Followers

Sabtu, 02 April 2011

TAUFIQ ISMAIL PLAGIAT? Bramantyo Prijosusilo Minta Maaf ke Taufiq Ismail Secara Terbuka

RMOL. Taufiq Ismail berencana akan mengadukan Bramantyo Prijosusilo ke kepolisian dengan tuduhan pencemaran nama baik. Bramantyo, menurut Taufiq, telah menistanya dengan menuduhnya sebagai plagiator.

Demikian tertulis dalam jawaban Taufiq terhadap Puisi "Kerendahan Hati" yang disebutkan sebagai karya Taufiq Ismail, dituduhkan sebagai plagiat dari puisi "Be the Best of What You Are" karya Douglas Malloch.

Bramantyo kepada Rakyat Merdeka Online lewat pesan elektronik mengatakan, dirinya bukanlah orang pertama yang mengungkap tuduhan itu. Ia beralasan membuat status dalam Facebook menuduh Taufiq melakukan plagiat karena geram membaca laporan sastrawan Martin Aleida.

Dalam laporan itu, Taufiq diduga berupaya mengintimidasi seniman-seniman muda Jakarta yang ingin mengadakan diskusi di PDS HB Jassin. Diskusi itu dalam rangka memperingati seratus hari wafatnya Asep Sambodja, pekan lalu. Bramantyo juga mengatakan, melalui internet ada 8000-an lebih laman yang memuat puisi itu. Dan kebanyakn penulisnya adalah Taufiq Ismail.

Nah, oleh karena statusnya itu, banyak pihak yang berkomentar di dinding Facebook-nya. Salah satunya, menurut Bramantyo adalah Fadli Zon, yang juga merupakan keponakan Taufiq Ismail. Menurut Bramantyo, setelah membaca penjelasan Fadli, dirinya meragukan kalau puisi tersebut adalah karya Taufiq.

Selanjutnya, ia pun langsung meminta maaf. Bahkan, kata Bramantyo, lewat tulisan ini, ia pun menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Taufiq. "Jadi dengan rendah hati saya mohon maaf. Saya mohon maaf bukan hendak lari dari tanggungjawab kesalahan, tetapi sebagai upaya memperbaiki adab saya sendiri," tulis Bramantyo.

Ia pun akan sangat menghargai Taufiq. Bila Taufiq juga sudi meminta maaf atas tindakannya yang berusaha mengintimidasi teman-teman seniman muda yang hendak berdiskusi soal bukunya Asep Sambodja tempo hari.

Adapun alasan Bramantyo emosi dan meluap lewat statusnya yang dipersoalkan oleh Taufiq adalah dalam konteks tentang adanya tuduhan LEKRA generasi ketiga. Selain itu, kata-kata kasar Taufiq lewat pesan singkat yang beredar sebelumnya. Kendati demikian, Bramantyo mengakui, hal itu adalah sesuatu yang salah.

Karena itu, Bramantyo meminta maaf kepada semua orang yang merasa tidak nyaman karena kata-kata kasarnya. Ia mengakui, luapan emosinya merupakan respons terhadap kata-kata kasar Taufiq Ismail yang dilaporkan banyak pihak di internet itu. [kgi]

Sumber : http://www.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=22988

1 komentar:

Tuti Handriani mengatakan...

dari polemik ini, kita ambil saja hikmahnya agar berhati-hati setiap kali membuat statement yang melibatkan orang banyak. akan ada yang disinggung, diinjak, bahkan dibunuh sekalipun oleh lidah yang tak bertulang ini.. :) --numpang nongkrong ya, ilham..--

Komunitas

Entri Populer

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys