyambut kedatangan Xia dengan sepasang mata pemburu yang haus akan Xia dan mununjukan tangannya ke sebuah ruangan dan mengatakan “Uang kamu ada di kamar tersebut… kalau kamu mau, kamu ikuti aku” Xia melihat sebuah ruangan dengan ranjang yang besar, ranjang tersebut lah yang telah merenggut keperawanan Xia, Sang walikota telah memperkosa Xia. Darah segar dari keperawannan nya telah meninggalkan bekas dan jejak di sprei darah merah tersebut menjadi lebih merah daripada warna bendera national China. Xia tidak menangis sedikit pun yang ada di pikiran nya adalah berpuluh puluh mata murid murid nya yang akan kecewa kalo tidak ada kelas buat mereka belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Xia bergegas balik ke rumah yang gelap dan tidak memberi tahu kepada seorang pun tentang kejadian tersebut. Hari berikutnya, para penduduk membeli kayu dan membetulkan kondisi kelas. Akan tetapi kala ada hujan yang deras, kelas tersebut tetap tidak bisa di gunakan. Xia mengatakan kepada murid muridnya bahwa walikota akan membangun sebuah sekolah yang bagus buat mereka. Dalam kurang lebih 6 bulan, kepala sekolah mengunjungi walikota 10x akan tetapi tetep tidak diberikan dana yang dijanjikan kepada mereka. Hanya walikota lah yang tau apa yang telah terjadi pada Xia akan tetapi tidak bisa berbuat banyak tentang itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat semester baru berganti, banyak murid yang tidak bisa melanjutkan sekolah nya karena biaya dan mereka harus membantu orang tua nya untuk bekerja… Jumlah murid nya berkurang dan bekurang. Xia sangat sedih akan kondisi seperti itu. Ketika Xia mengetahui bahwa harapan murid muridnya telah hilang bagaikan asap. Dia lalu kembali ke kamarnya. Xia membuka bajunya, dan melihat tubuh telanjangnya di depan cermin. Xia bersumpah akan memakai tubuhnya yang indah untuk mewujudkan impian dari murid muridnya untuk bisa kembali sekolah… Xia tau semua gadis dari desa bekerja sebagai pelacur di kota untuk mencari uang dan itu cara yang gampang untuk dia untuk mendapatkan uang. Dia membersihkan dirinya dan mengucapakan selamat tingal kepada kepala sekolah, ayah dan sekolah… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengikat rambut nya dengan kuncir dua dan berjalan menuju kota. Ketika dia berangkat ke kota, ayahnya tersenyum bangga akan tetapi kepala sekolah menangis sedih akan pilihan yang Xia lakukan….Di dalam glamor kehidupan kota, Xia tidak senang sama sekali dia menderita, dalam benak pikirannya, hanya ada sebuah kelas yang hancur dan keprihatian dan kesedihan dan kekecewaan expressi dari murid muridnya…. Xia masuk ke buat salon, berbaring di ranjang yang kotor dan menderita kerja kotor yang kedua di dunia percabulan… Malam itu di dalam diary nya Xia menulis “Sang walikota tidak bisa di bandingakan dengan tamu pertama nya lebih parah dan lebih kejam akan tetapi paling tidak tamu nya telah membayar dan memberi uang” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Xia mengirimkan semua uang penghasilannya kepada kepala sekolah dengan mengirit irit biaya untuk hidup nya dengan harapan bisa mengirim lebih banyak lagi ke kepala sekolah. Sang kepala sekolah menerima uang tersebut dan mengikuti untuk menggunakan uang utk membangun sekolah… Ketika setiap orang yang menanyakan sumber uang tersebut, sang kepala sekolah hanya menjawab bahwa di dapat dari donasi dari organisasi social. Akan tetapi seiring waktu, penduduk mengetahui bahwa sumber dana dari seorang mantan guru yang bernama Xia. Banyak reporters yang ingin meliputi berita ini akan tetapi di tolak oleh Xia dengan alasan bahwa dia hanya seorang pelacur biasa.Dengan uang tersebut, sekolah telah berubah drastis…Bulan pertama, ada papan tulis baru…Bulan ke dua, ada bangku kayu dan bangku…Bulan ke tiga, setiap murid mempunyai buku masing masing. Bulan ke empat, setiap murid mempunya dasi masing masing. Bulan ke lima, tidak ada seorang murid pun yang datang ke sekolah tanpa alas kaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan ke enam, Xia kembali mengunjungi sekolah Xia disambut dengan gembira dan para murid menyapa”Guru, kamu telah kembali guru, kamu cantik sekali”Melihat kegembiraan dari para murid muridnya, Xia tidak berkuasa untuk menangis,Tidak peduli berapa banyak air mata yang di teteskan nya dan berapa banyak derita, keluh kesan dan kisah sedih yang dia lalui dalam 6 bulan, Xia merasakan semua kisah sedih dan penderitannya itu sangat seimbang dan pantas untuk harga yang dia bayar untuk melihat apa yang Xia lihat saat itu. Setelah beberapa hari di rumah, Xia kembali ke kota. Pada bulan ke tujuh, sekolah telah mempunyai lapangan bermain yang baru. Pada bulan ke delapan, sekolah membangun lapangan basket…pada bulan ke sembilan, setiap murid mempunya pensil yang baru. Pada bulan ke 10, sekolah mempunya bendera nasional sendiri, setiap murid bisa menaikan bendera setiap hari nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu waktu Xia dikenalkan kepada seorang businessman. Sang pengusaha luar asing bersedia membayar 3000 rmb buat satu malam. Dengan pikiran yang lelah yang telah dia lalui bbrp tahun lalu, Xia dengan lelah menuju hotel sang pengusaha asing. Dia bersumpah bahwa itu adalah pekerjaan kotor yang terakhir bagi dia dan setelah itu dia akan kembali ke desa dan bersama sama murid muridnya di sekolah. Akan tetapi nasib berkata lain sungguh tragis telah terjadi malam itu dimana Xia bersumpah untuk terakhir kali nya, Xia di diperkosa dan di siksa hingga terbunuh oleh 3 pengusaha asing tersebut. Xia baru saja bertambah umur nya menjadi umur 21 tahun. Xia saat itu juga meninggal tanpa mencapai keinginan yang terakhir, yaitu untuk membangun satu kelas bagus dengan 2 komputer yang bisa digunakan oleh murid murid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pelacur telah meninggal dunia… keheningan yang di penuhi air mata. Saat itu langit kota ShenZen masih berwarna biru seperti lautan. Para murid2, guru2 dan beberapa ratus penduduk menghadiri acara pemakaman Xia di desa kecil bernama “GanShu” Pada saat itu, semua hanya bisa melihat foto hitam putih dari Xia dalam foto itu Xia mengikat rambut nya 2 dengan senyuman bahagia… Kepala sekolah membuka diary Xia dan membacakanya di depan para murid murid nya dan Xia menulis “Sekali melacur, bisa membantu satu anak yang tidak bisa sekolah. Sekali menjadi wanita simpanan, bisa membangun sebuah sekolah yang telah hilang harapan. Bendera setengah tiang dikibarkan. &lt;br /&gt;sumber:http://unikboss.blogspot.com/2010/11/kisah-seorang-guru-melacur-demi-anak.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-9077400261408869427?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/9077400261408869427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=9077400261408869427' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/9077400261408869427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/9077400261408869427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/kisah-seorang-guru-jadi-pelacur-demi.html' title='Kisah Seorang Guru Jadi Pelacur Demi Anak Didiknya'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-3610625890200405794</id><published>2011-06-05T04:07:00.000-07:00</published><updated>2011-06-05T04:16:31.763-07:00</updated><title type='text'>Award dari teman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ScLk3dYpdvw/TetlP0q3tLI/AAAAAAAAANo/3V0kFS6WK4Y/s1600/TOP-100-AWARD.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 159px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ScLk3dYpdvw/TetlP0q3tLI/AAAAAAAAANo/3V0kFS6WK4Y/s200/TOP-100-AWARD.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5614692682958353586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Blog ini mendapat award dari teman blogger &lt;a href="http://majapahit1478.blogspot.com/2011/05/top-100-posting-award.html"&gt;majapahit&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Inilah Postingnya,,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Award "Top 100 Posting" ini dikeluarkan dalam rangka menandai posting yang ke 100 dari blog Majapahit 1478 ini. Sekedar informasi, blog Majapahit 1478 ini baru dilaunching pada sekitar akhir bulan April tahun 2011 lalu, dan saat ini telah mampu menembus jumlah 100 posting atau artikel yang telah termuat. Semuanya ini adalah merupakan anugerah yang tidak ternilai dari "Yang Maha Kuasa", karena hanya berkat rahmat-Nya lah, maka pemilik blog Majapahit 1478 ini telah menerima kesehatan serta kekuatan lahir dan batin sehingga mampu menyajikan posting-posting atau artikel hingga jumlah yang ke 100.&lt;br /&gt;Selanjutnya sebagai wujud syukur kami, award ini akan kami bagi-bagikan kepada rekan-rekan blog Majapahit 1478 yang telah memiliki 100 (atau lebih) posting atau artikel di dalam blognya masing-masing. Untuk itu silahkan anda memberikan komentar di bawah artikel ini sekaligus informasikan kepada kami blog atau web-site anda (yang telah memiliki postingan 100 artikel atau lebih tersebut). Kami akan segera kirimkan cara pemasangan award ini. Link dari blog atau website anda secara otomatis akan terpasang dalam artikel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terima kasih sob...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-3610625890200405794?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/3610625890200405794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=3610625890200405794' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/3610625890200405794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/3610625890200405794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/award-dari-teman.html' title='Award dari teman'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ScLk3dYpdvw/TetlP0q3tLI/AAAAAAAAANo/3V0kFS6WK4Y/s72-c/TOP-100-AWARD.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-4693241729900755667</id><published>2011-06-02T18:06:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T18:09:23.801-07:00</updated><title type='text'>1.100 Pemerkosaan Perempuan Terjadi Sehari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ItVzLVP6_m8/Teg0PUBZz_I/AAAAAAAAANc/hV9gn-C8gVk/s1600/karikatur_erdogan_kopftuchstreit.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 181px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ItVzLVP6_m8/Teg0PUBZz_I/AAAAAAAAANc/hV9gn-C8gVk/s200/karikatur_erdogan_kopftuchstreit.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613794373194600434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 1.100 perempuan diperkosa setiap hari di Republik Demokratik Kongo (DRC). Demikian menurut sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Public Health, Selasa (10/5/2011). Angka itu menunjukkan bahwa kekerasan seksual terhadap perempuan di negara tersebut 26 kali lipat dari yang diperkirakan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan studi tersebut, lebih dari 400.000 perempuan dan anak gadis berusia 15-49 tahun telah diperkosa di negara yang tercabik perang di Afrika Tengah itu selama 12 bulan pada tahun 2006 dan 2007. Berdasarkan laporan PBB sebelumnya, kasus pemerkosaan dalam jangka waktu yang sama hanya 15.000 kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hasil (studi) kami memastikan bahwa perkiraan sebelumnya tentang pemerkosaan dan kekerasan seksual sangat jauh dari prevalensi yang sesungguhnya tentang kekerasan seksual yang terjadi di DRC," kata Amber Peterman, penulis utama studi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, menurut Peterman, angka hasil studi itu masih merupakan perkiraan yang konservatif dari prevalensi yang sesungguhnya tentang kekerasan seksual tersebut. Sebab, tidak semua kasus terdata atau terlaporkan karena takut soal stigma, malu, dan pengucilan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tersebut, yang mengumpulkan data dari tahun 2007, tidak mencakup kekerasan seksual di antara perempuan muda yang berusia kurang dari 15 tahun atau perempuan yang lebih tua dari 49 tahun. Penelitian itu juga tidak memasukkan kekerasan seksual di antara anak laki-laki dan lelaki dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Meskipun data kekerasan seksual di kalangan kelompok ini tidak pasti, sebuah review dari catatan terhadap 4.133 perempuan yang mengunjungi Rumah Sakit Panzi di Sud Kivu menunjukkan 6 persen (dari mereka) lebih muda dari 16 tahun dan 10 persen lebih tua dari 65 tahun," kata studi itu. "Selain itu, Human Rights Watch melaporkan bahwa kekerasan seksual pada tahun 2009 dua kali lipat dibandingkan tahun 2008. Jika laporan itu akurat, prevalensi kekerasan seksual tersebut mungkin bahkan lebih tinggi dari perkiraan yang kami sampaikan."&lt;br /&gt;Mengomentari studi itu, Michael van Rooyen, Direktur Harvard Humanitarian Initiative, mengatakan, "Pemerkosaan di DRC telah menjadi kanker yang menyebar ke mana-mana di tengah iklim impunitas dan telah muncul sebagai salah satu krisis kemanusiaan besar pada saat ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : http://ranisuhanda9.blogspot.com/2011/05/1100-pemerkosaan-perempuan-terjadi.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-4693241729900755667?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/4693241729900755667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=4693241729900755667' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/4693241729900755667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/4693241729900755667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/1100-pemerkosaan-perempuan-terjadi.html' title='1.100 Pemerkosaan Perempuan Terjadi Sehari'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ItVzLVP6_m8/Teg0PUBZz_I/AAAAAAAAANc/hV9gn-C8gVk/s72-c/karikatur_erdogan_kopftuchstreit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-8865854278033467657</id><published>2011-06-02T17:14:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T17:30:28.487-07:00</updated><title type='text'>Semen Padang ditahan Persija Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-XUyNBGHqT94/TegqqioTgII/AAAAAAAAANU/2kXaF0zjuXE/s1600/2016502p.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-XUyNBGHqT94/TegqqioTgII/AAAAAAAAANU/2kXaF0zjuXE/s200/2016502p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613783845856051330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semen Padang gagal mengambil angka penuh setelah harus puas bermain imbang 1-1 melawan Persija Jakarta dalam lanjutan Superliga Indonesia 2010/11 di Stadion Manahan, Solo, Kamis [2/6] setekah sempat unggul melalui gol Suheri Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil imbang ini juga membuat posisi Semen Padang rawan di klasemen sementara. Tim Kabau SIrah tetap berada di peringkat kedua dengan nilai 43 dari 25 laga yang sudah dijalani. Juga terpaut delapan poin dari pemuncak klasemen Persipura Jayapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jalan Pertandingan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laga baru berjalan empat menit, Leo Saputra memberikan umpan terobosan kepada Aliyudin. Namun, tendangan striker bertubuh mungil ini bisa digagalkan kiper Samsidar. Sedangkan peluang yang diperoleh M Ilham hanya melebar tipis dari mistar gawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keasyikan menyerang, Persija lengah dalam mengawal pertahanan. Kondisi ini berhasil dimanfaatkan Semen Padang untuk unggul lebih dulu. Hasil pada menit ke-23, umpan jauh Tommy Rifka gagal diantisipasi. Suheri Daud yang menerima umpan itu kemudian menghujamkan bola ke gawang Hendro Kartiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertinggal satu gol, Persija meningkatkan intensitas serangannya. Upaya Persija untuk menyamakan kedudukan berhasil terwujud pada menit ke-32 melalui gol Greg Nwokolo yang menyambut umpan Agus Indra Kurniawan. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di babak kedua, Persija tidak mengurangi tekanan ke pertahanan Semen Padang. Sebaliknya, tim tamu memperkuat barisan pertahanannya sambil sesekali melakukan serangan balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan gencar yang dibangun Persija mampu memberikan tekanan di barisan belakang. Namun ketenangan lini pertahanan Semen Padang membuat serangan yang dibangun Persija dapat dipatahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang pertandingan berakhir, Persija mendapatkan peluang setelah terjadi kemelut di depan gawang Semen Padang. Tapi peluang yang didapat Toni Sucipto dan Greg tidak bisa diselesaikan dengan baik, sehingga laga ditutup dengan skor imbang 1-1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Syamsidar Kiper  12 Dedi Hartono Gelandang&lt;br /&gt;69 Jandia Eka Putra Kiper  23 Esteban Vizcarra Gelandang&lt;br /&gt;- Dicky Jamalis Kiper  24 Heru Nerli Gelandang&lt;br /&gt;3 Syafaruddin Bek  24 Muhammad Rizal Gelandang&lt;br /&gt;5 David Ngan Pagbe Bek  25 Anda Hermawan Gelandang&lt;br /&gt;11 Hengki Ardiles Bek  98 Yosua Pahabol Gelandang&lt;br /&gt;14 Gusripen Efendi Bek  -  Rudi Gelandang&lt;br /&gt;20 Park Chul Hyung Bek  7 Suheri M. Daud Striker&lt;br /&gt;27 Tommy Rifka Bek  17 Budi Kurnia Striker&lt;br /&gt;77 M. Fauzan Djamal Bek  22 Edward Junior Wilson Striker&lt;br /&gt;6 Yu Hyun-Koo Gelandang  26 Saktiawan Sinaga Striker&lt;br /&gt;8 Elie Aiboy Gelandang  - Nil Maizar Manajer/Pelatih&lt;br /&gt;10 Fendry Mofu Gelandang     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.goal.com/id-ID/match/58269/persija-vs-semen-padang/report&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-8865854278033467657?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/8865854278033467657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=8865854278033467657' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/8865854278033467657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/8865854278033467657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/06/semen-padang-ditahan-persija-jakarta.html' title='Semen Padang ditahan Persija Jakarta'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-XUyNBGHqT94/TegqqioTgII/AAAAAAAAANU/2kXaF0zjuXE/s72-c/2016502p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-4807287523009691777</id><published>2011-05-30T20:41:00.000-07:00</published><updated>2011-05-30T20:48:15.766-07:00</updated><title type='text'>UI Duduki Peringkat Ke-6 Asia Tenggara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-QNEE0bspwkU/TeRk6s4l4_I/AAAAAAAAANM/InWEegNDra4/s1600/kampus-ui1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-QNEE0bspwkU/TeRk6s4l4_I/AAAAAAAAANM/InWEegNDra4/s200/kampus-ui1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612721995254195186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya turut bangga, mendengar Universitas Indonesia menjadi satu-satunya perguruan tinggi dari Indonesia yang masuk dalam 10 perguruan tinggi terbaik di Asia Tenggara. Universitas Indonesia menempati peringkat keenam dalam penilaian yang dilakukan Quacquarelli Symonds Asian Top Universities (QS Asian Top Universities) pada Mei 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Universitas Indonesia (UI) tetap menjadi 50 terbaik di Asia dari 201 perguruan tinggi di dunia yang dinilai QS. Di bidang Social Sciences and Management, UI berada di peringkat ke-14 mengungguli beberapa perguruan tinggi terkemuka di Asia, seperti Korea University, Korea Selatan (ke-23), Osaka University, Jepang (ke-16), Universiti Malaya, Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di bidang Arts and Humanities, UI berhasil menduduki peringkat ke-19 besar Asia. Pada bidang Life Sciences and Medicine, UI berada di peringkat ke-25 di Asia dan untuk bidang IT &amp; Engineering berada pada peringkat ke-52 di Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vishnu Juwono, Kepala Kantor Komunikasi/Juru Bicara UI, mengatakan, UI berupaya terus meningkatkan mutu dan kualitas akademiknya. Upaya ini dilihat dari sejumlah prestasi yang diukir mahasiswa UI di ajang internasional pada, antara lain, dalam kompetisi The 12th AUN Educational Forum and The Young Speaker Contest di Thailand, 2-8 Mei 2011, yang melalui Natalia R Tampubolon dari FISIP UI berhasil menjadi juara pertama. Natalia bersama Andreas Senjaya dari Fasilkom UI terpilih sebagai Indonesian Representative dalam Forum Country Report on Consideration and Adoption of the Youth ASEAN + 3 Joint Statement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, lima mahasiswa UI yang tergabung dalam Tim Jayawijaya berhasil menjadi Juara Dunia "8th Trust by Danone" di Paris, 4-6 April 2011. Sementara itu, Dyah Ayunico Ramadhani dan Indah Gilang Pusparani dari FISIP UI meraih penghargaan "Best Diplomacy Award" dalam Harvard World Model United Nations (World MUN) 2011 di Singapura pada 14-18 Maret 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS Top Asian Universities adalah lembaga pemeringkat perguruan tinggi dunia dengan indikator telah teruji, antara lain research quality, teaching quality, graduate employability, dan internationalitation. Melakukan pemeringkatan sejak 2004, QS menyajikan pemeringkatan berdasarkan subyek, seperti peringkat universitas di bidang Arts &amp; Humanities, Engineering &amp; Technology, Social Science &amp; Management, Natural Science, serta Life Science &amp; Medicine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berdasarkan penilaian yang dikeluarkan QS itu, saat ini ada tiga perguruan tinggi terbaik di Indonesia yang masuk dalam 100 besar di Asia pada 2011, yaitu Universitas Gadjah Mada di peringkat ke-80, Universitas Airlangga pada peringkat ke-86, dan Institut Teknologi Bandung di peringkat ke-98," ujar Vishnu kepada Kompas.com, Senin (30/5/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : http://edukasi.kompas.com/read/2011/05/30/11304784/UI.Duduki.Peringkat.Ke-6.Asia.Tenggara&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-4807287523009691777?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/4807287523009691777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=4807287523009691777' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/4807287523009691777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/4807287523009691777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/05/ui-duduki-peringkat-ke-6-asia-tenggara.html' title='UI Duduki Peringkat Ke-6 Asia Tenggara'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-QNEE0bspwkU/TeRk6s4l4_I/AAAAAAAAANM/InWEegNDra4/s72-c/kampus-ui1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-9173542243376972029</id><published>2011-05-30T20:30:00.001-07:00</published><updated>2011-05-30T20:33:30.891-07:00</updated><title type='text'>KONTROVERSI HERMENEUTIKA SEBAGAI METODE TAFSIR</title><content type='html'>Oleh :  Ilham Mustafa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abstract&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Hermeneutics  is the study of interpretation theory, and can be either the art of interpretation, or the theory and practice of interpretation. Traditional hermeneutics - which includes Biblical hermeneutics - refers to the study of the interpretation of written texts, especially texts in the areas of literature, religion and law. Contemporary, or modern, hermeneutics encompasses not only issues involving the written text, but everything in the interpretative process. This includes verbal and nonverbal forms of communication as well as prior aspects that affect communication, such as presuppositions, preunderstandings, the meaning and philosophy of language, and semiotics. Now in islam, thinker of modernist and orientalism like  Hasan Hanafi, Fazlur Rahman, Muhammad Arkoun, Nasr Hamid Abu Zayd and other make hermeneutics in interpretation. Then, it can be contoverted among moslem scholar.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Key word : Kontoversi, Hermeneutika, Tafsir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Dalam menafsirkan Al-Qur’an, seorang mufassir dituntut menguasai beberapa cabang ilmu sesuai kaidah tafsir yang disepakati oleh ahli ilmu Islam. Seseorang tidak punya kewenangan untuk menafsirkan kalamullah  jika tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk menjadi seorang mufassir. Metodologi tafsir yang digunakan pun harus sesuai tuntunan Rasulullah SAW, para sahabat, tabi’in, serta para ulama yang mumpuni.&lt;br /&gt;Terdapat berbagai macam sumber dan metode yang dijadikan sandaran oleh para ulama dan ahli tafsir untuk memahami ayat Al-Qur’an. Mereka berusaha untuk mengetahui pemahaman secara detail dan bisa diungkapkan dengan kata-kata yang sesuai. Hal ini diupayakan agar Al-Qur’an bisa dicapai oleh setiap insan yang ingin memahami dan mengamalkan isi kandungan ayat-ayat Al-Qur’an yang mengajak kepada kebaikan dunia dan akhirat.  &lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, kita dikejutkan dengan berbagai pemikiran LIberalis dan karangan-karangan orientalis maupun pemikiran orang-orang Islam yang telah terpengaruh oleh pemikiran dunia Barat. Seperti Pemikir Modernis Hasan Hanafi, Fazlur Rahman, Muhammad Arkoun, Nasr Hamid Abu Zayd dan lain-lain. Maka dalam ilmu tafsir, dimunculkanlah hermeneutika. Ilmu yang mula-mula diterapkan dalam Bible ini, terkesan dipaksakan untuk diterapkan dalam menafsirkan berbagai kitab suci, terutama Al-Qur’an.&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits dinyatakan : &lt;br /&gt;حَدِيْثُ أَبِي سَعِيْدٍ الخُدْرِي رضي الله عنه. عَنِ النَبِيِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: "لَتَتَبَعَن سُنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، شِبْرًا بِشِبْرٍ، وَ رَاعًا بِرَاعٍ. حَتىَ لَوْ دَخَلُوْا جُحْرَ ضَب تَبَعْتُمُوْهُمْ". قُلْنَا: "يَارَسُوْلَ الله، الْيَهُوْدِ وَالنَصَارَى؟". قَالَ: "فَمَنْ؟" (رواه البخارى و مسلم)&lt;br /&gt;Abi Said Al-Khudri r.a. berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh kalian akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga meskipun mereka berjalan masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalian akan mengikuktinya.” Lalu kami bertanya, “Wahai Rasulullah, Apakah mereka itu adalah Yahudi dan Nasrani? Beliau bersabda, “Siapa lagi?!”  (HR: Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Sebagai orang mungkin tidak peduli dengan ini dan beranggapan Ilmu bebas nilai dalam artian ia tidak terikat oleh sesuatu apapun di luar objeknya sendiri serta ilmu pengetahuan netral, seolah telah menjadi diktum resmi yang dijadikan aras yang kokoh bagi pengembangan keilmuan modern.&lt;br /&gt;Namun begitu, sejarahpun mencatat bahwa klaim ilmu bebas nilai kemudian ditentang oleh banyak kalangan dalam komunitas keilmuan itu sendiri. Bahkan hingga saat ini pertentangan itu semakin sengit terutama datang dari kalangan panganut paham etika, estetika, agama, sosial, budaya dan lainnya. Fenomena yang ada, sejak zaman Yunani kuno pun, di mana etika dan estetika mendapat tempat kehormatannya yang tinggi, klaim bahwa ilmu pengetahuan terikat oleh nilaipun sudah menggejala. Lihat misal ideal Aristoteles tentang ilmu pengetahuan yang berasumsi bahwa ilmu itu tumbuh dengan nilai-nilai. Keduanya menyatu dan tak terpisahkan satu sama lain. Realitas objek dan subjek saling berkaitan satu sama lain dan sulit untuk dipisahkan. &lt;br /&gt;Maka disini, penulis mencoba untuk memaparkan sedikit banyaknya mengenai  kontoversi mengenai Hermeneutika. Karena hermeneutika sendiri merupakan penafsiran yang diperuntukan untuk menafsirkan bible. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas tentang Tafsir Al-Qur’an dan Hermeneutik&lt;br /&gt;Tafsir menurut bahasa ialah penjelasan atau keterangan. Kata tafsr di sebutkan dalam Al-qur’an surat al-Furqan (25:33)Yang Artinya ;&lt;br /&gt;Dan tidaklah datang kepadamu membawa sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu sesuatu yang benar dan paling baik tafsirannya&lt;br /&gt;Kata “tafsirkan” bermakna terangkan atau jelaskan. Dan pengertian ucapannya yang telah ditafsirkan berarti ucapan yang tegas lagi jelas. Menurut istilah, pengertian tafsir ialah ilmu yang mempelajari kandungan kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi SAW. Berikut penjelasan maknanya serta pengambilan hokum serta hikmah-hikmahnya. Sebagian ahli tafsir mengemukakan bahwa tafsir adalah ilmu yang membahas tentang Al-Qur’anul Karim dari segi pengertiannya terhadaap maksud Allah sesuai dengan kemampuan manusia.&lt;br /&gt;Dan kata hermeneutik berasal dari bahasa yunani, hermeneuein yang berarti “ menafsirkan” kata ini sering di asosiasikan dengan hermes, seorang utusan dewa yunani kuno, yang bertugas menyampaikan pesan bagi manusia. Hermes tersebut di anggap sinonim dengan peran Rasullah saw yang menyampaikan pesan Allah. Karena itu, hermeneutik disinonimkan dengan tafsir, disini sudah jelas banyak sekali perbedaan hermeneutik dengan tafsir. Bahkan banyak sekali ketidak mungkinan jika mengaplikasikan hermeneutik kedalam tafsir Al-qur’an.&lt;br /&gt;Dari sisi epistimologi hermeneutik bersumber pada akal semata-mata.jadi hermeneutk memuat dhan(dugaan), shakk(keraguan), mira(asumsi). Sedangkan tafsir dar sisi epistimologi bersumber dari wahyu Al-qur’an, karena itu tafsir Al-qur’an terikat dengan apa yang telah di sampaikan, dan di jelaskan oleh Rasullah. Dan Allah berfirman dalam surat an-Nahl(16:44), Yang Artinya ;&lt;br /&gt;Telah Kami turunkan kepadamu (Muhammad) kitab tersebut agar kamu jelaskan kepada umat manusia tentang apa yang Allah kepada mereka agar mereka memikirkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kontoversi Hermeneutika Sebagai Metode Tafsir&lt;br /&gt;Dalam rangka menanggapi kemandulan aktivitas berpikir dan madeknya pemikiran Mesir khususnya, salah seorang kritikus pernah mengatakan, “Buku Mafhumun Nash (konsep teks) karangan Nasr Hamid Abu Zayd tidak menimbulkan Kontroversi apa-apa. Padahal buku ini jauh lebih berbahaya dan telah menohok jantung al-Qur’an sendiri.&lt;br /&gt;Menurut Nashr Hamid Abu Zayd dalam bukunya, “Hermeneutika Inklusif”, problema dasar yang diteliti hermeneutika adalah masalah penafsiran teks secara umum, baik berupa teks historis maupun teks keagamaan. Oleh karenanya, yang ingin dipecahkan merupakan persoalan yang sedemikian banyak lagi kompleks yang terjalin di sekitar watak dasar teks dan hubungannya dengan al-turats di satu sisi, serta hubungan teks di sisi lain. Yang terpenting di antara sekian banyak persoalan di atas adalah bahwa hermeneutika mengkonsentrasikan diri pada hubungan mufassir dengan teks. Ia berpendapat bahwa Al-Qur’an adalah teks yang berupa bahasa (nasshun lughawiyyun). Peradaban Arab Islam tidak mungkin melupakan sentralisasi teks. Menurutnya, prinsip-prinsip, ilmu-ilmu dan juga kebudayaan Arab Islam itu tumbuh dan berdiri di atas teks. Namun demikian, teks tidak akan bisa apa-apa kalau tidak ada campur tangan manusia. Artinya, teks tidak akan mampu mengembangkan peradaban dan keilmuan Arab Islam apabila tidak mendapatkan sentuhan dari pemikiran manusia. Dalam pandangan demikian, dengan kata lain agama sebagai teks tidak akan berfungsi apabila keberadaanya tidak dipikirkan manusia. Karenanya, ia berpendapat bahwa perkembangan Islam itu sangat tergantung kepada relasi dialektis antara manusia dengan dimensi realitasnya pada satu sisi, dan teks pada sisi yang lainnya. Di sini jelas terlihat Nashr Hamid Abu Zayd mengganggap Islam dan Al-Qur’an masih harus terus didialektikkan dan harus mengikuti perubahan zaman, bukan hanya dalam tataran praktis, namun juga dalam tataran konsep, termasuk konsep mengenai metode tafsir. &lt;br /&gt;Terlebih lagi, Nashr Hamid dan para hermeneut lain memandang Al-Qur’an hanya sebatas produk budaya, bukan ‘Kalam Allah’ sehingga tidak lepas dari konteks sosio cultural masyarakat Arab saat Al-Qur’an diturunkan (historis kritis). Metode penafsiran Nasr Hamid yang melepaskan posisi teks Al-Qur’an dari ‘Kalam Allah’ dapat dilihat dari kritikannya terhadap metode tafsir Ahlu Sunnah, dengan menyimpulkan : (1) Tafsir yang benar menurut Ahlussunnah, dulu dan sekarang, adalah tafsir yang didasarkan pada otoritas ulama terdahulu; (2) Kekeliruan yang mendasar pada sikap Ahlussunnah, dulu dan sekarang, adalah usaha yang mengaitkan “makna teks” dan ‘dalalah’-nya dengan masa kenabian, risalah, dan turunnya wahyu. Ini bukan saja kesalahan “pemahaman”, tetapi juga merupakan ekspresi sikap ideologisnya terhadap realitas – suatu sikap yang bersandar pada keterbelakangan, antikemajuan dan anti-progresivitas. Oleh karena itu kaum Ahlussunnah menyusun sumber-sumber utama penafsiran Al-Qur’an pada empat hal : penjelasan Rasulullah, sahabat, tabi’in, dan terakhir yaitu tafsir bahasa. &lt;br /&gt;Jadi, ketika konsep teks Al-Qur’an dibongkar, dan dilepaskan dari posisinya sebagai ‘Kalam Allah’ maka Al-Qur’an akan diperlakukan sebagai ‘teks bahasa’ dan ‘produk budaya’ sehingga bisa dipahami melalui kajian historisitas, tanpa memperhatikan bagaimana Rasul Allah dan para sahabat beliau mengartikan atau mengaplikasikan makna ayat-ayat Al-Qur’an dalam kehidupan mereka. Dengan pembongkaran Al-Qur’an sebgaai ‘Kalam Allah’, maka barulah metode hermeneutika memungkinkan digunakan untuk memahami Al-Qur’an. Metode ini memungkinkan penafsiran Al-Qur’an menjadi bias dan disesuaikan dengan tuntutan nilai-nilai budaya yang sedang dominan (Barat).&lt;br /&gt;Di dalam buku Evolusi Tafsir Gamal al-Banna mengatakan “Kita Mengatakan para penulis seperti ini (hermenutik.red) apakah kalian tidak berpikir dan mengapa harus berkeras hati mempertahankan tesis sedemikian? Mengapa mereka tidak membedakan sajak dan penyair, teks drama atau sejarah yang ditulis oleh para sejarawan dengan kitab yang betul-betul telah memberi pengaruh yang begitu besar terhadap peradaban dunia sepanjang kurun waktu 1.400 tahun; telah meruntuhkan dinasti aristorastik Romawi dan parsi, dan emrevitalisasi umat manusia, dan turut serta dalam membangun peradaban yang mengandung unsure keagungan  legislasi hukum, politik, dan ekonomi. Kitab (Al-Quran.red) itulah yang menjadi inti nurani jutaan Manusia dari beragam etnis dan berbeda masa. Mengapa pula mereka mengamsumsikan lafaz-lafaznya yang suci dan mengandung nilai ibadah ketika dibaca itu, sebagai mana lafaz yang dibuat oleh penulis seperti Zayd atau Abid?&lt;br /&gt;Sementara itu Ahmad Sadzali dalam artikel yang berjudul Hermeneutika Tak Bisa Menggantikan Tafsir Al-Quran menjelaskan bahwa Produk yang dihasilkan dari hermeneutika  adalah suatu paham relativisme yang menganggap tidak adanya tafsir yang tetap. Semua tafsir dianggap produk akal manusia yang felatif, kontekstual, temporal, dan personal. Dengan hermeneutika, hukum Islam memang menjadi tidak ada ada yang pasti. Contohnya, hukum tentang perkawinan antaragama. Dalam Islam, jelas muslimah diharamkan menikah dengan laki-laki non-Muslim. Tapi karena hukum ini dipandang bertentangan dengan hak asasi manusia dan tidak sesuai dengan zaman, maka harus diubah. Agama tidak boleh menjadi faktor penghalang bagi perkawinan. Sehingga pada akhirnya hukum perkawinan antaragama menjadi sesuatu yang halal.&lt;br /&gt;Para hermeneutis (pengaplikasi hermeneutika) juga tidak segan-segan memberikan tuduhan yang negatif kepada para ulama Islam. Seperti yang terjadi pada kasus kritikan terhadap Imam Syafi’i. Dalam buku Fiqih Lintas Agama yang diterbitkan oleh Paramadina, Imam Syafi’i dituduh sebagai orang yang membelenggu pemikiran fiqih sehingga tidak berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup &lt;br /&gt;Dengan melihat penjelasan-penjelasan diatas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa al-Qur’an pada akhir-akhir ini sering kali ditafsirkan dari berbagai kalangan, dan biasanya istilah ini disebut hermeneutik al-Qur’an, yang sering digemakan oleh orientalis dan para pemikir muslim modernis, seperti Hasan Hanafi, Fazlur Rahman, Muhammad Arkoun, Nasr Hamid Abu Zayd dan lain-lain menjadi pro kontra di kalangan ulama muslim.&lt;br /&gt;Meskipun dalam interpretasi dan kebebasan berfikir Nasr Hamid telah mengembangkan pemikiran barunya dalam interpretasi teks yang dikenal dengan hermeneutik, dan ini berkembang sejak abad ke-17. Suatu ketika dia pernah berkata, “Saya tetap konsisten atau hasil penelitian-penelitian yang saya lakukan hingga saya menemukan argumentasi yang dapat membuktikan bahwa hasil penelitian tersebut keliru”. Begitu kuatnya dia berpendirian.&lt;br /&gt;Terlepas dari kontroversi Hermeneutika, terdapat juga nilai positifnya yang mana kita bisa mengambil dan mengkaji ulang pemahaman teks al-Qur’an yang sesuai dengan penafsiran yang tidak bertolak belakang sumber-sumber agama islam. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR RUJUKAN&lt;br /&gt;Gamal al-Banna Penerbit: Evolusi Tafsir: Dari Jaman Klasik Hingga Jaman Modern (Jakarta : Qisthi Press cetakan: ke-2, September 2005)&lt;br /&gt; Nashr Hamid Abu Zayd, Hermeneutika Inklusif-Mengatasi Peroblematika Bacaan dan Cara-Cara Pentakwilan atas Diskursus Keagamaan, (Jakarta : ICIP, 2004), 3.&lt;br /&gt;Nashr Hamid Abu Zayd, Menalar Firman Tuhan, Wacana Majas dalam Al-Qur’an menurut Mu’tazilah (Bandung: Mizan, April 2003)&lt;br /&gt;Prof. Dr. Mani' Abd Halim Mahmud Metodologi Tafsir: Kajian Komprehensif Metode Ahli Tafsir  (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada 2006)&lt;br /&gt;Prof. Dr. Muhammad Ali Ash-Shaabuuniy Studi Ilmu Al-Qur’an, terjemahan asli dari buku At-Tibyan Fi Ulumil Qur’an (Bandung:Pustaka Setia,1998)&lt;br /&gt;http://www.inpasonline.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=373:problematika-hermeneutika-dalam-tafsir-al-quran-1&amp;catid=43:aliran-menyimpang&amp;Itemid=103 lihat &lt;br /&gt;http://diinillah-el-ndien.blogspot.com/2009/02/telaah-pemikiran-nasr-hamid-abu-zaid.html  &lt;br /&gt;http://www.khairulumam.co.cc/?p=25#more-25 lihat &lt;br /&gt;http://www.hidayatullah.com/opini/pemikiran/10288-hermeneutika-tak-bisa-menggantikan-tafsir-al-quran &lt;br /&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Hermeneutics &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat dalam Jurnal Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Edisi 1&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-9173542243376972029?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/9173542243376972029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=9173542243376972029' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/9173542243376972029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/9173542243376972029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/05/kontroversi-hermeneutika-sebagai-metode.html' title='KONTROVERSI HERMENEUTIKA SEBAGAI METODE TAFSIR'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-4784311219929459566</id><published>2011-05-30T20:27:00.000-07:00</published><updated>2011-05-30T20:29:44.867-07:00</updated><title type='text'>METODE DAN PENDEKATAN TAFSIR AL-QUR’AN</title><content type='html'>Oleh : Yusuf Effendi, S.H.I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Al-Qur’an menjadi salah satu mukjizat besar Nabi Muhammad SAW, sebab turunnya Al Qur’an melalui perantara beliau, AL Qur’an mempunyai peranan yang sangat penting untuk keberlangsungan umat manusia di Dunia. Betapa tidak, semua persoalan manusia di dunia sebagian besar dapat ditemukan jawabannya pada Al Qur’an. Oleh karenannya kemudian Al Qur’an di yakini sebagai firman Allah yang menjadi sumber hukum Islam pertama sebelum Hadist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya persoalan manusia yang berkembang dimasyarakat pada akhir-akhir ini, salah satu penyebabnya ditengarai banyak manusia yang sudah mulai meninggalkan dan melupakan Al Qur’an. Kalau begini maka yang salah adalah kita semua bukan Al Qur’annya.di dalam Al Qur’an Banyak ayat-ayat yang mengandung makna untuk menyelesaikan persoalan manusia baik dalam hubungan muamalah ataupun ’ubudiyah, namun sayang, semua ini belum tergali guna memberikan pencerahan kepada umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menggali ataupun memahami ayat-ayat Al Qur’an diperlukan perangkat-perangkat dan instrumen keilmuan yang lain, seperti Ilmu Nahwu, Sharaf (Bahasa Arab), Fiqh, Ushul Fiqh, Ulumul Qur’an, Sosiologi, Antropologi dan budaya   guna mewujudkan AL Qur’an sebagai pedoman dan pegangan umat Islam yang berlaku sepanjang zaman. Memang memahami ayat-ayat Al Quran dengan benar tidaklah mudah, sejarah mencatat, terdapat beberapa kosa kata pada ayat AL Qur’an yang tidak difahami oleh sebagian sahabat nabi dan sahabat langsung menanyakan hal tersebut kepada Nabi, namun untuk masa kita saat ini akan bertanya kepada siapa tatkala kita menemukan beberapa ayat yang sulit untuk difahami. Belum lagi ayat-ayat mutasyabihat yang masih banyak mengandung misteri dari maksud ayat tersebut secara tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, dalam memahami Al Qur’an diperlukan metode dan pendekatan-pendekatan untuk menafsirkan al Qur’an, agar Al Qur’an dapat memberikan jawaban yang pas dan sesuai dengan sekian banyak persoalan yang berkembang dimasyarakat. Jawaban yang sesuai dan pas dengan apa yang dibutuhkan dan dirasakan masyarakat pada saat ini sangat berarti dan berdampak positif bagi Islam yang dikenal sebagai Agama yang rahmatan lil ’alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya metode-metode yang digunakan para mufasir banyak dan sangat beragam, masing-masing dari metode yang ada pun tidak lepas dari keistimewaan dan sekaligus kelemahan. Metode apa yang akan digunakan oleh mufasir sangat tergantung pada apa yang hendak diketahui dan dicapainya. Misalnya seseorang yang hendak memperoleh jawaban secara tuntas tentang suatu persoalan, maka baginya lebih tepat menggunakan metode Maudlu’i. Di sisi lain, metode ini mampu menjawab dan menolak adanya kesan kontradiksi di antara ayat-ayat al qur’an, sedangkan bagi seseorang yang ingin mengetahui segala segi dari kandungan ayat Al qur’an, maka baginya lebih tepat menggunakan metode Tahlili, akan tetapi metode ini ia tidak dapat memperoleh jawaban Al Qur’an secara tuntas terhadap suati persoalan yang terdapat pada ayat itu.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pembahasan&lt;br /&gt;Sebelum lebih jauh membahas tentang metode dan pendekatan dalam memahami (tafsir) Al Qur’an, kita fahami terlebih dahulu tentang metode itu sendiri. Kata  ”Metode” berasal dari bahasa Yunani yakni methodos, kata ini terdiri dari dua (2) kata, yakni meta, yang berarti menuju, melalui, mengikuti, sesudah; dan kata modos¸ yang berarti jala, perjalanan, cara dan arah. Kata methods sendiri berarti penelitian, metode ilmiah, hipotesa ilmiah atau uraian ilmiah.[2] Dalam bahasa Inggris, kata tersebut sering disebut dengan method, dan dalam bahasa Arab kata tersebut diterjemahkan dengan istilah manhaj atau Thariqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Indonesia sendiri istilah tersebut diartikan sebagai cara yang teratur, terpikir, baik-baik untuk mencapai maksud (dalam ilmu Pengetahuan dan sebagainya); cara kerja yang tersistem dan untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai sesuatu yang ditentukan.[3] Dalam kaitannya dengan studi Al Qur’an, maka istilah metode dapat diartikan sebagai cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai pemahaman yang benar tentang apa yang dimaksudkan Allah dalam ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan melalui perantara Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya menggali dan memahami maksud dari ayat-ayat Al Qur’an terdapat dua term atau istilah, yakni Tafsir dan Takwil. Secara etimologis, tafsir berarti menjelaskan dan mengungkapkan. Sedangkan menurut istilah, Tafsir ialah ilmu yang menjelaskan tentang cara mengucapkan lafadh-lafadh Al Qur’an, makna-makna yang ditunjukkannya dan hukum-hukumnya, baik ketika berdiri sendiri atau tersusun, serta makna-makna yang dimungkinkannya ketika dalam keadaan tersusun.[4] Atau bisa juga dapat diartikan  Tafsir Al Qur’an adalah penjelasan atau keterangan untuk memperjelas maksud yang sukar dalam memahami dari ayat-ayat Al Qur’an. Dengan demikian menafsirkan Al Qur’an adalah menjelaskan atau menerangkan makna-makna yang sulit pemahamannya dari ayat-ayat tersebut.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah Takwil berasal dari kata awl yang berarti Kembali. Para Ulama berbeda pendapat dalam memahami istilah antara tafsir dan takwil. Menurut Abu ubaidah ; kedua-duanya mempunyai pengertian yang sama, menurut Al-Raghib al Isfahany ; Tafsir mempunyai pengertian lebih umum dan lebih banyak dipergunakan pada lafadh-lafadh dan kosa kata-kosa kata dalam kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah dan kitab-kitab lainnya, sedangkan takwil lebih banyak digunakan pada makna-makna dan kalimat-kalimat dalam kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah saja. Sedangkan menurut Al-Maturidy ; tafsir berarti memastikan bahwa yang dikehendaki oleh Allah adalah demikian, sedangkan Takwil berarti mentarjihkan satu diantara makna-makna yang dimungkinkan oleh suatu lafadh dengan tanpa memastikan.[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Alusi berpendapat lain, menurutnya tafsir adalah pejelasan makna Al Qur’an yang zahir (nyata), sedangkan takwil adalah penjelasan para ulama dari ayat yang maknanya tersirat, serta rahasia-rahasia ketuhanan yang terkandung dalam ayat Al Qur’an. Dapat juga difahami bahwa Takwil mempunyai beberapa arti yang mendalam, yaitu berupa pengertian-pengertian tersirat yang di istinbathkan (diproses) dari ayat-ayat Al Qur’an, yang memerlukan perenungan dan pemikiran serta merupakan sarana membuka tabir. Apabila mendapati ayat yang mempunyai kemungkinan beberapa pengertian, para mufassir menentukan pengertian yang lebih kuat, lebih jelas dan gamblang. Namun hal tersebut sifatnya tidak pasti, sebab kalau makna atau arti tersebut dipastikan berarti mufasir tersebut telah menguasai Al Qur’an, sedangkan hal tesebut tidak dibenarkan  sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur;an (Q.S Ali Imran : 7).[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar istilah antara tafsir dengan takwil tidak terdapat perbedaan yang mendasar, kedua-duannya mempunyai semangat untuk menggali, mengkaji dan memahami maksud dari ayat-ayat Al Qur’an guna dijadikan sebagai pedoman dan rujukan umat Islam tatkala mengalami berbagai macam persoalan dalam kehidupan di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai upaya untuk menjelaskan maksud dari ayat Al Qur’an tersebut, obyek yang dijadikan kajian dalam menafsirkan Al Qur’an adalah kalam Allah, dalam konteks ini Ia tidak perlu diragukan dan diperdebatkan kembali mengenai kemuliaannya, kandungannya meliputi aqidah-aqidah yang benar, hukum-huikum syara’ dan lain-lain. Tujuan akhirnya adalah dapat diperoleh tali yang amat kuat dan tidak akan putus serta akan memperoleh kebahagiaan baik di dunia ataupun di akhirat. Dan oleh karenanya, ilmu tafsir merupakan pokok dari segala ilmu agama, sebab ia diambil dari Al Qur’an, maka ia menjadi ilmu yang sangat dibutuhkan oleh manusia.[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metodologi tafsir adalah ilmu tentang metode menafisirkan Al Qur’an dan pembahasan ilmiah tentang metode-metode penafsiran Al Qur’an, pembahasan yang berkaitan dengan cara penerapan metode terhadap ayat-ayat Al Qur’an disebut Metodik, sedangkan cara menyajikan atau memformulasikan tafsir tersebut dinamakan teknik atau seni penafsiran. Metode penafsiran Al Qur’an, secara garis besar dibagi dalam empat macam metode,[9] namun hal tersebut tergantung pada sudut pandang tertentu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode Penafsiran ditinjau dari sumber penafsirannya, metode ini terbagi menjadi tiga macam, yakni metode bi al-matsur, bi al-riwayah, bi al-manqul, tafsir bi-ra’y/bi al-dirayah/ bi al ma’qul dan tafsir bi al-izdiwaj (campuran).&lt;br /&gt;Metode penafsiran ditinjau dari cara penjelasannya. Metode ini dibagi menjadi dua macam, yakni metode deskriptif (al-bayani) dan Metode tafsir perbandingan (komparatif, al maqarin).&lt;br /&gt;Motede penafsiran ditinjau dari keleluasan penjelasan. Metode ini dibagi menjadi dua macam, yakni metode global (al-ijmali) dan metode detail (al-ithnaby).&lt;br /&gt;Metode penafsiran ditinjau dari aspek sasaran dan sistematika ayat-ayat yang ditafsirkan. Metode penafsiran ini terbagi menjadi dua macam, yakni metode analisis (al-tahlily) dan metode tematik (al-mawhu’y).&lt;br /&gt;Munculnya macam-macam metode penafsiran ini tidak terlepas dari peran para mufassir itu sendiri dalam memfokuskan tafsirannya. Diantara mereka ada yang memfokuskan pada persoalan bahasa, fiqh, teologi, sejarah dan filsafat. Hal ini kemudian melahirkan beraneka macam model penafsiran ayat-ayat Al Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Macam-macam Metode Penafsiran Al Qur’an dan Pendekatannya&lt;br /&gt;Metode dan pendekatan adalah merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan satu sama lainnya dalam melakukan kajian atau penelitian. Kedua-duanya saling melengkapi. Terkait dengan metode, pada halaman sebelumnya telah kami jelaskan dengan panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan adalah : merupakan suatu upaya untuk menafsirkan, memahami dan menjelaskan sebuah ayat atau obyek tertentu sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki oleh seseorang. Maka tak heran kemudian banyak sekali perbedaan pemahaman dan kesimpulan yang dihasilkan terhadap satu obyek yang menjadi kajiannya, karena berangkat dari disiplin ilmu yang berbeda-beda. Adapun terkait dengan metode dan pendekatan tafsir Al Qur’an ini secara garis besar di bagi menjadi empat macam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Metode Ijmali (Global)&lt;br /&gt;Ijmali secara etimologi berarti global, sehingga dapat diartikan tafsir al-ijmali adalah tafsir ayat al Qur’an yang menjelaskannya masih bersifat global. Secara termiologis menurut al farmawi adalah penafsiran AL Qur’an berdasarkan urut-urutan  ayat dengan suatu urutan yang ringkas dan dengan bahasa yang sederhana sehingga dapat dikonsumsi oleh semua kalangan masyarakat baik yang awam maupun yang intelek.[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sistematika dalam penulisan tafsir model ini mengikuti susunan ayat-ayat Al Qur’an. Selain itu mufasir juga meneliti, mengkaji dan menyajikan sebab nuzul ayat melalui penelitian dengan menggunakan hadis-hadis yang terkait. Kitab-kitab tafsir yang termasuk dalam kategori pendekatan metode Ijmali adalah seperti, kitab tafsir Al Qur’an Al Karim karangan Muhammad Farid Wajdi, Al Tafsir al Wasith terbitan Majina al Buhuts al Islamiyyat dan tafsir al Jalalain serta tafsir taj al Tafsir karangan Muhammad Utsman Al-Mirqhuni.[11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri Metode Ijmali&lt;br /&gt;Secara garis besar metode tafsir ini tidak berbeda jauh dengan metode model pendekatan analisis, letak perbedaannya yang menonjol pada aspek wawasannya. Kalau metode analisis operasional penafsirannya itu tampak hingga mendetail, sedangkan metode global tidak uraian penjelasannya lebih ringkas, sederhana dan tidak berbelit-belit.[12] Ciri-ciri yang nampak pada metode ijmali adalah, mufasirnya langsung menafsirkan Al Qur’an dari awal sampai akhir tanpa perbandingan dan penetapan judul. Selain itu tidak terdapat ruang atau kesempatan untuk menjelaskan secara rinci, namun tafsirannya ringkas dan umum, seakan-akan kita masih membaca Al Qur’an, walaupun sebenarnya yang kita baca adalah kitab tafsirnya.[13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan dan Kekurangan Metode Ijmali&lt;br /&gt;Terkait dengan metode ijmali, tafsir dengan model ini mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan metode Ijmali adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Praktis dan mudah difahami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Bebas dari penafsiran israiliat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Akrab dengan bahasa Al Qur’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir Al Qur’an dengan metode ini sangat membantu bagi mereka yang termasuk pada permulaan dalam mempelajari tafsir, dan mereka yang sibuk dalam mencari kebutuhan untuk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kekurangan dari metode ijmali adalah sebagai berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Menjadikan petunjuk Al Qur’an bersifat parsial dan tidak utuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Tidak ada ruang untuk mengemukakan analisis yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Metode Tahlili&lt;br /&gt;Tahlili adalah akar kata dari hala, huruf ini terdiri dari huruf ha dan lam, yang berarti membuka sesuatu,[14] sedangkan kata tahlily sendiri masuk dalam bentuk infinitf (mashdar) dari kata hallala, yang secara semantik berarti mengurai, menganalisis, menjelaskan bagian-bagiannya serta memiliki fungsi masing-masing.[15] Secara terminologi metode Tahlily adalah menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an dengan memaparkan segala aspek yang terkandung di dalam ayat-ayat yang ditafsirkan dengan menerangkan makna-makna yang tercakup di dalamnya sesuai dengan keahlian dan kecenderungan mufassir yang menafsirkan ayat-ayat terebut; ia menjelaskan dengan pengertian dan kandungan lafadz-lafadznya, hubungan ayat-ayatnya, hubungan surat-suratnya, asbabun nuzulnya hadis-hadis yang berhubungan dan pendapat para mufasir terdahulu yang diwarnai oleh latar belakang  pendidikan dan keahliannya.[16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya mufasir dalam menafisirkan dengan motode tahlily ini ayat demi ayat, surah demi surah, yang mana semuanya sesuai dengan urutan mushaf dan juga asbabun nuzul ayat yang ditafsirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam pendekatan metode Tahlily&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a).    Pendekatan Bi al-Matsur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir dengan metode Riwayat (matsur) adalah rangkaian keterangan yang terdapat dalam Al Qur’an, sunah, atau kata-kata sahabat sebagai penjelasan maksud dari firman Allah, yaitu penafsiran Al Qur’an dengan sunah nabawiyah. Dengan kata lain yang dimaksud dari tafsir al matsur adalah tafsir Al Qur’an dengan Al Qur’an, Al Qur’an dengan As-Sunah atau penafsiran Al Qur’an menurut atsar yang timbul dari kalangan sahabat.[17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Tafsir Al Qur’an dengan Al Qur’an ; Q.S (5) : 1 yang menjelaskan tentang binatang ternak yang halal. Kemudian dijelaskan lagi dalam ayat berikutnya, Q.S Al Maidah (5) :3 tentang hal-hal yang diharamkan untuk dimakan, termasuk didalamnya binatang ternak yang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh tafsir Al Qur’an dengan Sunah, Q.S Al Baqarah (2) : 238, yang menegaskan tentang shalat Wustha, Rasul menjelaskan pengertian tersebut dengan Shalat Ashar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b).    Pendekatan bi Al-Ra’yu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ra’yu secara etimologi berarti keyakinan, qiyas dan ijtihad. Sedangkan menurut ’ulama tafsir, metode ini dinamakan dengan tafsir ra’yu atau tafsir dengan akal (ma’qul), adalah karena penafsiran kitab Allah bertitik tolak dari pendapatnya dan ijtihadnya, tidak berdasarkan pada apa yang dinukilkan dari sahabat atau Tabi’in. Namun ayng dimaksud Ra’yu disini adalah ijtihad yang didasarkan pada dalil-dalil yang shahih, kaidah yang murni dan tepat, bisa diikuti serta sewajarnya digunakan oleh orang yang hendak mendalami tafsir Al Qur’an atau mendalami pengertiannya. Maksud Ra’yu disini bukanlah menafsirkan Al Qur’an berdasarkan kata hati atau kehendaknya. Al-Qurtubi mengatakan ;”barangsiapa yang menafsrkan Al-Qur’an berdasarkan imajinasinya (yang tepat menurut pendapatnya) tanpa berdasarkan kaidah-kaidah, maka ia adalah termasuk orang-orang yang keliru dan tercela.[18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat banyak perdebatan (pro dan kontra) mengenai boleh atau tidaknya menafsirkan Al Qur’an dengan pendekatan al-Ra’yu  (akal). Diantara sekian banyak ’ulama yang ada, mayoritas ’ulama enggan menafsirkan Al Qur’an dengan pendekatan al Ra’yu. Karena hal ini berdasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Abi Daud dari Jundab, yang artinya : barang siapa yang menafsirkan Al Qur’an dengan Ra’yunya kebetulan tepat, niscaya ia telah melakukan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perdebatan yang ada, tidak berarti pendekatan tafsir Al Qur’an dengan Ra’yu tidak mendapat tempat dikalangan ’ulama. Sebagian ulama yang menerima menafsirkan Al Qur’an dengan pendekatan al-Ra’yu ini memberikan syarat-syarat dan kaidah-kaidah yang ketat. Diantara syarat-syaratnya adalah : (1). Menguasai Bahasa Arab dan cabang-cabangnya, (2). Menguasai Ilmu-ilmu Al Qur’an, (3). Berakidah yang baik dan benar, (4). Mengetahui prinsip-prinsip pokok-pokok agama Islam dan menguasai imu yang berhubungan dengan pokok bahasan ayat-ayat yang ditafsirkan.[19]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh dari tafsir ayat Al Qur’an dengan pendekatan Ra’yu adalah pada Q.S. al Isra : 72) kalau memahami ayat tersebut secara tekstual, tentunya akan terdapt kekeliruan dalam memahaminya. Sebab dalam ayat itu menjelaskan bahwa setiap orang yang buta adalah celaka dan rugi serta akan masuk neraka jahanam. Padahal yang dimaksud dengan buta pada ayat tersebut adalah bukanlah buta mata, akan tetapi buta hati. Hal ini kemudian didukung dengan penjelaasan ayat lainnya. Yakni Q.S. Al Hajj : 46. pada ayat ini dijelaskan dengan tegas ”bukanlah matanya yang buta, akan tetapi yang buta ialah buta hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan tafsir Al Qur’an dengan pendekatan Ra’yu ini tidak luput dari adanya kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Ruang lingkup yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Dapat menampung berbagai ide yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal terpenting dari pendekatan dengan ra’yu ini adalah, apabila kita hendak menginginkan pemahaman dan maksud dari ayat Al Qur’an yang lebih luas dan mendalam dengan melihat dari beberapa aspek yang ada, tidak ada jalan lain kecuali dengan menggunakan pendekatan ra’yu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kekurangan dari pendkatan ra’yu adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Menjadikan petunjuk ayat al Qur’an yang ada bersifat parsial. Hal ini menimbulkan kesan seakan-akan Al Qur’an memberikan pedoman tidak utuh dan konsisten  karena adanya perbedaan, akibat dari tidak diperhatikannya ayat-ayat yang mirip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Melahirkan penafsiran yang bersifat subyektif. Hal ini berakibat banyaknya mufasir yang menafsirkan Al Qur’an sesuai dengan kemauan hawa nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Masuknya pemiiran israiliat. Hal ini terjadi akibat dari terlalu lemahnya dalam membatasi pemikiran-pemikiran yang ada.[20]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh dari kitab-kitab tafsir yang menggunakan metode ra’yu adalah kitab Hadarik al-Tanzil wa Haqiq al-ta’wil karya Mahmud al-Nasafiy, kitab Anwar al-tanzil wa Asrar al ta’wil karya al-Baidhuwiy dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Metode Maqarin (Komparatif atau Perbandingan)&lt;br /&gt;Secara etimologis kata maqarin adalah merupakan bentuk isim al-fa’il dari kata qarana, maknannya adalah membandingkan antara dua hal. Jadi dapa dikatakan tafsir maqarin adalah tafsir perbandingan. Secara terminologis adalah menafsirkan sekelompok ayat Al Qur’an atau suatu surat tertentu dengan cara membandingkan antara ayat dengan ayat, atau atara ayat dengan hadis, atau antara pendapat ulama tafsir dengan menonjolkan aspek-aspek perbedaan tertentu dari obyek yang dibandingkan.[21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai literarur yang ada, pengertian metode Maqarin dapat dirangkumkan dalam beberapa pemahaman : (1). Metode yang membandingkan teks (nash) ayat-ayat Al Qur’an yang memiliki persamaan atau kemiripan redaksi dalam dua kasus atau lebih, atau memiliki redaksi yang berbeda bagi suatu kasus yang sama, (2). Adalah membandingkan ayat Al Qur’an dengan hadis yang pada lahirnya terlihat adanya pertentangan, (3). Membandingkan berbagai pendapat ulama tafasir dalam menafsirkan Al Qur’an. Adapun tujuan penafsiran Al Qur’an secara Maqarin adalah untuk membuktikan bahwa antara ayat Al Qur’an satu dengan yang lainnya, antara ayat Al Qur’an dengan matan suatu hadis tidak terjadi pertentangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri Metode Maqarin (perbandingan/komparatif)&lt;br /&gt;Dilihat dari aspek sasaran (objek) bahasa terdapat tiga aspek yang dikaji dalam perbandingan, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbandingan ayat dengan ayat&lt;br /&gt;Perbandingan dalam aspek ini dapat dilakukan pada semua ayat, baik itu pemakaian mufradat, urutan kata maupun kemiripan redaksi, semua hal ini dapat dibandingkan. Jika yang akan dibandingkan itu memiliki kemiripan redaksi, maka langkah-langkah nya adalah sebagai berikut : (a). Mengidentifikasi dan mengumpulkan ayat-ayat Al Qur’an yang redaksinya bermiripan, sehingga dapat diketahui mana ayat yang mirip dan mana ayat yang tidak mirip. (b). Memperbandingkan antara ayat-ayat yang redaksinya bermiripan, memperbincangkan satu kasus yang sama, atau dua kasus yang berbeda dalam suatu redaksi yang sama. (c). menganalisis perbedaan yang terkandung di dalam berbagai redaksi yang berbeda dalam menggunakan kata dan susunan dalam ayat. (d). Memperbandingkan antara berbagai pendapat para mufasir tentang ayat yang dijadikan objek bahasan.[22]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbandingan ayat dengan hadis&lt;br /&gt;Perbandingan penafsiran dalam aspek ini terutama yang dilakukan adalah terhadap ayat-ayat Al Qur’an yang tampak pada lahirnya bertentangan dengan hadis-hadis Nabi yang diyakini Shahih, hadis-hadis yang dinyatakan dhoif tidak perlu dibandingkan dengan Al Qur’an, karena level dan kondisi keduanya tidak seimbang. Hanya hadis yang shahih saja yang akan dikaji dalam aspek ini apabila ingin dibandingkan dengan ayat-ayat Al Qur’an. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a).    Menghimpun ayat-ayat yang pada lahirnya tampak bertentangan dengan hadis-hadis Nabi, baik ayat-ayat tersebut mempunyai kemiripan redaksi dengan ayat-ayat lain atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b).    Membandingkan dan menganalisis pertentangan yang dijumpai di dalam kedua teks ayat dan hadis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c).    Membandingkan antara berbagai pendapat para ’ulama tasir dalam menafsirkan ayat dan hadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbandingan para pendapat mufasir&lt;br /&gt;Apabila yang dijadikan objek pembahasan perbandingan adalah pendapat para ’ulama tafsir dalam menafsirkan suatu ayat, maka metodenya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a).    Menghimpun sejumlah ayat-ayat yang hendak dijadikan objek studi tanpa menoleh terhadap redaksinya itu mempunyai kemiripan atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b).    Melacak berbagai pendapat ’ulama tafsir dalam menafsirkan ayat-ayat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c).    Membandingkan pendapat-pendapat mereka untuk mendapatkan informasi berkenaan dengan identitas dan pola berpikir dari masing-masing mufasir serta kecenderungan-kecenderungan dan aliran-aliran yang mereka anut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir dengan metode maqarin (perbandingan) mempunyaiu beberapa kelebihan dan kekurangan. Namun apapun yang terjadi, metode ini menjadi amat penting tatkala para mufasir hendak mengembangkan pemikirannya dalam menafsirkan Al Qur’an dengan cara yang rasional dan objektif, sehingga kita mendapatkan gambaran yang komprehensif berkenaan dengal latar belakang lahirnya suatu penafsiran dan sekaligus dapat dijadikan perbandingan dan pelajaran dalam mengembangkan penafsiran Al Qur’an pada periode-periode selanjutnya. Adapun kelebihan metode maqarin adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Memberikan wawasan yang luas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Membuka diri untuk selalu bersikap toleran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Dapat mengetahui berbagai penafsiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Membuat mufasir lebih berhati-hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kekurangan dari metode maqarin adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Tidak cocok untuk pemula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Kurang tepat untuk memecahkan masalah kontemporer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Menimbulkan kesan pengulangan pendapat para mufasir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode Maudhu’i (Tematik)&lt;br /&gt;Kata maudhu’iy ini dinisbahkan kepada kata al-mawdhu’i, artinya adalah topik atau materi suatu pembicaraan atau pembahasan secara semantik. Jadi tafsir mawdhu’i adalah tafsir ayat Al Qur’an berdasarkan tema atau topik tertentu. Jadi para mufasir mencari tema-tema atau topik-topik yang berada di tengah-tengah masyarakat atau berasal dari Al Qur’an itu sendiri atau dari  yang lain-lain. Tafsir ayat Al Qur’an dengan metode ini memiliki dua bentuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a).    Menafsirkan satu surat dalam Al Qur’an secara menyeluruh dan utuh dengan menjelaskan tujuannya yang bersifat umum dan khusus, serta menjelaskan korelasi antara persoalan-persoalan yang beragam dalam surat terebut, sehingga satu surat tersebut dengan berbagai masalahnya merupakan satu kesatuan yang utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b).    Menfasirkan dengan cara menghimpun ayat-ayat Al Qur’an yang membahas satu masalah tertentu dari berbagai ayat dan surat Al Qur’an yang diurut sesuai dengan urutan turunnya, kemudian menjelaskan pengertian secara menyeluruh dari ayat-ayat tersebut untuk menarik petunjuk AL Qur’an secara utuh tentang masalah yang akan dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menafsirkan ayat Al Qur’an dengan metode Maudhu’i ada beberapa langkah yang harus dilewati oleh para mufasir, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a).    Menghimpun ayat-ayat yang berkenaan dengan judul yang sesuai dengan kronologi urutan turunnya ayat tersebut. Langkah ini diperlukan guna mengetahui kemungkinan adanya ayat Al Qur’an yang mansukh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b).    Menulusuri latar belakang turunnya ayat-ayat Al Qur’an yang telah dihimpun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c).    Meneliti dengan cermat semua kata atau kalimat yang dipakai dalam ayat tersebut, terutama adalah kosa kata yang menjadi pokok permasalahan pada ayat tersebut. Setelah itu ayat tersebut dikaji dari berbagai aspek yang masih berkaitan dengannya seperti bahasa, budaya, sejarah dan munasabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d).   Mengkaji pemahaman ayat-ayat dari pemahaman berbagai aliran dan pendapat para mufasir, baik yang klasik maupun yang kontemporer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e).    Mengkaji semua ayat secara tuntas dan seksama dengan menggunakan penalaran yang objektif melalui kaidah-kaidah tafsir yang mu’tabar serta didukung oleh fakta-fakta sejarah yang ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode tafsir ayat Al Qur’an secara tematik sangat membantu masyarakat agar semua persoalan yang ada dapat dipecahkan berdasarkan Al Qur’an, selain itu juga guna membimbing masyarakat Muslim kejalan yang benar. Metode ini pun tak luput dari adanya kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Dapat menjawab semua persoalan masyarakat sesuai dengan kondisinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Lebih praktis dan sistematis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Sangat dinamis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Menafsirkannya lebih utuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kekurangannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Memenggal ayat Al Qur’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F Membatasi pemahaman ayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Kesimpulan&lt;br /&gt;Ayat-ayat Al Qur’an yang sangat banyak ini sejatinya dapat menjawab semua persoalan yang terjadi pada masyarakat. Namun kesan yang ada pada saat ini seakan-akan ayat Al Qur’an masih mengandung misteri sehingga belum mampu menjawab semua persoalan yang ada. Kesan dan pemahaman yang keliru ini adalah akibat dari ”miskin”nya cara, metode dan pendekatan dalam memahami dan menafsirkan ayat Al Qur’an. Metodologi tafsir Al Qur’an adalah salah satu cara untuk mengkaji, memahami dan menguak lebih jauh maksud dan kandungan dari ayat-ayat Al Qur’an. Metode tafsir yang adapun sangat beragam model, bentuk dan pendekatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah suatu hal yang sangat penting bagi kita untuk mengetahui dan memahami macam-macam metode tafsir ayat Al Qur’an yang ada dengan berbagai macam pendekatannya, jika hal ini telah kita ketahui, maka ayat-ayat Al Qur’an semakin hidup dan mampu untuk menjawab segala persoalan masyarakat yang berkembang begitu cepat. Hal ini semakin mempertegas bahwa Al Qur’an adalah wahyu Allah yang menjadi rujukan dan sumber utama semua umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Aridh, Ali Hasan, Sejarah dan Metodologi Tafsir, (Jakarta : Rajawali Pers, 1992).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali Ash-Shabuuniy, Muhammad, Studi Ilmu Al Qur’an, alih Bahasan, Amiudin, (Bandung : Pustaka Setia, 1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Farmawy, Abu al-Hayy,  AL Bidayah Fi ala Tafsir al-maudhu’iy, (Mesir : Maktabah al-Jumhuriyyah, 1977).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad ibn Faris ibn Zakariya, Mu’jam Maqayis al-Lughah, Juz 11 (Mesir : Isa al-Babiy al-Halabiy, 1990).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baidan, Nasrudin, Metode Penafsiran Al Qur’an, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalal, Abdul, Urgensi Tafsir Madhui Pada Masa Kini, (Jakarta : Kalam Mulia, 1990)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Karman, Supriana, Ulumul Qur’an dan Pengenalan Metodologi Tafsir, (Bandung : Pustaka Islamika, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Penyusun, Kamus Besar Bahasa Indonesia, cet. 1 (Jakarta :Gramedia, 1977)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Ali Yafie, Kata Pengantar dalam, Sejarah dan Metodologi Tafsir, (Jakarta : Rajawali Pers, 1992).&lt;br /&gt;[2] Supriana, dan M. Karman, Ulumul Qur’an dan Pengenalan Metodologi Tafsir, (Bandung : Pustaka Islamika, 2002), hlm.302.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Tim Penyusun, Kamus Besar Bahasa Indonesia, cet. 1 (Jakarta :Gramedia, 1977), hlm. 16.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Ali Hasan Al Aridl, Sejarah dan Metodologi Tafsir, (Jakarta : Rajawali Pers, 1992), hlm.3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Nasrudin Baidan, Metode Penafsiran Al Qur’an, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2002), hlm 40.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Ali Hasan Al Aridl, ..Ibid, hlm.3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Muhammad Ali Ash-Shabuuniy, Studi Ilmu Al Qur’an, alih Bahasan, Amiudin, (Bandung : Pustaka Setia, 1999), hlm.247.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] Ibid, Hlm.4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Abdul Jalal, Urgensi Tafsir Madhui Pada Masa Kini, (Jakarta : Kalam Mulia, 1990), hlm. 64-71.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] Abu al-Hayy Al-Farmawy,  AL Bidayah Fi ala Tafsir al-maudhu’iy, (Mesir : Maktabah al-Jumhuriyyah, 1977), hlm.25.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] Ibid., hlm. 43-44&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12] Ali Hasan al Aridh, Sejarah dan Metodologi Tafsir, Ibid. Hlm. 73.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13] Nasrudin Baidah, Metodologi Penafsiran Al Qur’an, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar), hlm.35&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14] Ahmad ibn Faris ibn Zakariya, Mu’jam Maqayis al-Lughah, Juz 11 (Mesir : Isa al-Babiy al-Halabiy, 1990), hlm.20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15] Ibrahim Musthafa, al-Mu’jam al-wasith, Juz11 (Teheran. :al-Maktabah al-Islamiyyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[16] Abu al-Hayy Al-Farmawy, Ibid., hlm 52&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[17] Lihat Muhammad Ali Ash-Shabuuniy, Studi Ilmu Al Qur’an, hlm 248&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[18] Ibid., hlm 258&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[19] Supiana…, Ibid, hlm.308&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[20] Nasrudin Baidah, Metodologi Penafsiran Al Qur’an..,ibid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[21] Abu al-Hayy Al-Farmawy …,Ibid…hlm.45.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[22] Nasrudin Baidah, Ibid., hlm.69.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source : http://yusufeff84.wordpress.com/2010/04/13/metode-dan-pendekatan-tafsir-al-qur%E2%80%99an-oleh-yusuf-effendi-s-h-i/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-4784311219929459566?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/4784311219929459566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=4784311219929459566' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/4784311219929459566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/4784311219929459566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/05/metode-dan-pendekatan-tafsir-al-quran.html' title='METODE DAN PENDEKATAN TAFSIR AL-QUR’AN'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-1740337713703144407</id><published>2011-05-29T19:58:00.000-07:00</published><updated>2011-05-29T23:19:13.439-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islami'/><title type='text'>Cara Menyelesaikan Hadis Mukhtalif</title><content type='html'>Hadits mukhtalif adalah dua buah hadits yang saling bertentangan pada makna lahiriahnya, kemudian keduanya dikompromikan atau ditarjih salah satunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengertian di atas dapat difahami bahwa tidak semua hadits yang secara tekstual bertentangan, tertutup untuk dikompromikan. Untuk itu Syarafuddin Ali al-Rajihi mendefinisikan hadits mukhtalif sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Hadits mukhtalif adalah dua buah hadits maqbul yang saling bertentangan pada makna lahiriahnya, namun maksud yang dituju oleh kedua hadits tersebut masih mungkin untuk dikompromikan dengan tanpa dicari-cari (wajar)” &lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Syafi’I berkata : “ … Demikianlah, tidak pernah kami temukan dua hadits yang kontradiksi, kecuali ada saja jalan keluarya. Atau ditemukan petunjuk yang yang memberikan isyarah mana hadits yang lebih otentik, baik atas dasar kesesuaiannya dengan kitab Allah, hadits Nabi, atau berdasarkan dalalah (petunjuk) lainnya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, maka tidak akan ditemukan hadits-hadits yang bertentangan secara lahiriyah, kecuali ditemukan jalan keluar untuk menghilangkan sifat kontradiksinya, baik melalui jalan kompromi (al-jam’u), tarjih, atau nasih mansuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang ditempuh para ulama dalam menyelesaikan ikhtilaf hadits adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Apabila mungkin, supaya diupayakan untuk dikompromikan keduanya,  baik melalui pendekatan kaidah ushul fiqh, pendekatan konteks, pendekatan korelatif, pendekatan ta’wil, atau pendekatan dari sudut pandang al-tanawwu’ al-ibadah. &lt;br /&gt;2. Apabila mustahil dikompromikan, maka perlu diteliti sejarah keduanya, dan bila ditemukan sejarah yang menunjukkan mana yang lebih awal dan lebih akhir wurudnya, maka diselesaikan melalui pendekatan nasih mansuh.&lt;br /&gt;3. Apabila tidak dapat ditemukan sejarah wurudnya, maka pertama-tama supaya diamalkan secara sendiri-sendiri sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing. Namun bila tidak dapat diperlakukan seperti itu, terpaksa dilakukan tarjih.  Dalam hal ini Muhammad Utsman al-Hasyit membagi tarjih ke dalam empat kategori; yaitu tarjih dari sudut sanad, dari sudut matan, dari sudut makna yang dimaksud (madlul), dari sudut yang datangnya dari luar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguhpun demikian, pendekatan pertama, yaitu al-jam’u (kompromi), merupakan cara terbaik, yang diakui sejumlah ulama’, sebagaimana dituturkan al-Kandahlawi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, sebagai pengetahuan mengenai pemahaman terhadap hadits (sunnah) Nabi secara lebih baik perlu menyimak pendapat as-Syafi’i. Ia berpendapat bahwa sunnah Nabi tidak akan bertentangan dengan al-Qur’an, baik sunnah itu bersifat sebagai tafsir, atau sebagai ketentuan tambahan. Sebab al-Qur’an sendiri memerintahkan untuk mengikutinya. Oleh karna itu apabila terdapat hadits yang sama-sama shahih, tidak mungkin terjadi pertentangan. Nabi dalam sabdanya kadang ditujukan sebagai ketentuan yang bersifat umum, tetapi yang umum itu kadang dimaksudkan sebagai ketentuan khusus. Demikian pula (dalam sabdanya itu) kadang dimaksudkan oleh  Nabi sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan kepadanya dalam konteks tertentu, tetapi kadang ia menjawab persoalan yang sama dengan jawaban yang berbeda dalam konteks yang lain. Maka atas dasar paradigma itulah as-Syafi’i berkeyakinan bahwa tidak ada dua hadits yang bertentangan, kecuali akan ditemukan jalan keluarnya untuk mempertemukannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-1740337713703144407?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/1740337713703144407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=1740337713703144407' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/1740337713703144407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/1740337713703144407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/05/cara-menyelesaikan-hadis-mukhtalif.html' title='Cara Menyelesaikan Hadis Mukhtalif'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-1633781428421554247</id><published>2011-05-28T12:53:00.000-07:00</published><updated>2011-05-28T13:53:15.734-07:00</updated><title type='text'>Barca Juara bukti kehebatan Spanyol</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-UYtnYhePdkM/TeFgr3n3OoI/AAAAAAAAANA/gkQIcdSItTk/s1600/Prediksi-Manchester-United-vs-Barcelona-Final-Liga-Champions-2011.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-UYtnYhePdkM/TeFgr3n3OoI/AAAAAAAAANA/gkQIcdSItTk/s200/Prediksi-Manchester-United-vs-Barcelona-Final-Liga-Champions-2011.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611872917462137474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Barca akhirnya menjadi yang terbaik di Eropa. Setelah memastikan kemenangan 3-1 Brcelona keluar sebagai juara Liga Champions. Barca menciptakan banyak peluang pada pertandingan ini. Sementara United, kendati berhasil menciptakan satu gol ke gawang Barca, tampak kesulitan keluar dari tekanan sang lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertandingan di Wembley, Minggu (29/5/2011) dinihari, goal pertama Barca diciptakan Pedro Rodriguez di menit 27 dengan diawali oleh umpan terobosan Xavi Hernandez.Namun, keunggulan Barca hanya sampai menit ke-33. Tusukan Rooney di sisi kanan dilanjutkan dengan operan kepada Ryan Giggs. Bola kemudian dikembalikan oleh Giggs kepada Rooney.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Babak pertama Dari catatan statistik yang dilansir Soccernet, Barca tampil lebih dominan. Mereka memenangi penguasaan bola dengan perbandingan 70:30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barca juga melepaskan 10 tembakan dengan tiga di antaranya tepat sasaran. Sementara United hanya melepaskan dua tembakan dengan hanya satu yang tepat sasaran--dan itulah yang menjadi gol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barca masih melanjutkan dominasi mereka di awal babak kedua. Dan hasilnya, mereka kembali unggul di menit 54 melalui Lionel Messi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Barca unggul 2-1.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sudah unggul, tekanan Barca tak kunjung mengendur. Mereka pun layak untuk mendapatkan gol ketiga ketika pertandingan sudah memasuki menit 68.Operan-operan Los Cules di depan kotak penalti United berakhir di kaki David Villa. El Guaje lalu melepaskan tendangan melengkung ke sebelah kiri Van der Sar, dan penjaga gawang asal Belanda itu tak mamu penjangkaunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisa pertandingan, Barca masih terus mempertahankan keunggulan penguasaan bola. United masih menciptakan satu peluang lewat Nani di menit 84.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bekerjasama dengan Rooney, ia menggiring bola mendekati kotak penalti Barca dan akhirnya melepaskan tendangan kaki kiri. Sial baginya, bola melebar di samping jala Valdes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barca kemudian memainkan Carles Puyol di menit 87, kapten Barca itu akhirnya mencicipi pertandingan final ini. United erus menekan pertahanan Barcelona. Namun tak ada yang benar-benar membahayakan gawang Valdes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari statistik terakhir pertandingan, dominasi Barca memang tidak bisa dibantah. Soccernet melansir, mereka memenangi penguasaan bola dengan perbandingan 68:32.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara total, Barca menorehkan 22 tembakan, dengan 12 di antaranya tepat sasaran. Bandingkan dengan United yang hanya menghasilkan empat tembakan dan hanya satu yang tepat sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Detik/SOccernet dll&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-1633781428421554247?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/1633781428421554247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=1633781428421554247' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/1633781428421554247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/1633781428421554247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/05/barca-juara-bukti-kehebatan-spanyol.html' title='Barca Juara bukti kehebatan Spanyol'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-UYtnYhePdkM/TeFgr3n3OoI/AAAAAAAAANA/gkQIcdSItTk/s72-c/Prediksi-Manchester-United-vs-Barcelona-Final-Liga-Champions-2011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-4385030355618324271</id><published>2011-05-27T09:05:00.000-07:00</published><updated>2011-05-29T23:19:13.439-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islami'/><title type='text'>Tanda - Tanda Kiamat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-o6-jhIfhqQE/Td_MYPVgaII/AAAAAAAAAM4/D-2p8X1Q2TE/s1600/tanda-tanda-kiamat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-o6-jhIfhqQE/Td_MYPVgaII/AAAAAAAAAM4/D-2p8X1Q2TE/s200/tanda-tanda-kiamat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611428377532590210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Daripada Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. berkata: “Datang kepada kami Rasulullah saw. dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: “Apa yang kamu perbincangkan?”. Kami menjawab: “Kami sedang berbincang tentang hari qiamat”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Nabi saw. bersabda: “Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya”. Kemudian beliau menyebutkannya: “Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam alaihissalam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia kepada Padang Mahsyar mereka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.R Muslimi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;Sepuluh tanda-tanda qiamat yang disebutkan Rasulullah saw. dalam hadis ini adalah tanda-tanda qiamat yang besar-besar, akan terjadi di saat hampir tibanya hari qiamat. Sepuluh tanda itu ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukhan (asap) yang akan keluar dan mengakibatkan penyakit yang seperti selsema di kalangan orang-orang yang beriman dan akan mematikan semua orang kafir.&lt;br /&gt;Dajjal yang akan membawa fitnah besar yang akan meragut keimanan, hinggakan ramai orang yang akan terpedaya dengan seruannya.&lt;br /&gt;Dabbah-Binatang besar yang keluar berhampiran Bukit Shafa di Mekah yang akan bercakap bahawa manusia tidak beriman lagi kepada Allah swt.&lt;br /&gt;Matahari akan terbit dari tempat tenggelamnya. Maka pada saat itu Allah swt. tidak lagi menerima iman orang kafir dan tidak menerima taubat daripada orang yang berdosa.&lt;br /&gt;Turunnya Nabi Isa alaihissalam ke permukaan bumi ini. Beliau akan mendukung pemerintahan Imam Mahadi yang berdaulat pada masa itu dan beliau akan mematahkan segala salib yang dibuat oleb orang-orang Kristian dan beliau juga yang akan membunuh Dajjal.&lt;br /&gt;Keluarnya bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang akan membuat kerusakan dipermukaan bumi ini, iaitu apabila mereka berjaya menghancurkan dinding yang dibuat dari besi bercampur tembaga yang telah didirikan oleh Zul Qarnain bersama dengan pembantu-pembantunya pada zaman dahulu.&lt;br /&gt;Gempa bumi di Timur.. Bisa jadi ini mengacu kepada gempa di China, Tsunami di Aceh.&lt;br /&gt;Gempa bumi di Barat. Bisa jadi ini akan terjadi di daerah Mexico, Argentina, Brazilia dan negara-negara Amerika Latin&lt;br /&gt;Gempa bumi di Semenanjung Arab.. Kemungkinan kasus longsor di Mesir sebagai pembukanya.&lt;br /&gt;Api besar yang akan menghalau manusia menuju ke Padang Mahsyar. Api itu akan bermula dari arah negeri Yaman. (Apa ini bahaya Nuklir?)&lt;br /&gt;Mengikut pendapat Imam Ibnu Hajar al-Asqalani di dalam kitab Fathul Bari beliau mengatakan: “Apa yang dapat dirajihkan (pendapat yang terpilih) dari himpunan hadis-hadis Rasulullah Saw. bahawa keluarnya Dajal adalah yang mendahului segala petanda-petanda besar yang mengakibatkan perubahan besar yang berlaku dipermukaan bumi ini. Keadaan itu akan disudahi dengan kematian Nabi Isa alaihissalam (setelah belian turun dari langit). Kemudian terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya adalah permulaan tanda-tanda qiamat yang besar yang akan merusakkan sistem alam cakrawala yang mana kejadian ini akan disudahi dengan terjadinya peristiwa qiamat yang dahsyat itu. Barangkali keluarnya binatang yang disebutkan itu adalah terjadi di hari yang matahari pada waktu itu terbit dari tempat tenggelamnya”.&lt;br /&gt;Daripada Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. berkata: “Datang kepada kami Rasulullah saw. dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: “Apa yang kamu perbincangkan?”. Kami menjawab: “Kami sedang berbincang tentang hari qiamat”.&lt;br /&gt;Lalu Nabi saw. bersabda: “Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya”. Kemudian beliau menyebutkannya: “Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam alaihissalam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia kepada Padang Mahsyar mereka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.R Muslimi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;Sepuluh tanda-tanda qiamat yang disebutkan Rasulullah saw. dalam hadis ini adalah tanda-tanda qiamat yang besar-besar, akan terjadi di saat hampir tibanya hari qiamat. Sepuluh tanda itu ialah:&lt;br /&gt;Dukhan (asap) yang akan keluar dan mengakibatkan penyakit yang seperti selsema di kalangan orang-orang yang beriman dan akan mematikan semua orang kafir.&lt;br /&gt;Dajjal yang akan membawa fitnah besar yang akan meragut keimanan, hinggakan ramai orang yang akan terpedaya dengan seruannya.&lt;br /&gt;Dabbah-Binatang besar yang keluar berhampiran Bukit Shafa di Mekah yang akan bercakap bahawa manusia tidak beriman lagi kepada Allah swt.&lt;br /&gt;Matahari akan terbit dari tempat tenggelamnya. Maka pada saat itu Allah swt. tidak lagi menerima iman orang kafir dan tidak menerima taubat daripada orang yang berdosa.&lt;br /&gt;Turunnya Nabi Isa alaihissalam ke permukaan bumi ini. Beliau akan mendukung pemerintahan Imam Mahadi yang berdaulat pada masa itu dan beliau akan mematahkan segala salib yang dibuat oleb orang-orang Kristian dan beliau juga yang akan membunuh Dajjal.&lt;br /&gt;Keluarnya bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang akan membuat kerusakan dipermukaan bumi ini, iaitu apabila mereka berjaya menghancurkan dinding yang dibuat dari besi bercampur tembaga yang telah didirikan oleh Zul Qarnain bersama dengan pembantu-pembantunya pada zaman dahulu.&lt;br /&gt;Gempa bumi di Timur.. Bisa jadi ini mengacu kepada gempa di China, Tsunami di Aceh.&lt;br /&gt;Gempa bumi di Barat. Bisa jadi ini akan terjadi di daerah Mexico, Argentina, Brazilia dan negara-negara Amerika Latin&lt;br /&gt;Gempa bumi di Semenanjung Arab.. Kemungkinan kasus longsor di Mesir sebagai pembukanya.&lt;br /&gt;Api besar yang akan menghalau manusia menuju ke Padang Mahsyar. Api itu akan bermula dari arah negeri Yaman. (Apa ini bahaya Nuklir?)&lt;br /&gt;Mengikut pendapat Imam Ibnu Hajar al-Asqalani di dalam kitab Fathul Bari beliau mengatakan: “Apa yang dapat dirajihkan (pendapat yang terpilih) dari himpunan hadis-hadis Rasulullah Saw. bahawa keluarnya Dajal adalah yang mendahului segala petanda-petanda besar yang mengakibatkan perubahan besar yang berlaku dipermukaan bumi ini. Keadaan itu akan disudahi dengan kematian Nabi Isa alaihissalam (setelah belian turun dari langit). Kemudian terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya adalah permulaan tanda-tanda qiamat yang besar yang akan merusakkan sistem alam cakrawala yang mana kejadian ini akan disudahi dengan terjadinya peristiwa qiamat yang dahsyat itu. Barangkali keluarnya binatang yang disebutkan itu adalah terjadi di hari yang matahari pada waktu itu terbit dari tempat tenggelamnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : http://renada-lve.blogspot.com/2011_04_01_archive.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-4385030355618324271?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/4385030355618324271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=4385030355618324271' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/4385030355618324271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/4385030355618324271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/05/tanda-tanda-kiamat.html' title='Tanda - Tanda Kiamat'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-o6-jhIfhqQE/Td_MYPVgaII/AAAAAAAAAM4/D-2p8X1Q2TE/s72-c/tanda-tanda-kiamat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-6262900138454283400</id><published>2011-05-27T08:54:00.000-07:00</published><updated>2011-05-29T23:19:13.439-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islami'/><title type='text'>Batasan Aurat Laki-laki dan Perempuan berdasarkan empat Mazhab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-VGQikDUeUr0/Td_KaMphFZI/AAAAAAAAAMw/Sw5BH7CBUFU/s1600/jg.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-VGQikDUeUr0/Td_KaMphFZI/AAAAAAAAAMw/Sw5BH7CBUFU/s200/jg.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611426212147697042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aurat secara bahasa bermakna “an naqsu” yang berarti kurang atau aib adapun secara istilah sesuatu yang tidak diboleh dilihat atau dipertontonkan. Menutup aurat wajib hukumnya dan ini telah menjadi kesepakatan para ulama baik klasik maupun kontemporer.&lt;br /&gt;Hal ini berdasarkan hadist Nabi ; “Aisyah meriwayatkan, bahwa saudaranya yaitu Asma’ binti Abubakar pernah masuk di rumah Nabi dengan berpakaian jarang sehingga tampak kulitnya. Kemudian beliau berpaling dan mengatakan: “Hai Asma’! Sesungguhnya seorang perempuan apabila sudah datang waktu haidh, tidak patut diperlihatkan tubuhnya, melainkan ini dan ini — sambil ia menunjuk muka dan dua tapak tangannya”. (Riwayat Abu Daud dalam Fiqh Islam Wa Adillatuh oleh Dr Wahbah Zuhaili Juz :1 Hal :738).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batasan aurat Menurut mazhab Hanafi, aurat laki-laki mulai dari bawah pusar sampai bawah lutut, hal ini berdasarkan ma’sur (perkataan sahabat); “Aurat laki-laki apa yang ada diantara pusar dan lututnya atau apa yang ada dibawah pusar sampai lutut. Sedangkan aurat perempuan seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah: “Janganlah orang-orang perempuan menampakkan perhiasannya, melainkan apa yang biasa tampak dari padanya” (QS : An Nur :31). Menurut Ibnu Abbas dan Ibnu Umar maksud perhiasan yang biasa nampak dalam ayat ini adalah wajah dan telapak tangan (Dalam Roddul Muhtar Juz :1 Hal : 375-378).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazhab Maliki, membagi aurat lelaki dan wanita ketika shalat dan diluar shalat kepada dua bagian. Pertama, aurat berat (mughallazah) dan aurat ringan (mukhaffafah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aurat berat pada lelaki adalah kemaluan dan dubur, sedangkan aurat ringan selain dari kemaluan dan dubur (dalam Bidayatul Mujtahid Juz :1 Hal :111) adalah Fahd (paha) menurut mazhab ini bukanlah aurat, mereka berdalil dengan hadist nabi yang diriwayatkan oleh Aisyah; “Pada perang Khaibar tersingkaplah pakaian Nabi dan nampaklah pahanya”. (HR Bukhori dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pendapat ini di rodd oleh para ulama lain karena banyak dalil lain yang lebih kuat dan tsiqoh. (Dalam Nailul Authar Juz :2 Hal :178). Aurat berat wanita seluruh badan kecuali ujung-ujung badan dan dada. Yang dimaksud ujung badan adalah anggota ujung badan seperti tangan, kepala dan kaki. Semua ujung badan itu tidak dianggap aurat berat ketika sembayang. Mazhab Maliki membataskan apa yang dianggap aurat ringan pada wanita termasuk dada, lengan, leher, kepala dan kaki. Sedangkan muka dan dua tapak tangan tidak dianggap aurat langsung pada mazhab ini, pendapat mazhab ini banyak diikuti negara-negara Arab di Afrika Utara dan negara-negara Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Mengumbar aurat didepan umum selain kepada mahramnya dan yang diperbolehkan oleh syariah, dikategorikan sebagai tindakan pornografi baik karena alasan seni, kebebasan ekspresi ataupun yang lainnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mazhab Syafi’i, aurat pada laki-laki terletak di antara pusat dan lutut, baik dalam shalat, thawaf, antara sesama jenis atau kepada wanita yang bukan mahramnya, hal ini berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Abi Sa'id Al Khudri; “Aurat seorang mukmin adalah antara pusar dan lututnya". (HR Baihaqi). Dalam hadist lain dikatakan; "Tutuplah pahamu karena paha termasuk aurat”. (HR Imam Malik). (dalam Mugni Al Muhtaj Hal:1 Juz:185).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batas aurat wanita termasuk seluruh badan kecuali muka dan dua tapak tangan di bagian atas dan bagian bawahnya. Dalil mazhab ini adalah firman Allah; “Janganlah orang-orang perempuan menampakkan perhiasannya, melainkan apa yang biasa tampak dari padanya” (QS: An Nur :31). Hadist Nabi mengatakan; "Rasulullah melarang wanita yang sedang ihrom memakai qofas (sarung tangan) dan niqob (tutup muka)". (HR Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mazhab Hambali, aurat pada laki-laki terletak di antara pusat dan lutut dalil mazhab ini sama dengan yang digunakan oleh mazhab hanafi dan mazhab syafi'i. Adapun aurat perempuan adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan, hal ini berdasarkan firman Allah dan hadist-hadist diatas. (dalam Goyatul Muntaha Juz:1 Hal: 97-98).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*sumber : Referensi Media Islam&lt;br /&gt;http://www.ldkstaisiliwangi.co.cc/2010/05/batasan-aurat-laki-laki-dan-perempuan.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-6262900138454283400?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/6262900138454283400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=6262900138454283400' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/6262900138454283400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/6262900138454283400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/05/batasan-aurat-laki-laki-dan-perempuan.html' title='Batasan Aurat Laki-laki dan Perempuan berdasarkan empat Mazhab'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-VGQikDUeUr0/Td_KaMphFZI/AAAAAAAAAMw/Sw5BH7CBUFU/s72-c/jg.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-731465377981223986</id><published>2011-05-27T03:23:00.000-07:00</published><updated>2011-05-29T23:19:13.440-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islami'/><title type='text'>Hal-Hal yang Membatalkan Wudhu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-T9jYaTOCyUo/Td98obbdqOI/AAAAAAAAAMo/Z9NSvheVDlU/s1600/wudhu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-T9jYaTOCyUo/Td98obbdqOI/AAAAAAAAAMo/Z9NSvheVDlU/s200/wudhu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611340694726486242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hal-Hal yang Membatalkan Wudhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kentut Membatalkan Wudhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ قَالَ أَخْبَرَنِي سَعِيدٌ يَعْنِي ابْنَ الْمُسَيَّبِ وَعَبَّادُ بْنُ تَمِيمٍ عَنْ عَمِّهِ وَهُوَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَيْدٍ قَالَ شُكِيَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلُ يَجِدُ الشَّيْءَ فِي الصَّلاَةِ قَالَ لاَ يَنْصَرِفْ حَتَّى يَجِدَ رِيحًا أَوْ يَسْمَعَ صَوْتًا * رواه انسائي كتاب الطهارة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Abdulloh bin Zaid: Dilaporkan pada Nabi SAW tentang seorang laki-laki yang menjumpai pada sesuatu (perut yang mules) di dalam sholat. Bersabda Nabi: “Jangan bubar (dari sholat) sehingga menjumpai pada bau atau mendengar pada suara (kentut)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menerangkan dua hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kentut membatalkan wudhu.&lt;br /&gt;Setelah berwudhu, biasanya syetan selalu mengganggu manusia untuk selalu ragu-ragu, apakah dia kentut atau tidak. Oleh karena itu Nabi menasihatkan, jika tidak yakin keluar kentut maka tidak perlu berwudhu lagi. Penanda bahwa kita kentut adalah adanya bau kentut atau suara kentut.&lt;br /&gt;Menyentuh Kemaluan tidak Membatalkan Wudhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ خَرَجْنَا وَفْدًا حَتَّى قَدِمْنَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَايَعْنَاهُ وَصَلَّيْنَا مَعَهُ فَلَمَّا قَضَى الصَّلاَةَ جَاءَ رَجُلٌ كَأَنَّهُ بَدَوِيٌّ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا تَرَى فِي رَجُلٍ مَسَّ ذَكَرَهُ فِي الصَّلاَةِ قَالَ وَهَلْ هُوَ إِلاَّ مُضْغَةٌ مِنْكَ أَوْ بَضْعَةٌ مِنْكَ * رواه انسائي كتاب الطهارة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Qhois bin Tholqi bin Ali, dari bapaknya (Tholqi), berkata Tholqi: Keluar aku untuk bertamu kepada Nabi SAW, dan kemudian aku berjanji kepada Nabi dan sholat aku bersama Nabi. Maka ketika selesai sholat, datanglah seorang laki-laki yang kelihatannya dari desa Badui. Maka berkata orang tersebut: “Wahai Rosululloh, apa (hukumnya) melihat engkau pada laki-laki yang menyentuh pada kemaluannya sewaktu sholat?” Menjawab Nabi: “Tidak ada kemaluan kecuali daging lebihan/tambahan darimu atau potongan daging darimu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memegang/menyentuh kemaluan tidak membatalkan wudhu, dengan catatan tidak dibarengi dengan hawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyentuh Wanita tidak Membatalkan Wudhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ إِنْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُصَلِّي وَإِنِّي لَمُعْتَرِضَةٌ بَيْنَ يَدَيْهِ اعْتِرَاضَ الْجَنَازَةِ حَتَّى إِذَا أَرَادَ أَنْ يُوتِرَ مَسَّنِي بِرِجْلِهِ * رواه انسائي كتاب الطهارة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah, berkata dia: Sesungguhnya Rosululloh SAW sedang sholat dan sesungguhnya aku (Aisyah) perempuan yang tidur terlentang antara depannya Rosul seperti tidurnya jenazah, sehingga ketika menghendaki untuk witir, menyentuh Rosul padaku dengan kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keadaan rumah Nabi sangat sempit, sewaktu Nabi sholat malam, Aisyah masih tidur dengan keadaan terlentang di depan Nabi yang sedang sholat. Ketika akan melaksanakan witir, di sini ada dua pengertian, yaitu Nabi membangunkan Aisyah dengan kakinya agar ikut melaksanakan sholat malam ATAU Nabi sedang sholat witir, namun karena rumah Nabi yang sangat sempit, Aisyah menyentuh Nabi dengan kakinya. Di sini tidak diterangkan kalau Nabi membatalkan sholatnya lalu berwudhu kembali, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa menyentuh lawan jenis tidak membatalkan wudhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُقَبِّلُ بَعْضَ أَزْوَاجِهِ ثُمَّ يُصَلِّي وَلاَ يَتَوَضَّأُ ... * رواه انسائي كتاب الطهارة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah, sesungguhnya Nabi SAW mencium pada sebagian istrinya (Aisyah) kemudian sholat dan tidak wudhu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاَةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لاَمَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ * سورة المائدة 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang beriman, ketika akan berdiri kalian untuk sholat maka membasuhlah pada mukamu dan tanganmu sampai siku, dan mengusaplah pada kepalamu dan (membasuhlah) pada kakimu sampai kedua mata kaki. Dan jika ada kalian orang yang junub, maka mandi junublah kalian. Dan jika kalian sakit, atau atas bepergian, atau dari buang air besar atau menjima’ (menyetubuhi) kalian pada istri, maka jika tidak menjumpai kalian (pada air), maka tayamumlah kalian dengan debu yang baik. Maka mengusaplah kalian dengan wajah kalian dan tangan kalian dari debu. Alloh tidak menghendaki kesempitan/kesulitan bagimu, akan tetapi Alloh menghendaki supaya kamu bersuci dan agar menyempurnakan nikmat-Nya bagi kalian, agar kalian bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ayat di atas dibahas setidaknya tiga hal, yaitu cara umum berwudhu, cara umum untuk tayamun, dan hal-hal yang membatalkan wudhu. Saya akan menerangkan tentang yang membatalkan wudhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama adalah bahwa buang air besar (termasuk juga buang air kecil) merupakan salah satu hal yang membatalkan wudhu, jelas tertulis di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, di sana terdapat kata لاَمَسْتُمُ النِّسَاءَ yang makna aslinya adalah menyentuh wanita. Namun pengertian sebenarnya adalah menjima’ (menyetubuhi) istri. Ayat inilah yang mungkin menjadi pedoman bagi sebagian orang bahwa menyentuh lawan jenis dapat membatalkan wudhu. Padahal dari 2 hadits sebelumnya (Nabi menyentuh Aisyah dengan kakinya, bahkan Nabi mencium Aisyah saat masih memiliki wudhu) dan penjelasan dari Surat Al-Maidah ayat 6 ini, menyentuh lawan jenis tidak membatalkan wudhu. Hal ini berlaku untuk lawan jenis yang merupakan mahrom/istri maupun yang bukan mahrom/istri. Adapun menyentuh wanita yang bukan mahrom/istri hukumnya adalah dosa, namun tidak membatalkan wudhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tambahan, saat kita melakukan thowaf (mengelilingi ka’bah) sewaktu melaksanakan ibadah haji atau umroh, diharuskan dalam keadaan masih memiliki wudhu (belum kentut, membuang hadas, dll). Padahal keadaan saat thowaf itu hampir bisa dipastikan berdesak-desakan, laki-laki dan perempuan hampir tidak mungkin tidak bersentuhan. Jika setiap kali menyentuh lawan jenis harus berwudhu kembali, bagaimana bisa melakukan thowaf sampai selesai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sekali lagi, dapat ditarik kesimpulan bahwa hukum menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom/istri tetap berdosa, namun tidak berarti membatalkan wudhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.wiwid.org/html/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=65&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-731465377981223986?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/731465377981223986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=731465377981223986' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/731465377981223986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/731465377981223986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/05/hal-hal-yang-membatalkan-wudhu.html' title='Hal-Hal yang Membatalkan Wudhu'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-T9jYaTOCyUo/Td98obbdqOI/AAAAAAAAAMo/Z9NSvheVDlU/s72-c/wudhu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-7130340715813809370</id><published>2011-05-25T19:02:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T19:10:00.384-07:00</updated><title type='text'>Cerek masa lalu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-zS0xvBMbEM4/Td22S_chP9I/AAAAAAAAAMg/48E_xVziEjw/s1600/Teko%2Bzam-zam%2Bemas%2Bbesar_0.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-zS0xvBMbEM4/Td22S_chP9I/AAAAAAAAAMg/48E_xVziEjw/s200/Teko%2Bzam-zam%2Bemas%2Bbesar_0.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610841148158459858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengenang masa lalu, sesuatu yang tak pernah lekang oleh waktu. Hari ini kembali teringat kepada suatu masa yang tidak akan pernah kembali. Aku ingin kembali kanak-kanak. Persis seperti dulu. Aku ingin belajar merangkak, berbicara dan sebagainya. Intinya aku ingin belajar banyak lagi.&lt;br /&gt;Sepotong-sepotong, aku tulis juga kenangan pelepas rindu. Pelepas dahaga, pelepas ingatan yang aku tidak merasa ada daya, jika kembali padanya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Hampir tiap hari aku makan, tiap hari pula ibuku menuangkan cerek ke gelas. Begitulah hari-hari kecilku. Aku selalu diawasi ketika makan. Mulai waktu menyusui, sampai aku bisa makan sendiri. Semuanya dikontrol ibuku. Sampai menuangkan cerekpun aku dibantu.&lt;br /&gt;Aku tahu, waktu itu aku belum mampu mengangkat cerek berwarna emas yang selalu dipakai ibuku. Aku suka cerek itu. Tidak seperti cerek sekarang. Cerek plastik. Pernah suatu kali aku bersikeras untuk mengangkat cerek emas itu. Ibuku melarang, akhirnya cerek itu jatuh dan air tumpah. Ibuku sangat marah.&lt;br /&gt;Pernah juga, disuatu pesta kerabat. Aku diajak oleh ayah. Aku sederet dengan para partai tua. Hanya aku satu-satunya yang masih balita. Aku takut, yang aku tahu sederet denganku adalah para datuk. Aku ingat, nenekku pernah bilang datu adalah orang yang paling disegani oleh kaumnya. Waktu itu aku sangat haus. Akhirnya kutahan keinginanku, hanya karena takut cerek itu terjatuh.&lt;br /&gt;Itulah potongan kisah kecilku. Ketakutan untuk memegang cerek. Setelah umurku agak bertambah dan aku sudah sanggup mengangkat cerek. Cerek pulalah yang sering menjadi tugasku. Aku disuruh ibu untuk memindahkan air yang sudah masak ke cerek dan termos. Rutin, setiap pagi hari.&lt;br /&gt;Bagi sebagian orang cerek hanya sebatas tempat menampung air minum. Namun, Bagiku cerek sesuatu yang mengingatkan masa lalu, tentang tolong menolong. Betapa tidak, nenekku sering bercerita tentang tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah. Ia mengibaratkan tangan diatas adalah cerek. Tangan dibawah yaitu gelas. Sesuatu perumpamaan yang bagus. Hingga akhirnya aku ingin seperti cerek yang memberi.&lt;br /&gt;“baa kok nagari wak miskin taruih?” kata nenekku. Aku menggeleng tidak tahu jawaban pasti. Karena waktu itu masih kecil, dan belum kuat berargumentasi. Apalagi pertanyaan itu datang ketika aku letih memanjat-manjat pohon di parak nenekku.&lt;br /&gt;“karno urang suko mancawan” jawabnya dengan yakin.&lt;br /&gt;Kata-kata bermakna selalu diselipkan nenekku, ketika aku berkunjung ke kampung. Kini kata-kata itu semakin bertenaga. Melihat banyaknya kemiskinan melanda negeri ini. Salah satu penyebabnya, cerek itu tidak pernah dituangkan. Biarpun isinya melimpah dibiarkan begitu saja.&lt;br /&gt;Kita bisa melihat contoh, kepada orang kaya yang depresi. Itu disebabkan si kaya tidak pernah memberikan hartanya kepada yang membutuhkan. Di dalam agama kita saja kita sudah diajarkan sedekah, infak dan zakat. Berliipat-lipat pahala bagi yang menafkan hartanya. Maka dari itu jadilah seperti cerek yang selalu ada ketika orang kehausan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapor Tugas selesai,,, silahkan tidak berkomentar,,,, hahaha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1660924783913714398-7130340715813809370?l=ilhammustafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/feeds/7130340715813809370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1660924783913714398&amp;postID=7130340715813809370' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/7130340715813809370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1660924783913714398/posts/default/7130340715813809370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilhammustafa.blogspot.com/2011/05/cerek-masa-lalu.html' title='Cerek masa lalu'/><author><name>Ilhammustafa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-4yjHlN8xu8s/Tx7K1sdb6rI/AAAAAAAAAQw/K6H6zoFHf7U/s220/bb_pearl___nobita_nobi_by_finalzidane_x.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-zS0xvBMbEM4/Td22S_chP9I/AAAAAAAAAMg/48E_xVziEjw/s72-c/Teko%2Bzam-zam%2Bemas%2Bbesar_0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1660924783913714398.post-185432178343749229</id><published>2011-05-23T20:37:00.000-07:00</published><updated>2011-05-23T20:44:02.867-07:00</updated><title type='text'>10 Bahaya Makan Nasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Wb1tE26BitY/TdspbhzriPI/AAAAAAAAAMY/Rf1FyOBG98U/s1600/nasi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Wb1tE26BitY/TdspbhzriPI/AAAAAAAAAMY/Rf1FyOBG98U/s200/nasi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610123313728424178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Percaya atau tidak,, tapi saya sendiri karena suda 'kecanduan' makan nasi, tidak bisa dihentikan. tidak mungkin saya menukar makanan pokok dengan gandum atw yg lain.. kan..kan?? jadi hanya mau ngsih tahu,, betul atau tidak di kembalikan kepada saudara/saudari... hahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah Hasil riset yang baru saja dilakukan membuktikan bahwa makan nasi ternyata tidak baik bagi kita.&lt;br /&gt;Buktinya :&lt;br /&gt;1. NASI MENYEBABKAN KECANDUAN. Responden kami yang tidak makan nasi selama sehari saja akan kelaparan dan merasa sangat ingin makan nasi lagi.&lt;br /&gt;2. SETENGAH dari seluruh siswa Indonesia yang makan nasi nilainya ada dibawah rata-rata kelas.&lt;br /&gt;3. Suku-suku pada zaman batu yang tidak pernah makan nasi terbukti TIDAK PERNAH mengidap tumor, Alzheimer, osteoporosis, ataupun Parkinson.&lt;br /&gt;4. Dokter melarang bayi yang baru lahir untuk makan nasi. Hal ini menjadi bukti bahwa nasi punya dampak BERBAHAYA yang sudah dibuktikan oleh ilmu kedokteran.&lt;br /&gt;5. Nasi yang kering biasa dimakan oleh ayam. Nah, sekarang anda perlu curiga dari mana FLU BURUNG berasal.&lt;br /&gt;6. Jumlah pemakan nasi di Indonesia jauh lebih banyak dibandin
