Followers

Sabtu, 23 Juli 2011

Uda Uni Tanah Datar 2011 terpilih (cerita dari penonton awam)


Sebelum memulai tulisan ini, saya mengucapkan Selamat kepada Uda Uni Tanah Datar 2011 yang telah terpilih dini hari tadi. Meskipun tidak kenal, tak masalahlah saya sebagai masyarakat Tanah Datar ikut juga mengucapkan selamat. Dari awal saya hanya betul-betul ingin menyaksikan, seperti apa malam grand final uda uni itu. Dengan menyaksikan saya bisa juga menulis untuk blog.

Maka saya dengan seorang teman pergi ke lokasi acara di Gor Batusangkar Lapangan Cindua Mato. Pada awalnya saya ragu-ragu untuk masuk, karena disana ada pembayaran juga 5000 per orang, bagi yang ingin masuk. Dasar orang yang berdarah "kancang kaperai" saya dan kawan melihat-lihat dari luar dulu. Melihat tidak ada peluang masuk, karena dijaga oleh polisi, maka kami jalan-jalan dulu di Lapangan Cindua Mato, sekitar setengah jam.Sayup terdengar pembacaan kalam ilahi, saya ragu untuk masuk karena ada pembayaran. Saya menyarankan kepada teman untuk membayar saja, biar saya saja yang membayar. kata teman saya "untuak a lo mambayia, acara pemerintah mah, ancak bali martabak lai" selorohnya. Mendengar itu saya mengajaknya pulang dulu ke rumah saya.

Berapa menit berlalu, saya meyakinkan teman saya itu untuk pergi kesana lagi apapun resikonya. Dengan alasan saya betul-betul penasaran apa saja yang ada di Malam Grand Final itu. Setiba di luar gor, perasaan ragu mulai menyelimuti perasaan saya. Betapa tidak disatu sisi ingin masuk, disatu sisi dilarang juga untuk membayar oleh teman. Saya mencoba untuk menerobos masuk, teman saya dibelakang ragu-ragu. Waktu terbuang kembali. Setelah itu teman saya mencoba masuk dengan gaya menelpon, dia berangsut-angsut dan menyelinap masuk. Melihat itu sayapun masuk. Dengan perasaan lega saya masuk tanpa harus membayar. Teman saya bilang "kan rancak tu ha, pitihnyo bisa bali martabak"

Saat masuk, saya mencari tempat duduk yang strategis. Ternyata tidak ada yang cocok, hanya berdiri yang bisa melihat seluruh isi panggung. Tak lama berselang disana, saya melihat finalis uda-uni keluar satu persatu dipanggil oleh MC. Maka keluarlah wajah Ganteng dan cantik. (Melihat itu, saya kadang juga berpikir kok harus pakai make up?, ntahlah saya tak tahu betul alasan sebenarnya. Mungkin karena saya tidak terlalu mengerti dengan dunia entertain). Setelah semua finalis tampil, maka dipanggillah 10 besar finalis yang akan diberi pertanyaan.

Satu persatu, finalis dipanggil dengan berbagai pertanyaan seputar pariwisata dan kebudayaan. Dari keseluruhan pserta menjawab, mohon maaf menurut penilaian saya orang awam, belum ada yang tepat atau memuaskan hati saya. Entahlah, tentang adat minang saja finalis MENJAWAB DENGAN RAGU. Menurut saya finalis hanya baru bisa menjawab kulit belum isi, maaf sekali kalau tidak berkenan. mungkin itu penilaian saya sebagai orang awam. Ada juga yang menjawab dengan bahasa inggris, tapi pengucapannya, masyaallah, saya yang tidak terlalu pandai bahasa inggris, mendengar itu serasa ingin tertawa terbahak-bahak. maaf sekali lagi, saya bukannya bermaksud mengkritik, tetapi entahlah itulah yang saya rasakan. Mungkin karena gugup atau mungkin juga karena adat dan budaya minang yng mulai luntur? entahlah. Dengan adanya pemilihan uda uni ini, sepebutulnya harapan besar sedang menunggu, saudara-saudari yang terpilih.

yaya,, makin banyak saya bercoleteh, banyak saja salahnya,,,haha.. kembali kepada acara. Setelah seluruh pertanyaan selesai, panitia menyuguhkan penampilan busana, sambil diiringi lagu dari grup kota padang. Kalau saya tidak salah dengar namanya "junior voice". Nah, Busana? saya tidak terlalu mengerti busana, mungkin saja itu bagus.. haha... saya tidak mau mengkritik lagi. Usai peragaan busana, ditampilkan Uda Uni Kota Padang Panjang. Kota yang juga tempat kelahiranku. Hadir perwakilan dari Padang Panjang Uda dan Uni Wakil 1 dan Uda uni berbakat. Uni berbakatnya menampilkan lagu yang saya suka "Marantau". Suara merdunya membuat penonton bersorok "dek untuang jo parasaian" hehe.. Setelah itu banyak penampilan lagu dari uda Tanah datar, ada juga dari ketua DPRD Tanah Datar dan lain-lain yang saya tidak tahu betul namanya.

Sekitar jam 1 akhirnya dewan juri mengumukan juara-juara. Mulai dari Uda Uni wakil 2, Uda Uni wakil 1, dan uda uni tanah datar. Kemudian dilanjutkan dengan uda uni lainnya. Bagi yang ingin tahu wajahnya ini dia Uda Uni Tanah Datar Tahun 2011

Foto ini saya dapatkan dari Facebook Uda Adipati Karna Neoldy.

Setelah penyerahan hadiah untuk uda uni tanah datar 2011 yang diserahkan oleh asisten 1 yang diwakili oleh Uda Uni tanah Datar 2011, saya pulang karena sudah terlalu malam, sampai di Rumah saya mencoba menulis tulidan yang sederhana ini.

Sekali lagi saya mengucapkan selamat kepada Uda Uni Tanah Datar 2011, semoga bisa memajukan kampung halaman kita, Tanah Datar. Saya sangat berharap itu bisa terwujud. Amanah sudah diemban, sekarang tinggal melaksanakan. Selamat menjalankan.
Dan menutup tulisan saya mohon maaf atas kekhilafan pada tulisan ini, maklum waktu sudah mulai larut, saya masih ingin juga menulis dan inilah hasil. Mohon maaf sebesar-besarnya dan terima kasih atas perhatian. Wassalam

Catatan : Kalau sekiranya kurang berkenan, dimohon kritikannya..

Catatan tambahan : Sebetulnya saya hanya bercerita yang saya tahu. Karena ada masukan ada baiknya juga saya tambahkan ditulis ini. Hm.. Naluri jurnalistik saya ternyata masih ada yang kurang, entah karena malam, entah karena tida peka sama sekali,, hehe.,,,

ya,, kembali kepada acara uda uni, acara ini ternyata sesuai dengan informasi tidak sepenuhnya dari pemerintah. Ada beberapa sponsor yang diajukan proposal oleh paniti.. Hm,,, jadi ingat acara di kampus, ketika bikin kegiatan dana dari rektorat tidak mencukupi, maka dibuatlah proposal. ya seperti itulah sanggupnya pemerintah kita.. yeye, berpandapat lagi,,, haha,,,

'Ndak dek urang ndak dek awak", hm... saya maklum, tetapi setelah dikarantina tentu ada perubahan. Secara uda uni yang terpilih nantinya akan menjadi ikon Tanah Datar, Jadi maklum secara orang awam saya tidak puas. hehe...

Maaf sekali lagi,,,
Ilham Mustafa

14 komentar:

REALITA KEHIDUPAN mengatakan...

terima kasih atas artikelnya, sedikit disini saya jelasakn kalau acar pemilihan uda uni tanah datar itu tidak acara pemda sepenuhnya, ada sendiri kan melihan ada berapa seponsor di dalamnya, sayang anda tidak menyebutkan di tulisan ini, acara ini dapat terlaksana karena bantuan dari seponsor dan donatur yang tidak mengikat, serta bantuan dana dari pemda tanah datar melalui proposal yang dimasukan panitia, penilaian untuk pemenag kami lakukan berapa tahap, untuk menjawab pertanya bagi peserta 10 besar di atas pentas tadi saya rasa itu wajar bagi meraka yang demam pangung menjawabnya dengan gugup, karena siapa saja yang baru pertama kali di uji diatas pangung dan disaksikan oleh banyak orang dari latar belakang yg berbeda. " ndak dek urang ndak dek awak"

Blog Eke mengatakan...

pengen daftar ah jadi uda ah ,kebetulan aden urang padang

Ilhammustafa mengatakan...

@Realita Kehidupan, terimakasoh masukannya uda,,
@Blog eke, Ikuiklah da,, cari informasinyo,, he

Aspon Y Nst mengatakan...

Mantap....jika darah jurnalis mengalir apa yang dilihat, didengar bisa manjadi berita. Kadang dengan kejadian yg begitu mendadak dapat terliput sampai ketangan jurnalis (penulis) beritanya bisa menjadi besar. Tanda seseorang berdarah jurnalis.

Ilhammustafa mengatakan...

@Aspon Y Nst. Terima kasih pak, ini baru belajar,, Kedepan berharap supaya lebih baik lagi.. amin..

REALITA KEHIDUPAN mengatakan...

setiap ada kegiatan, pasti ada yang puas dan ada yang tidak puas, penilaian itu seluruhnya telah di lakukan oleh dewan juri, mereka yang mendapat nilai bagus lah yg berhak menyandang gelar tersebut,@ blog eke?? saya sangat berterimakasih ada sudah ada niat untuk mendaftar di tanah datar, untuk memajukan anak negeri sendiri kami rasa dgn sistem harus putra daerah sendiri itu lebih baik untuk ikon tanah datar kedepan,

Uda Okta mengatakan...

Terima ksih post nya ilham,

Uda Oka mengatakan...

mksih postingannya am,, tp alangkah lbih baiknya sbelum d posting di koordinasikan dlu sm kutua pelaksana, karna ada beberapa kalimat yang tidak sesuai dengan realita, thanks...

Ilhammustafa mengatakan...

@Realita kehidupa. yups, mari kita dukung bersama2. baa kicek pepatah "no body is perfect in the world". kaji2 kemungkinan benar salah itu terus ada. Kita bukan mencari2 kesalahan dan kritikan kita berharap agar kedepan lebih baik dan uda uni yang terpilih bisa belajar untuk bisa lebih dan lebih lagi.. amin..
@Syarif. Yup..Raso2nyo wk pernah kenalan dirumah Yonnarlis dulu syarid. hehe.. agak2 lupo wk.. Selamat lah sakali lai, sanak wk yg tapiliah jadi uda Tanah Datar 2011..
@Uda Okta. Kehendak hati bercerita dengan panitia dan uda uni, tapi baa lai,. hari lah larut malam bana, klupun nantik ado kesempatan, ado ketakutan urang mangicek "awak sia?" hehe.. dilain waktu kita bisa bercerita, klu berkenan,. terimakasih..

Anonim mengatakan...

kawan, ado yg tau bilo pendaftaran uda uni Tanah Datar taun 2012 ndak? ba'a caro ikuiknyo? atau harus ikuik lewat kecamatan dulu?

mokasih banyak alah bagi2 infonyo...

Anonim mengatakan...

dunsanak sadonyo, ado yang tau bilo pendaftaran uda uni Tanah datar 2012? ba'a sajo tahapannyo, harus ikuik dari kecamatan dulu?

mokasih banyak alah bagi2 infonyo.

Uda_Syarief mengatakan...

untuk tahun 2012, tunggu informasinya nanti sekitar juni-juli,, selamat buat teman2 yang akan daftra tahun besok tu,, by Uda Tanah Datar 2011

Anonim mengatakan...

Uda uni tanah datar 2012 alah buka pendaftaranny? Bisa daftar online?

Anonim mengatakan...

hahaha. saya sendiri merasa lucu dengan acara ini. saya mah tidak melihat signifikansinya terhadap masyarakat ataupun pemuda/pemudi tahan ini

Komunitas

Entri Populer

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys